Usia senja tak menghentikan langkah Sinta Nuriyah untuk menggelar sahur dan buka puasa keliling ke berbagai daerah di Indonesia. Seperti 24 tahun silam, semangat Sinta selalu membara setiap kali berbicara toleransi beragama.
Advertisement
Mengutip situs NU Online, tragedi Mei 1998 menyadarkan Sinta betapa pentingnya persatuan dan kerukunan di kalangan anak muda Indonesia.
Saat Gus Dur dilantik sebagai Presiden RI pada tahun 1999, Sinta punya ide menggelar sahur bersama pada dhuafa.
Pada Ramadan tahun 2000, ia dengan bantuan berbagai pihak menggelar sahur keliling untuk pertama kalinya. Pada acara sahur keliling, Sinta juga selalu menyelipi dengan dialog pentingnya puasa Ramadan.
Menariknya, sahur keliling yang digagas Sinta tidak hanya ditujukan untuk kaum Muslim. Sinta mengajak dan membuka ruang selebar-lebarnya bagi umat agama-agama lain.
Momen sahur bersama lintas agama itu jadi bentuk nyata toleransi beragama.
“Kalau buka bersama itu kan bersama-sama membatalkan puasa. Kalau sahur artinya bersama-sama mengajak orang berpuasa. Jadi daripada mengajak orang membatalkan puasa, saya memilih mengajak orang puasa,” ujar Sinta, dikutip dari islami.co.
Advertisement
Advertisement
Sejak muda, Sinta terbiasa aktif dalam berbagai kegiatan masyarakat. Aktivitasnya berkegiatan sosial tak mandeg setelah menikah karena Gus Dur selalu mendukungnya. Sinta ialah sosok yang biasa masuk gereja, kelenteng, masjid, pasar untuk menyampaikan betapa pentingnya islam rahmatan lil ‘alamin.
Advertisement
Kini, Sinta tidak hanya menggelar sahur keliling, tetapi juga buka puasa keliling. Pada Senin (25/3/2024) kemarin, ia memfokuskan diri menggelar sahur dan buka bersama di Jawa Timur, tepatnya di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN KHAS Jember, dan Desa Sukogidri Jember.
Shinta Nuriyah menggelar sahur bersama di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (25/3/2024).
Saat ceramah dan dialog kebangsaan, ia menyampaikan hikmah dari Puasa Ramadan. Menurut dia, puasa mengajarkan manusia akhlak dan budi pekerti leluhur.
"Kesabaran, kejujuran, saling tolong menolong, saling menghargai, dan saling mengasihi ialah akhlak dan budi pekerti luhur," jelas Sinta, dikutip dari situs resmi UIN Malang.
Sore harinya, Sinta beranjak ke Jember. Ia menggelar acara buka bersama di Kampung Sukogidri Jember.
Pada kesempatan itu, Sinta memberikan tausiyah tentang kebangsaan, juga kampanye semangat persatuan, kerukunan, persaudaraan dan anti-kekerasan.
"Saya mengajak masyarakat merawat persatuan, kerukunan dan persaudaraan, serta tidak melakukan kekerasan untuk menjaga keutuhan NKRI," jelasnya di Jember, dikutip dari ANTARA.
Advertisement