Mengejutkan, 61 Persen Nakes di Dunia Tak Bersihkan Tangan dengan Benar Sebabkan Ini

Selasa, 27 September 2022 11:53 Reporter : Rizka Nur Laily M
Mengejutkan, 61 Persen Nakes di Dunia Tak Bersihkan Tangan dengan Benar Sebabkan Ini Ilustrasi cuci tangan. ©Shutterstock/Subbotina Anna

Merdeka.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data yang menyatakan bahwa 61% tenaga kesehatan di seluruh dunia tidak membersihkan tangan secara benar. Hal ini menyebabkan kematian pada 16 juta pasien akibat Hospital Associated Infection (HAI).

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan, perusahaan alat kesehatan B. Braun Indonesia berkolaborasi dengan Pengurus Pusat Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendalian Infeksi Indonesia (HIPPII) menggelar webinar internasional dengan topik “Hand Hygiene Programme in Healthcare Facility” pada Sabtu, (24/9/2022).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.500 peserta dari beragam instansi kesehatan. Hadir sebagai pembicara dalam webinar tersebut yakni Dr. Ns. Elis Puji Utami, S. Kep., MPH., FISQua.

Ketua HIPPI ini menjelaskan Peningkatan Mutu Eksternal Rumah Sakit pada Program Kebersihan Tangan dapat membantu pengendalian infeksi di fasilitas kesehatan.

“Mutu eksternal digunakan untuk menilai mutu pelayanan di Rumah Sakit. Gambaran mutu
pelayanan Rumah Sakit, dapat dilihat dari ada tidaknya monitoring implementasi kepatuhan
kebersihan tangan,” terangnya.

Untuk itu, peran pimpinan Rumah Sakit sangat penting untuk mengawasi dan memastikan praktik kebersihan tangan di lingkungan Rumah Sakit, dijalankan dengan tepat dan berkelanjutan.

2 dari 3 halaman

Kepatuhan Tenaga Kesehatan

ilustrasi cuci tangan 20 detik
©2021 Merdeka.com/pixabay

Product Manager of Infection Prevention dari B. Braun Indonesia, F. Sales Saputro menuturkan, infeksi di fasilitas kesehatan sering kali berkaitan dengan kepatuhan tenaga kesehatan dalam melaksanakan hand hygiene. Semakin rendah angka kepatuhan hand hygiene, menyebabkan semakin tingginya angka kejadian HAI.

“HAI dapat dicegah sampai dengan 50% hanya dengan melakukan hand hygiene secara benar dan konsisten,” ujar Sales, mengutip dari rilis pers yang diterima merdeka.com, Senin (26/9).

Untuk itu, lanjut dia, dibutuhkan strategi khusus di tingkat manajemen Rumah Sakit dan didukung dengan penggunaan produk hand hygiene berkualitas. Produk berkualitas yang dimaksud adalah produk yang secara efikasi sudah memenuhi standar internasional dan nyaman digunakan sehari-hari oleh tenaga kesehatan.

3 dari 3 halaman

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi

Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan upaya untuk memastikan perlindungan kepada setiap orang terhadap kemungkinan tertular infeksi.

Baik pada saat menerima pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan maupun dari komunitas masyarakat secara umum.

Kolaborasi antara B. Braun Indonesia dengan HIPPII diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih besar dan luas bagi para praktisi kesehatan.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini