Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Makna Lebaran Ketupat, Simbol Kebersamaan dan Kasih Sayang

Mengenal Makna Lebaran Ketupat, Simbol Kebersamaan dan Kasih Sayang Ilustrasi ketupat. © iStock

Merdeka.com - Idul Fitri merupakan hari raya kemenangan yang dirayakan oleh seluruh umat Islam di dunia. Hari Raya ini selalu disambut secara meriah oleh umat islam yang sebelumnya telah melaksanakan kewajiban puasa Ramadan selama sebulan penuh.

Sementara itu, masyarakat Jawa khususnya Jawa Timur memiliki lebaran lain selain Idul Fitri, yakni Lebaran Ketupat. Jika Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal, Lebaran Ketupat dilaksanakan sepekan setelahnya.

Awal Mula Lebaran Ketupat

ilustrasi ketupat

©Shutterstock/Andrew L

Dikutip dari nu.or.id, Lebaran Ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Kepada masyarakat Jawa dikenalkannya dua istilah Bakda, yakni Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

Bakda Lebaran dipahami sebagai prosesi pelaksanaan shalat Ied tanggal 1 Syawal. Termasuk tradisi saling berkunjung antartetangga maupun antarsaudara untuk tujuan saling memaafkan. Sedangkan Bakda Kupat dilaksanakan sepekan setelah Bakda Lebaran. Pada hari itu, masyarakat muslim Jawa umumnya membuat ketupat.

Penyelenggaraan Lebaran Ketupat

004 tantri setyorini

© iStock

Lebaran Ketupat dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal. Hari di mana berakhirnya puasa Syawal selama 6 hari. Puasa di enam hari pada bulan Syawal ini merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dalam pelaksanaannya, setiap daerah atau lingkungan sosial tertentu di masyarakat memiliki kebijakan berbeda-beda. Di satu sisi, masing-masing orang yang telah memasak ketupat dan sayur mengantarkannya kepada kerabat terdekat serta kepada orang-orang yang lebih tua.

Namun, ada pula yang dalam penyelenggaraannya masyarakat di satu lingkungan berkumpul menjadi satu untuk makan ketupat bersama-sama. Setelah sebelumnya mendengar kajian tentang keislaman yang disampaikan kiai setempat.

Macam-macam Ketupat

opor

©iStock

Ketupat adalah simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang. Dalam tradisi masyarakat Jawa, ada bermacam-macam bentuk ketupat. Masing-masing daerah memiliki arti dan maksud tersendiri terkait ketupat yang mereka buat.

Di antaranya ada Ketupat Bawang khas Madura. Ketupat ini dianggap sebagai ketupat penyedap, sebagaimana bawang yang merupakan bumbu penyedap untuk masakan.

Masyarakat Tegal mengenal Ketupat Glabed. Arti dari Ketupat Glabed adalah ketupat yang dimakan dengan kuah berwarna kuning kental. Penamaan ketupat ini berasal dari ucapan orang Tegal yang mengekspresikan kekentalan kuah ketupat tersebut dengan istilah Glabed-glabed-glabed!.

Selain itu, ada Ketupat Bebanci khas Betawi. Ketupat ini disantap dengan kuah santan berisi daging sapi yang telah diberi berbagai macam bumbu seperti kemiri, bawang merah, bawang putih, cabai, dan rempah-rempah.

Makna dari Kata Ketupat

005 tantri setyorini

©Shutterstock

Istilah ketupat memiliki makna tersendiri. Ketupat atau Kupat berasal dari istilah dalam bahasa Jawa yakni “ngaku lepat” atau mengaku salah.

Prosesi mengakui kesalahan pada umumnya diimplementasikan dengan tradisi sungkeman. Anak bersimpuh untuk memohon maaf kepada orang tuanya.

Tradisi sungkeman sekaligus sebagai ajang pembelajaran diri untuk memahami pentingnya menghormati orang tua, tidak sombong kepada mereka serta senantiasa mengharap ridho dan bimbingannya.

Bukti Cinta dan Kasih Sayang

anak

©favim.com

Tradisi sungkeman adalah bukti cinta dan kasih sayang anak kepada orang tuanya maupun sebaliknya. Selain saling memaafkan dalam keluarga, ketupat juga menjadi simbol saling memohon maaf antartetangga.

Dikutip dari nu.or.id, umat Islam dituntun untuk  mau mengakui kesalahan dan saling memaafkan dengan penuh keikhlasan yang disimbolkan dengan ketupat tersebut.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP