Mbah Mangku Djati, Putra Mahkota Kerajaan Majapahit yang Jadi Pejuang Islam di Malang
Merdeka.com - Mbah Mangku Djati atau Syeh Maulana Rosidul Ibad Al Majafia merupakan seorang pejuang islam di daerah Malang. Ia disebut-sebut sebagai putra mahkota Kerajaan Majapahit yang melakukan babat alas alias membuka lahan di kawasan setempat.
Dikutip dari ngalam.co, pengikut Waliyullah yang juga punya sebutan RM. Partowirjo itu tidak hanya berasal dari daerah Pakis Malang, tetapi juga dari daerah-daerah di sekitarnya.
Kini, makam Mbah Mangku Djati di Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikeramatkan. Masyarakat setempat memercayai cerita tentang kebijaksanaan Mbah Mangku Djati di masa silam masih membawa tuah hingga hari ini.
Letak Makam

©2020 Merdeka.com/Youtube Alfatih Terapis Dan Herbalis
Makam Mbah Mangku Djati terletak di ujung jalan kecil yang berada di sebelah SD Negeri Pakiskembar 1, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Dari jalan raya utama, jaraknya sekitar 300 meter. Luas halaman makamnya berukuran 10x7 meter.
Belum ada data lengkap dan valid yang menjelaskan tentang biografi Waliyullah tersebut. Meski demikian, cerita tutur yang berkembang di masyarakat setempat bisa dijadikan rujukan sejarah. Berdasarkan sejarah lisan masyarakat setempat. Mbah Mangku Djati merupakan putra mahkota Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke Malang dengan tujuan bersembunyi.
Putra mahkota yang juga pejuang Islam ini akhirnya melakukan syiar keagamaan di kawasan persembunyiannya. Diyakini, Mbah Mangku Djati hidup di masa 1500-an masehi.
Bukti Kuat

©2020 Merdeka.com/Youtube Alfatih Terapis Dan Herbalis
Cerita tutur yang diyakini masyarakat setempat itu dikuatkan dengan sejarah Kerajaan Majapahit. Kerajaan yang berpusat di Trowulan Mojokerto itu berjaya mulai tahun 1293 Masehi. Pada prasasti yang menempel di dinding cungkup bagian dalam yang memagari makam, disebutkan Mbah Mangku Djati meninggal pada Selasa Wage Robiul Awal, 7 Juli 1616 Masehi.
Oleh karena itu, ia diyakini sebagai putra mahkota Kerajaan Majapahit. Pasalnya, di masa tahun 1500-an, kerajaan Hindu-Buddha itulah yang terakhir menguasai Nusantara.
Wafatnya Raja Hayam Wuruk menyebabkan kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Tak lama kemudian, kerajaan mengalami masa kemunduran akibat konflik internal yang dilatarbelakangi oleh perebutan kekuasaan antar-ahli waris.
Perang saudara pada tahun 1405-1406 itulah yang diyakini melatarbelakangi Mbah Mangku Djati meninggalkan Kerajaan Majapahit. Ia diduga sengaja melarikan diri demi menghindari fitnah atau kemungkinan buruk lain.
Perkembangan Islam di Malang

©2020 Merdeka.com/Youtube Alfatih Terapis Dan Herbalis
Sosok Mbah Mangku Djati tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Islam di daerah Malang pada 3,5 abad silam. Masyarakat Pakis dan sekitarnya banyak yang mendalami ilmu keislaman pada beliau.
Tak heran, jika makamnya yang berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dikeramatkan oleh masyarakat setempat.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya