Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Inspiratif Kasiana, Tak Tega Berhentikan Karyawan Meski Penjualan Turun

Kisah Inspiratif Kasiana, Tak Tega Berhentikan Karyawan Meski Penjualan Turun Batik Kediri. ©2020 Merdeka.com/batikkediri.blogspot.com

Merdeka.com - Kasiana (70), seorang pembatik asal Kota Kediri, Jawa Timur tak kehabisan akal untuk menyiasati menurunnya penjualan saat pandemi COVID-19. Pembatik asal Kelurahan Dandangan itu tidak hanya menjual kain batik bermotif khas Kediri, tetapi juga menjual bahan untuk membatik.

Dikutip dari Antara, Kamis (25/6), meskipun sepi pembeli, Kasiana tidak tega jika harus memberhentikan karyawannya. Ia berusaha keras supaya para karyawan tetap bisa berkarya.

Tidak Lakukan PHK

batik kediri

©2020 Merdeka.com/batikkediri.blogspot.com

Kasiana mengaku tidak tega jika tiba-tiba harus memberhentikan para pembatik yang selama ini berkarya bersamanya.

"Pada saat corona, pembeli sepi. Tapi, saya tidak tega kalau harus mengurangi pembatik yang sudah lama ikut saya," kata Kasiana di Kediri, Jatim, Rabu (24/6).

Di saat pandemi seperti ini, penjualan memang tidak seramai hari-hari biasa. Meski demikian, ia tak tega jika harus mengurangi para pembatik yang selama ini membantunya. Kasiana berupaya keras agar mereka tetap berkarya, sehingga ia tidak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja.

Lakukan Inovasi

jokowi mencanting batik garuda nusantara

©2019 Merdeka.com/istimewa

Untuk itu, ia akhirnya menjual bahan untuk membuat batik. Keputusan itu terbukti membuat penjualan tetap laris.

Imbauan untuk tetap berada di rumah saat pandemi COVID-19, membuat warga banyak menghabiskan waktunya di rumah. Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan saat di rumah saja yakni dengan membuat kerajinan batik. Tak heran, jika menjual bahan untuk membatik jadi keputusan tepat.

Beberapa barang yang dijual Kasiana misalnya malam, canting, hingga kain mori untuk bahan membuat kerajinan batik. Ternyata, banyak warga yang berminat.

Terapkan Protokol Kesehatan

batik kediri

©2020 Merdeka.com/batikkediri.blogspot.com

Menurut penjelasan Kasiana, masih banyak pekerja yang bekerja di rumahnya. Namun, ia tetap menerapkan protokol kesehatan saat mereka bekerja, seperti physical distancing.

"Kami juga menerapkan jaga jarak. Biasanya pembatik kan suka mengobrol sambil membatik. Karena corona, para pembatik ada yang mengerjakan di rumah," tambah Ana, sapaan akrab Kariana.

Saat ini pembatik yang bekerja di workshop hanya tiga orang demi mencegah kerumunan. Sementara lainnya bekerja dari rumah. Kendati di rumah, para pekerja tetap produktif dan mendapatkan penghasilan.

Batik Khas Kediri

batik kediri

©2020 Merdeka.com/batikkediri.blogspot.com

Ada banyak motif batik yang diproduksi di usaha batik rumahan milik Kasiana. Misalnya merek Wecono Asri yang bercerita tentang Kota Kediri.

Motifnya antara lain motif Panji Galuh, Jembatan Brawijaya, Kediri Bersemi, dan lain-lain. Palet warna yang dipilih berwarna kontras seperti ungu, hijau, dan merah.

Selain membuat kain batik untuk bahan pakaian, ia juga membuat scarf dan diminati warga asing, salah satunya staf Kedutaan Prancis. Bahkan, produknya sempat diborong untuk dipamerkan di Prancis.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP