Masalah Anak-anak SD yang Harus Diperhatikan, Bantu Optimalkan Tumbuh Kembang

Kamis, 29 Juli 2021 09:01 Reporter : Edelweis Lararenjana
Masalah Anak-anak SD yang Harus Diperhatikan, Bantu Optimalkan Tumbuh Kembang ilustrasi anak belajar. © Dailymail.co.uk

Merdeka.com - Anak usia sekolah biasanya adalah anak yang sedang berada pada fase di mana keterampilan motorik mereka sedang berkembang secara signifikan. Namun perlu diketahui bahwa, anak-anak SD juga sudah mulai mengalami permasalahan lain seperti intimidasi, kebutuhan nutrisi, dan juga pendidikan seks.

Bullying di masa kecil dan kekerasan di sekolah dapat memiliki konsekuensi seumur hidup bagi anak-anak SD. Jika anak Anda diintimidasi, tanggapi situasinya dengan serius. Bantu anak membuat rencana untuk menghentikan intimidasi tersebut dan lakukan langkah preventif yang diperlukan.

Dan ketika topik kesehatan anak-anak SD beralih ke pendidikan seks, ingatlah bahwa anak-anak dalam kelompok usia ini tidak membutuhkan satu pun diskusi yang terlalu spesifik. Ikuti saja petunjuk dari anak tentang apa yang perlu dia ketahui, dan kapan waktu yang tepat untuk mengetahuinya.

Penting juga untuk mengetahui mengapa anak-anak SD cenderung sering jatuh sakit dan cara terbaik untuk menghindari penyakit baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan bermain. Berikut selengkapnya mengenai masalah kesehatan anak-anak SD yang patut Anda ketahui sebagai orangtua.

2 dari 4 halaman

Bullying pada Anak-anak SD

Bullying adalah masalah serius di antara banyak anak-anak SD. Sekolah dasar merupakan lingkungan di mana anak terus mengembangkan kemampuan bersosialisasi, mampu mengatur emosi dan mampu memecahkan masalah. Hal ini bisa menjadi tantangan ketika anak-anak mengalami bullying.

Dikutip dari togetheragainstbullying.org, di sekolah dasar peran "pem-bully" dan "korban" seringkali masih nampak kabur. Anak yang sama dapat menjadi korban bullying di suatu hari, dan dapat menampilkan perilaku bullying pada hari berikutnya. Seorang anak mungkin dikucilkan secara sosial oleh satu orang/kelompok tetapi terlibat dalam pergaulan dengan orang/kelompok lain.

Apa yang bisa dilakukan oleh anak-anak SD ini jika mereka diganggu atau dibully?

  • Menjauh: Ini menunjukkan kepada si penindas bahwa perilakunya tidak baik.
  • Cari orang dewasa untuk membantu memecahkan masalah.
  • Beri tahu si penindas bahwa apa yang dia lakukan itu salah dan merupakan perilaku yang tidak disukai.
  • Minta dukungan teman sekelas. Perilaku intimidasi berkurang ketika anak-anak tidak mendukung si penindas.
  • Lawan si penindas.

Sementara itu, sebagai orangtua yang anaknya mengalami bullying, Anda bisa melakukan beberapa hal ini:

  • Bertemu dengan kepala sekolah, guru atau konselor. Tetap jaga komunikasi.
  • Bicarakan dengan anak Anda tentang harinya, teman, waktu makan siang, apa yang dia lakukan di luar dan dengan siapa dia bermain.
  • Ajak anak untuk mengikuti kegiatan ekstra (misalnya olahraga, musik, teater).
  • Hentikan intimidasi ketika Anda melihatnya. Pujilah anak-anak yang berani melawan pengganggu.
  • Berikan contoh yang baik. Bicara positif tentang orang lain. Jadilah inklusif.
3 dari 4 halaman

Perkembangan Fisik pada Anak-anak SD

Anak-anak usia sekolah dasar akan mengembangkan dan memiliki keterampilan motorik. Namun, koordinasi mereka (terutama mata-tangan), daya tahan, keseimbangan, dan kemampuan fisik dapat bervariasi dari satu anak ke anak lainnya, dilansir dari medlineplus.gov.

Keterampilan motorik halus pada anak-anak SD ini juga sangat bervariasi. Keterampilan ini dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk menulis dengan rapi, berpakaian dengan tepat, dan melakukan tugas-tugas tertentu, seperti merapikan tempat tidur atau mencuci piring.

Akan ada perbedaan besar dalam tinggi, berat, dan perawakan tubuh di antara anak-anak pada rentang usia ini. Penting untuk diingat bahwa latar belakang genetik, serta nutrisi dan olahraga, dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.]

Kesadaran akan citra tubuh juga mulai berkembang pada anak-anak SD. Di masa ini pula, kebiasaan-kebiasaan dan gaya hidup dari orangtua dan lingkungan dapat menentukan apakah anak akan tumbuh dengan risiko obesitas dan penyakit tertentu pada usia dewasa.

Anak-anak dalam kelompok usia ini harus mendapatkan 1 jam aktivitas fisik per hari. Terdapat juga perbedaan besar dalam usia di mana anak-anak mulai mengembangkan karakteristik seksual sekunder.

Untuk anak perempuan, karakteristik seks sekunder meliputi perkembangan payudara dan pertumbuhan bulu ketiak dan kemaluan. Sementara untuk anak laki-laki, mereka termasuk pertumbuhan bulu ketiak, dada, dan kemaluan serta pertumbuhan testis dan penis.

4 dari 4 halaman

Perkembangan Perilaku pada Anak-anak SD

Keluhan fisik yang sering seperti sakit tenggorokan, sakit perut, atau nyeri lengan atau kaki adalah tanda bahwa kesadaran tubuh anak di usia ini sedang meningkat. Meskipun seringkali tidak ada bukti fisik untuk keluhan tersebut, keluhan tetap harus diselidiki untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi kesehatan. Tindakan ini juga akan meyakinkan anak bahwa orang tua akan selalu khawatir dan peduli tentang kesejahteraan mereka.

Penerimaan oleh teman sebaya juga menjadi lebih penting selama tahun-tahun usia sekolah dasar. Anak-anak dapat mengambil bagian dalam perilaku tertentu untuk menjadi bagian dari "kelompok". Membicarakan perilaku ini dengan anak akan membuat anak merasa diterima dalam kelompok, tanpa melewati batas standar perilaku keluarga.

Persahabatan pada anak-anak SD cenderung erat terutama dengan anggota berjenis kelamin sama. Kenyataannya, anak-anak usia sekolah dasar seringkali membicarakan tentang lawan jenis sebagai orang yang "aneh" atau "nakal sekali". Sikap negatif terhadap lawan jenis ini nantinya akan berkurang saat mereka mendekati masa remaja.

Berbohong, menyontek, dan mencuri adalah semua contoh perilaku yang mungkin "dicoba" oleh anak-anak SD saat mereka belajar bagaimana menegosiasikan harapan dan aturan yang diberikan kepada mereka oleh keluarga, teman, sekolah, dan masyarakat.

Orang tua harus menangani perilaku ini secara pribadi dengan anak agar teman-teman anak tidak menggoda dan mengejeknya. Orang tua juga harus menunjukkan pengampunan, dan menghukum dengan cara yang tepat terkait dengan perilaku tersebut. Penting bagi anak untuk belajar bagaimana menghadapi kegagalan atau frustrasi tanpa kehilangan harga dirinya.

[edl]
{paging_intro} {paging_nav}
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini