Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Mengenal Penyakit Mononukleosis dari Penyebab, Gejala hingga Cara Mengobatinya
Mengenal Penyakit Mononukleosis dari Penyebab, Gejala hingga Cara Mengobatinya<br>

Mengenal Penyakit Mononukleosis dari Penyebab, Gejala hingga Cara Mengobatinya

Mononukleosis disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang termasuk dalam keluarga herpesvirus.

Penyakit mononukleosis, juga dikenal sebagai

Penyakit mononukleosis, juga dikenal sebagai "mononucleosis infectious" atau "penyakit ciuman," adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Ini termasuk dalam kelompok herpesvirus dan dapat menyerang manusia.

Penyakit mononukleosis atau mono, adalah infeksi virus yang menyebabkan demam, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening, paling sering di leher.

Virus penyebab mono (virus Epstein-Barr) menyebar melalui air liur. Ya, Anda bisa tertular melalui ciuman namun bisa juga tertular dengan berbagi gelas atau peralatan makan dengan penderita mono. Namun, mononukleosis tidak menular seperti beberapa infeksi, seperti flu biasa.

Berikut beberapa informasi penting seputar penyakit mononukleosis seperti penyebab, gejala, dan cara mengobatinya yang penting untuk Anda ketahui.

<b>Penyebab Penyakit Mononukleosis</b>

Penyebab Penyakit Mononukleosis

Melansir laman Mayo Clinic dan Mount Sinai Hospital, penyakit mononukleosis disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV), yang merupakan bagian dari keluarga Herpesviridae.

EBV adalah virus yang umum ditemukan di seluruh dunia dan biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan saliva yang terinfeksi.

Penyakit ini juga dikenal dengan sebutan "penyakit ciuman" karena salah satu cara utama penularannya adalah melalui ciuman. Selain itu, virus ini dapat menyebar melalui kontak dengan objek yang terkontaminasi atau transfusi darah dari donor yang terinfeksi.

Virus Epstein-Barr menyerang sel-sel darah putih, terutama sel-sel limfosit B, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Infeksi ini menyebabkan respons kekebalan tubuh yang kuat, yang menghasilkan gejala seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan yang berlebihan. Selain itu, EBV juga dapat menyebabkan pembesaran limpa dan hati.

Faktor risiko untuk penularan EBV dan perkembangan mononukleosis melibatkan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti berbagi cairan tubuh, peralatan makan, atau kontak langsung dengan saliva yang terinfeksi.

Aktivitas fisik yang intens dan penurunan sistem kekebalan tubuh juga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan penyakit ini. Meskipun mononukleosis umumnya dianggap sebagai penyakit yang ringan, dalam beberapa kasus, gejalanya dapat menjadi parah dan memerlukan perhatian medis.

<b>Gejala Penyakit Mononukleosis</b>

Gejala Penyakit Mononukleosis

Penyakit mononukleosis umumnya dimulai secara perlahan dengan rasa lelah dan rasa sakit umum seperti sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Lalu, sakit tenggorokan perlahan bertambah parah. Amandel pun menjadi bengkak dan muncul lapisan kuning keputihan. Seringkali, kelenjar getah bening di leher membengkak dan nyeri. Ruam berwarna merah muda seperti campak juga dapat muncul, dan lebih mungkin akan terjadi jika Anda mengonsumsi obat ampisilin atau amoksisilin untuk infeksi tenggorokan.

Gejala penyakit mononukleosis dapat bervariasi dari ringan hingga parah. Berikut beberapa tanda dan gejala umum yang dapat muncul menandai penyakit ini:

1. Demam: Peningkatan suhu tubuh yang dapat disertai dengan menggigil.

2. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening: Terutama di leher dan ketiak. Kelenjar getah bening yang terinfeksi dapat terasa lunak atau nyeri saat disentuh.

3. Kelelahan yang Berlebihan: Kelelahan yang tidak wajar dan berlanjut, bahkan setelah istirahat yang cukup.

4. Nyeri Tenggorokan: Nyeri dan kemerahan pada tenggorokan, seringkali disertai dengan pembengkakan amandel.

5. Pembengkakan Limpa dan Hati: Pada beberapa kasus, dapat terjadi pembesaran limpa (organ limfatik) dan hati.

6. Ruam Kulit: Meskipun tidak selalu terjadi, beberapa orang mungkin mengalami ruam kulit.

7. Sakit Kepala dan Nyeri Otot: Gejala umum seperti sakit kepala dan nyeri otot atau sendi.

8. Hilangnya Nafsu Makan: Beberapa orang mungkin mengalami hilangnya nafsu makan atau perubahan selera makan.

9. Tekanan di Daerah Abdomen: Pada kasus yang jarang terjadi, seseorang dapat merasakan tekanan di daerah abdomen karena pembesaran hati atau limpa.

Gejala mononukleosis biasanya muncul satu hingga dua bulan setelah terinfeksi virus Epstein-Barr. Penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang yang terinfeksi EBV akan mengalami gejala, dan beberapa mungkin menjadi pembawa virus tanpa menunjukkan tanda-tanda penyakit.

<b>Komplikasi Penyakit Mononukleosis</b>

Komplikasi Penyakit Mononukleosis

Komplikasi mononukleosis terkadang merupakan kondisi yang serius. Berikut beberapa kemungkinan jenis komplikasi yang dapat terjadi;

1. Pembengkakan Limpa (Splenomegali)

Limpa yang membesar adalah komplikasi umum mononukleosis. Pada beberapa kasus, limpa yang sangat besar dapat menyebabkan nyeri di bagian kiri atas perut dan, dalam kasus yang jarang, pecahnya limpa yang dapat menjadi keadaan darurat medis.

2. Kerusakan Hati

Pada beberapa orang, virus EBV dapat menyebabkan peradangan hati (hepatitis), yang dapat menimbulkan gejala seperti kuning pada kulit dan mata (jaundice), nyeri perut, dan peningkatan enzim hati.

3. Penyakit Neurologis

Meskipun langka, mononukleosis dapat terkait dengan komplikasi neurologis seperti meningitis atau ensefalitis, yang dapat menyebabkan sakit kepala, kejang, atau perubahan perilaku.

4. Pneumonia

Pada beberapa kasus, mononukleosis dapat menyebabkan infeksi paru-paru atau pneumonia.

5. Kerusakan Tonsil

Infeksi dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan tonsil, dan dalam beberapa kasus, dapat terjadi pembentukan abses pada tonsil.

6. Reaktivasi Virus Epstein-Barr

Meskipun jarang, virus EBV dapat bereaktivasi pada masa mendatang, terutama pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

7. Sindrom Kelelahan Kronis

Beberapa orang melaporkan mengalami kelelahan yang berkepanjangan setelah infeksi mononukleosis. Meskipun belum sepenuhnya dipahami, beberapa kasus sindrom kelelahan kronis telah terkait dengan infeksi EBV.

Penting untuk diingat bahwa komplikasi-komplikasi ini relatif jarang terjadi, dan sebagian besar orang dengan mononukleosis pulih sepenuhnya tanpa pengaruh jangka panjang. Namun, jika seseorang mengalami gejala yang mencurigakan, segera cari bantuan medis untuk evaluasi dan perawatan yang tepat.

<b>Cara Mengobati Penyakit Mononukleosis</b>

Cara Mengobati Penyakit Mononukleosis

Penyakit mononukleosis umumnya tidak memiliki pengobatan khusus dan akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Terapi lebih berfokus pada meredakan gejala dan mendukung tubuh dalam melawan infeksi. Berikut adalah beberapa cara umum yang dapat membantu mengelola penyakit mononukleosis:

Istirahat Cukup - Istirahat yang cukup sangat penting untuk membantu tubuh pulih dan melawan infeksi. Hindari aktivitas fisik yang berlebihan selama masa penyakit.

Konsumsi Cairan yang Adekuat - Minumlah banyak cairan, seperti air, jus, dan kaldu, untuk mencegah dehidrasi dan membantu melawan gejala seperti demam.

Berkumur Air Garam - Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meredakan nyeri tenggorokan.

Penggunaan Obat Simtomatik - Obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan mengurangi demam. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan profesional kesehatan sebelum mengonsumsi obat, terutama jika ada kondisi kesehatan lain atau penggunaan obat lain.

Pemantauan oleh Profesional Kesehatan - Segera berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan jika gejala berlanjut atau memburuk, atau jika ada tanda-tanda komplikasi seperti pembengkakan yang parah, kesulitan bernapas, atau nyeri abdomen yang intens.
Hindari Aktivitas yang Berpotensi

Membahayakan Limpa - Jika terdapat pembesaran limpa, hindari aktivitas yang dapat menyebabkan tekanan pada limpa, seperti olahraga kontak atau aktivitas fisik yang berlebihan.

Makan Makanan Sehat - Asupan makanan yang sehat dapat membantu tubuh memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk memerangi infeksi. Pilih makanan yang mudah dicerna.

Penting untuk mendiskusikan rencana perawatan dan gejala Anda dengan profesional kesehatan. Meskipun mononukleosis umumnya sembuh dengan sendirinya, ada situasi tertentu di mana perawatan medis lebih intensif mungkin diperlukan, terutama jika ada komplikasi yang berkembang. Selalu ikuti petunjuk dan saran dari dokter atau profesional kesehatan Anda.

Mengenal Demam Kelenjar dan Gejalanya yang Penting Diketahui
Mengenal Demam Kelenjar dan Gejalanya yang Penting Diketahui

Demam kelenjar disebabkan oleh infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang termasuk dalam keluarga herpesvirus.

Baca Selengkapnya icon-hand
Cara Melindungi Diri dari Infeksi HIV/AIDS, Wajib Diketahui sejak Dini
Cara Melindungi Diri dari Infeksi HIV/AIDS, Wajib Diketahui sejak Dini

HIV/AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HIV. Penyakit ini akan tinggal selamanya di dalam tubuh dan dapat menular melalui beberapa cara.

Baca Selengkapnya icon-hand
Waspadai Penyebab Penyakit Herpes Kulit, Bisa Menular Melalui Kontak Kulit
Waspadai Penyebab Penyakit Herpes Kulit, Bisa Menular Melalui Kontak Kulit

Herpes merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan munculnya lepuhan berwarna kemerahan berisi cairan pada kulit.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Anak, Begini Cara Mengatasinya
Gejala Infeksi Saluran Kemih pada Anak, Begini Cara Mengatasinya

Infeksi saluran kemih (ISK) pada anak adalah kondisi dimana bakteri, virus, atau jamur menginfeksi bagian saluran kemih.

Baca Selengkapnya icon-hand
Viral Aipda Ambarita Beri Penjelasan pada Pemuda Pelanggar Hukum, Tak Pentingkan Usia akan Tetap Diadili 'Jadilah Kau Gwencanayo'
Viral Aipda Ambarita Beri Penjelasan pada Pemuda Pelanggar Hukum, Tak Pentingkan Usia akan Tetap Diadili 'Jadilah Kau Gwencanayo'

Aksinya ini sontak viral menjadi sorotan karena terselip sebuah kata yang akhir-akhir ini kerap terdengar di kalangan masyarakat. Seperti apa momennya?

Baca Selengkapnya icon-hand
Bentuk Virus, Ukuran, dan Komposisi Kimiawinya yang Menarik Dipelajari
Bentuk Virus, Ukuran, dan Komposisi Kimiawinya yang Menarik Dipelajari

Virus dapat bertindak sebagai agen penyakit dan agen pewaris sifat.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Japanese Encephalitis, Penyakit Berbahaya Akibat Gigitan Nyamuk
Mengenal Japanese Encephalitis, Penyakit Berbahaya Akibat Gigitan Nyamuk

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini bisa menyebabkan radang otak yang berakibat fatal, bahkan hingga kematian.

Baca Selengkapnya icon-hand
Geger Virus Nipah, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Geger Virus Nipah, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Virus Nipah telah menyebabkan dua orang meninggal di wilayah Kerala, India. Virus Nipah adalah jenis virus zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengenal Vaksin HPV: Tujuan, Jenis, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya
Mengenal Vaksin HPV: Tujuan, Jenis, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya

Vaksin HPV merupakan vaksin untuk mencegah infeksi human papillomavirus (HPV). Vaksin HPV mengandung protein yang dibuat menyerupai virus HPV.

Baca Selengkapnya icon-hand