Walaupun terlihat sederhana, namun rasanya mewah.
Selain nasi tiwul, Kabupaten Trenggalek punya kuliner lain yang tak kalah menarik untuk dicicipi, yaitu nasi gegok. Yang menjadi ciri khas dari makanan ini adalah rasa pedas dari ikan terinya.
Masyarakat meyakini rasa pedas dari nasi gegok dapat mengobati hidung yang tersumbat akibat flu dan menghilangkan rasa pusing.
Dilansir dari Trenggalekkab.go.id, nasi gegok sudah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Trenggalek, khususnya bagi mereka yang tinggal di Kecamatan Bendungan. Harganya cukup murah. Satu bungkusnya hanya Rp2.000.
Advertisement
Dilansir dari Liputan6.com, kuliner Nasi Gegok muncul dilatarbelakangi karena keluh kesah masyarakat Trenggalek yang mayoritas petani.
Saat mereka bekerja di sawah maupun kebun, mereka membawa bekal dari rumah namun makanan itu selalu cepat basi.
Oleh karena itu, makanan yang mereka bawa kemudian selalu dibungkus daun pisang. Nama “gegok” sendiri merupakan singkatan dari “ganeman godong gedang” yang berarti bungkusan daun pisang.
Nasi gegok merupakan kuliner nasi yang dicampur ikan. Setelah itu nasi gegok dibungkus daun pisang lalu dikukus selama kurang lebih 30 menit, hingga nasinya bertekstur lembut.
Foto: YouTube Dyodoran
Advertisement
Proses pembuatan nasi gegok sebenarnya tidak sulit. Tapi butuh keahlian khusus. Setiap proses pembuatannya dilakukan dengan teliti.
Setelah bahan-bahan disiapkan, nasi dan isinya dibungkus rapat dalam daun pisang yang telah dicuci bersih. Proses inilah yang membuat hidangan nasi memiliki tampilan yang unik.
Advertisement
Kuliner Favorit Gubernur Jatim
Salah satu orang yang menyukai nasi gegok adalah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam sebuah postingan di Instagram pribadinya, ia mengunggah foto saat menyantap sarapan nasi gegok Trenggalek.
“Salah satu alasan kenapa tinggal di Jawa Timur itu merupakan sebuah keberuntungan adalah semua kulinernya yang wueennaak. Meski sederhana tapi rasanya mewah? Betul?” tulis Kofifah dalam caption postingannya.
Foto: YouTube Dyodoran