Jual HP Rusak Rp10 Ribu untuk Beli Beras, Alasan Bapak 7 Anak Ini Bikin Haru
Merdeka.com - Sebuah postingan dari pengacara kondang Hotman Paris, memantik rasa iba warganet yang melihatnya. Hotman mengunggah sebuah seorang bapak dan anaknya yang diketahui menjual ponsel rusak seharga Rp10 ribu, demi menghidupi keluarganya.
"Ini di Batam, tolong pengusaha Batam kasih bantuan!!! 10 kg beras akan berarti bagi mereka," tulis Hotman kepada pengikutnya di media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata alasan bapak tujuh orang anak ini sukses membuat warganet ikut bersedih.
Konfirmasi Kebenaran Berita
Karena unggahan tersebut, Dirkrimum Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto, tergugah dan mengonfirmasi apakah unggahan tersebut benar adanya. Dikatakan, keluarga Ason, pria yang menjual HP itu, sudah berkeliling untuk menjual HP rusaknya. Ason hanya membandrol HP rusaknya seharga Rp10 ribu demi dapat membeli beras untuk memberi makan keluarga dan anak-anaknya.
"Saya dapat share dari teman di-mention ada status Hotman Paris di IG (Instagram) dan berita di media lokal Batam, yang kasih saya mention itu teman sekolah dari Jakarta, minta tolong dicek dong benar tidak ini beritanya," kata Kombes Arie saat dihubungi, Kamis (16/4) malam.
Langsung Mendatangi Kediaman Ason
Arie langsung tancap gas bersama beberapa anggota polisi dan mencari tahu keberadaan Bapak Ason dan kediamannya. Usai mendapat info, diketahui bahwa mereka tinggal di daerah Batu Aji, Desa Gulung.
"Saya kunjungi langsung siang tadi, berangkat dan setelah sampai keadaanya cukup memprihatinkan dan handphone itu masih ada tetapi rusak yang dijual Rp 10 ribu," tutur Kombes Arie iba.
Arie mengaku tak bisa berkata banyak saat melihat kondisi mereka. Diketahui Ason tinggal sudah cukup lama di Batam dan harus menghidupi istri dan tujuh orang anak.
"Saya tak bisa beri apa-apa tadi, karena mendadak jadi ada ya tetapi sedikit," lanjut Kombes Arie.
Keadaan Anak-Anak
Kombes Arie menceritakan, dua dari tujuh anak Ason, masih remaja, mereka semua putus sekolah. Arie menceritakan, pendidikan terakhir anak-anak Ason hanya sampai bangku SMP.
Pilunya lagi, salah satu anaknya yang terbilang masih kecil adalah menyandang disabilitas. Keterbatasan keluarga Ason ini menyentuh hati banyak orang.
Dulunya Pekerja Serabutan di Bengkel Las
Menurut Kombes Arie, Ason dulunya adalah seorang pekerja serabutan di bengkel las. Namun karena fisik yang semakin lemah, dia sering sakit-sakitan, dan menderita muntah darah.
Penderitaan Ason menjadi lebih berat seiring pandemi Covid-19. Tidak ada yang mau mempekerjakannya untuk saat ini. Sehingga terpaksa di rumah saja dan tidak ada pemasukan untuk makan sehari-hari.
Istrinya Seorang Buruh Cuci
Kombes Arie pun menceritakan jika istri Ason hanyalah seorang buruh cuci. Tidak banyak pemasukannya dan diperparah dengan situasi saat ini.
Kombes Arie berharap, Bapak Ason dan keluarga mendapat bantuan sosial tunai pemerintah seiring masa tanggap darurat penanganan Covid-19. Dengan begitu, Kombes Arie meyakini, beban ekonomi keluarga malang ini bisa terbantu.
"Saya dengar akan ada bantuan dari pemerintah, taetapi sepertinya keluarga Bapak Ason belum terdata karena tempat tinggalnya ini dipinjamkan bukan atas namanya, jadi saya berdoa semoga Bapak Ason bisa mendapat bantuan tersebut," tandas Kombes Arie.
(mdk/asr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya