Kanker Serviks Berisiko Tinggi bagi Wanita, Ini Alasan Penting Lakukan Deteksi Dini

Jumat, 20 Mei 2022 13:59 Reporter : Rizka Nur Laily M
Kanker Serviks Berisiko Tinggi bagi Wanita, Ini Alasan Penting Lakukan Deteksi Dini Ilustrasi Kanker Serviks. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kanker serviks termasuk salah satu penyakit yang menyerang perempuan dari berbagai jenjang usia. Di Indonesia, kanker serviks menempati peringkat kedua sebagai jenis kanker paling banyak diderita perempuan Indonesia.

Meskipun termasuk jenis kanker yang mematikan, risiko kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan deteksi dini melalui dukungan inovasi-inovasi skrining berkualitas.

Sayangnya, masyarakat khususnya di negara-negara ekonomi menengah ke bawah masih menjumpai hambatan dalam melakukan deteksi dini kanker serviks.

Berangkat dari kepedulian tersebut, Roche Indonesia menggelar webinar bertajuk “Inovasi Deteksi Dini untuk Meningkatkan Cakupan Skrining Kanker Serviks di Indonesia”.

“Menurut survei global kami, 60 persen masyarakat global masih menghadapi hambatan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dengan berbagai alasan seperti kurangnya informasi, faktor biaya, hingga ketakutan terhadap hasil tes yang positif,” ungkap Director, Country Manager Diagnostics, Roche Indonesia, Ahmed Hassan.

Keterlambatan mendeteksi kanker serviks dapat menurunkan harapan hidup pasien kanker menjadi kurang dari 20 persen.

“Akses lebih luas untuk deteksi dan perawatan kanker serviks yang inovatif menjadi kunci meningkatkan kualitas kesehatan perempuan,” imbuh Ahmed, dalam rilis tertulis yang diterima Merdeka, Kamis (20/5) malam.

2 dari 3 halaman

Pentingnya Deteksi Dini

infografis pentingnya deteksi dini kanker serviks pada perempuan

©2022 Merdeka.com/Dok. Roche Indonesia

Sepanjang tahun 2020, WHO mencatat terdapat 21.003 kasus kematian perempuan di Indonesia karena kanker serviks yang disebabkan infeksi virus Human Pappilomavirus Genital (HPV). Penularan dapat terjadi salah satunya melalui hubungan intim.

Lebih lanjut, meskipun tidak menunjukkan adanya gejala, infeksi dapat berlanjut beberapa tahun setelah terpapar virus HPV.

Salah satu inovasi pengujian kanker serviks adalah cobas® HPV, yang diakui dalam penelitian ATHENA sebagai prediktor superior risiko kanker serviks. Inovasi ini menyederhanakan tahapan skrining pasien dengan menekankan pada tingkat akurasi dan sensitivitas tinggi, sehingga dapat menyaring lebih banyak pasien berpotensi kanker serviks.

Inovasi ini juga memungkinkan tenaga kesehatan profesional mendeteksi 14 virus HPV yang berisiko menyebabkan kanker serviks. Skrining kanker serviks dengan cobas® HPV dapat diakses di laboratorium maupun rumah sakit berbagai daerah di Indonesia.

“Perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual rentan terhadap risiko penularan virus HPV. Deteksi dini dilakukan untuk mencegah keterlambatan penanganan pada kanker serviks. Ada tahapan-tahapan teknis dalam mendeteksi virus HPV melalui tes HPV DNA, seperti skrining pra kanker untuk mengidentifikasi risiko sebelum munculnya gejala, kolposkopi untuk menindaklanjuti tes skrining kanker serviks yang abnormal, dan konfirmasi adanya kanker melalui pengambilan sel dari leher rahim untuk pemeriksaan laboratorium,” tutur Ketua Dewan Penasihat Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia Prof. Dr. dr. Andrijono, SP.OG(K)-Onk.

infografis pentingnya deteksi dini kanker serviks pada perempuan
©2022 Merdeka.com/Dok. Roche Indonesia

3 dari 3 halaman

Tata Laksana Mendukung Inovasi

Salah satu penyintas kanker serviks, Shanty Eka Permana, mengungkapkan bahwa keputusan untuk memeriksakan diri tidak mudah. Selain takut menerima hasil pemeriksaan, ia mengakui minimnya sumber informasi tepercaya dan mudah dipahami menjadi alasan menunda tes.

Oleh karena itu, penyebaran informasi dan akses lebih luas terhadap inovasi deteksi dini kanker serviks menjadi harapan terbesar bagi pasien guna memperoleh pengalaman perawatan sesuai kebutuhan masing-masing.

Untuk mewujudkan akses lebih luas terhadap inovasi deteksi dini, perlu adanya kolaborasi antarlembaga pemerintah, swasta, dan komunitas. Kolaborasi tersebut dapat diperkuat

melalui tata laksana penanggulangan kanker serviks, seperti melalui SK Menkes No. 1163/MenKes/SK/2007, yaitu terbentuknya kelompok kerja pengendalian penyakit kanker leher rahim dan payudara.

“Akses deteksi dini dan perawatan tentu akan menjadi prioritas bagi pemerintah. Terbentuknya kelompok kerja yang saat ini sudah berjalan membawa kami bekerja erat dengan berbagai lembaga swasta maupun masyarakat untuk menyosialisasikan pemahaman dasar mengenai kanker serviks,” terang Koordinator Substansi Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Aldrin Neilwan Pancaputra, Sp.Ak, MARS, M.Biomed, M.Kes, S.H.

Kementerian Kesehatan, kata Aldrin, akan terus melakukan evaluasi berkala terkait perkembangan teknis penyelenggaraan penanggulangan kanker serviks, khususnya dalam deteksi dini.

infografis pentingnya deteksi dini kanker serviks pada perempuan
©2022 Merdeka.com/Dok. Roche Indonesia
[alz]

Baca juga:
Wanita yang Sudah Aktif Secara Seksual juga Bisa Dapat Vaksin HPV, Ini Syaratnya
Pemprov DKI Lanjutkan Vaksinasi HPV Gratis pada Agustus 2022
Cara Mencegah dan Mengobati Kanker Serviks
Mekanisme Vaksinasi Kanker Serviks Gratis untuk Siswa Kelas 5 dan 6 SD
Kemenkes Tegaskan Vaksin Kanker Serviks Gratis untuk Siswa Kelas 5 dan 6 SD
Menkes Pastikan Vaksinasi Kanker Serviks Gratis Tahun Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini