Jenis Gangguan Sistem Pencernaan yang Perlu Diketahui, Obati Segera
Merdeka.com - Penting untuk mengetahui apa saja jenis gangguan sistem pencernaan agar Anda dapat mengupayakan pengobatan yang tepat untuk mengatasinya. Banyak orang mengalami masalah perut yang disebabkan oleh beberapa alasan. Kondisi gangguan sistem pencernaan bisa saja terjadi akibat kebiasaan makan yang buruk, atau masalah-masalah umum lainnya.
Saluran gastrointestinal (GI) terdiri dari mulut, lambung, dan usus. Bersama dengan hati, kantong empedu, dan pankreas, organ-organ ini bekerja sama untuk menyerap nutrisi dan membuang limbah. Gangguan pada proses ini dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari kram hingga muntah.
Kebanyakan jenis gangguan sistem pencernaan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, ada juga beberapa di antaranya yang dapat menimbulkan sedikit risiko komplikasi. Lantas, apa saja jenis gangguan sistem pencernaan tersebut? Berikut ulasan selengkapnya, dilansir dari laman medicalnewstoday.com dan everydayhealth.com.
1. Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)
Jenis gangguan sistem pencernaan yang pertama adalah penyakit Refluks Gastroesofageal atau GERD. Saat asam lambung kembali ke kerongkongan, di mana kondisi ini dikenal dengan sebutan refluks asam, Anda akan merasakan sakit yang membakar di tengah dada.
Adalah hal yang umum bagi orang-orang untuk mengalami refluks asam dan mulas sesekali. Namun apabila gejala tersebut muncul setidaknya dua kali seminggu dan bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari, hal tersebut dapat menjadi pertanda GERD.
Terlebih jika Anda mengalami mulas terus-menerus, bau mulut, erosi gigi, mual, nyeri di dada atau bagian atas perut atau mengalami kesulitan menelan atau bernapas, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.
GERD memang bisa diatasi dengan cara menghindari makanan dan minuman yang memicu gejalanya dan/atau mengonsumsi antasida yang dijual bebas atau obat lain yang mengurangi produksi asam lambung dan radang kerongkongan.
Selain itu, perubahan gaya hidup seperti meninggikan kepala tempat tidur, tidak berbaring setelah makan, menghindari pakaian ketat, dan berhenti merokok juga dapat membantu. Namun, beberapa kasus penyakit GERD memerlukan perawatan yang lebih kuat, seperti pengobatan dokter ahli hingga operasi atau pembedahan.
2. Batu Empedu
Jenis gangguan sistem pencernaan yang kedua adalah penyakit batu empedu. Batu empedu adalah endapan keras yang terbentuk di kantong empedu, yaitu kantung kecil berbentuk buah pir yang menyimpan dan mengeluarkan empedu untuk pencernaan.
Batu empedu dapat terbentuk ketika ada terlalu banyak kolesterol atau limbah dalam empedu Anda, atau jika kantong empedu tidak mengosongkan diri dengan benar. Ketika batu empedu menghalangi saluran yang mengarah dari kantong empedu ke usus, mereka dapat menyebabkan rasa sakit yang tajam di perut kanan atas.
Ada obat-obatan yang memang bisa melarutkan batu empedu, tetapi jika obat-obatan tidak berhasil, langkah selanjutnya adalah menjalani operasi untuk mengangkat kantong empedu.
3. Penyakit Celiac
Jenis gangguan sistem pencernaan yang ketiga adalah penyakit Celiac. Penyakit celiac adalah kepekaan tubuh yang serius terhadap gluten, sebuah protein yang ditemukan dalam gandum, gandum hitam, dan jelai.
Saat orang yang mengidap celiac mengonsumsi gluten, sistem kekebalan mereka akan menyerang dirinya sendiri. Kondisi ini dapat merusak vili, yakni tonjolan seperti jari di usus kecil yang membantu menyerap nutrisi dari makanan yang Anda makan.
Pada anak-anak, gejala penyakit ini termasuk sakit perut dan kembung, diare, sembelit, muntah, dan penurunan berat badan. Gejala pada orang dewasa juga dapat mencakup anemia, kelelahan, keropos tulang, depresi, dan kejang.
Meski demikian, beberapa orang mungkin tidak akan merasakan gejala apapun. Satu-satunya pengobatan untuk penyakit celiac adalah menghindari makan gluten secara 100%. Alternatif umum yang bisa Anda pilih untuk menggantikan gluten adalah beras merah, quinoa, lentil, tepung kedelai, tepung jagung, dan bayam.
4. Penyakit Crohn
Jenis gangguan sistem pencernaan yang keempat adalah penyakit Crohn. Penyakit Crohn merupakan bagian dari sekelompok kondisi pencernaan yang disebut penyakit radang usus (IBD). Crohn dapat mempengaruhi setiap bagian dari saluran pencernaan tetapi paling sering mempengaruhi ileum terminal, yang menghubungkan ujung usus kecil dan awal usus besar.
Hingga saat ini, dokter dan para ahli masih belum dapat menemukan penyebab pasti dari penyakit ini. Tetapi diperkirakan bahwa genetika dan riwayat keluarga mungkin berperan sebagai faktor pemicunya. Gejala penyakit Crohn yang paling umum adalah sakit perut, diare, pendarahan dubur, penurunan berat badan, dan demam.
Pengobatan penyakit ini tergantung pada gejalanya dan dapat mencakup pereda nyeri topikal, imunosupresan, dan pembedahan. Menghindari makanan pemicu seperti produk susu, minuman berkarbonasi, alkohol, kopi, buah dan sayuran mentah, daging merah, dan makanan yang berlemak, digoreng, pedas, atau penghasil gas juga dapat membantu mencegah flare.
5. Kolitis Ulserativa
Jenis gangguan sistem pencernaan yang kelima adalah kolitis ulserativa. Kolitis ulserativa adalah penyakit radang usus lain yang dapat mempengaruhi kondisi saluran cerna. Gejala kolitis ulserativa sangat mirip dengan gejala Crohn, tetapi bagian dari saluran pencernaan yang terkena hanya usus besar saja.
Jika sistem kekebalan tubuh Anda salah mengira makanan atau bahan lain sebagai serangan, luka atau bisul akan berkembang di lapisan usus besar. Jika Anda mengalami buang air besar yang sering dan mendesak, nyeri dengan diare, darah di tinja, atau kram perut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Obat-obatan dapat menekan peradangan, dan menghilangkan makanan yang menyebabkan ketidaknyamanan juga dapat membantu mengatasi penyakit ini. Dalam kasus yang parah, pengobatan untuk kolitis ulserativa mungkin melibatkan pembedahan untuk mengangkat usus besar.
6. Sindrom Iritasi Usus Besar
Jenis gangguan sistem pencernaan yang keenam adalah Sindrom Iritasi Usus Besar. Apakah saluran pencernaan Anda mudah sakit? Atau apakah Anda mengalami sakit perut atau ketidaknyamanan setidaknya tiga kali sebulan belakangan ini? Hal-hal tersebut bisa jadi adalah sindrom iritasi usus besar (IBS).
Tanda-tanda penyakit IBS dapat sangat bervariasi dari mulai memiliki tinja yang keras dan kering suatu hari hingga tinja yang encer dan berair di hari lain. Kembung juga merupakan gejala IBS.
Apa yang menjadi penyebab IBS masih belum diketahui, tetapi pengobatan untuk penyakit ini meliputi diet, seperti makan makanan rendah lemak, tinggi serat dan menghindari makanan pemicu umum (produk susu, alkohol, kafein, pemanis buatan, dan makanan yang menghasilkan gas).
7. Wasir
Jenis gangguan sistem pencernaan yang ketujuh adalah wasir. Keluarnya darah saat Anda buang air besar bisa menjadi tanda wasir, dan hal ini adalah jenis gangguan sistem pencernaan yang sangat umum.
Wasir adalah kondisi peradangan pada pembuluh darah di ujung saluran pencernaan yang bisa terasa sakit dan gatal. Penyebabnya antara lain sembelit kronis, diare, mengejan saat buang air besar, dan kekurangan serat dalam makanan.
Anda bisa mengobati wasir dengan makan lebih banyak serat, minum lebih banyak air, dan berolahraga. Krim dan supositoria yang dijual bebas juga dapat meredakan gejala wasir untuk sementara.
8. Divertikulitis
Jenis gangguan sistem pencernaan yang selanjutnya adalah divertikulitis. Kantung kecil yang disebut divertikula dapat terbentuk di mana saja ada titik lemah di lapisan sistem pencernaan Anda. Tetapi, ia paling sering ditemukan di usus besar.
Jika Anda memiliki divertikula tetapi tidak ada gejala, kondisi ini disebut divertikulosis, yang cukup umum di antara orang dewasa yang lebih tua dan jarang menyebabkan masalah. Orang-orang pada usia 50 tahun rentan untuk mengalami divertikulosis, menurut American Gastroenterological Association.
Pada sekitar 5 persen orang-orang yang terkena, kantong akan menjadi meradang atau terinfeksi, suatu kondisi yang disebut divertikulitis. Gejalanya meliputi demam, menggigil, mual, dan sakit perut. Obesitas merupakan faktor risiko utama untuk divertikulitis.
9. Fisura Anus
Jenis gangguan sistem pencernaan yang terakhir adalah fisura anus. Fisura anus adalah robekan kecil berbentuk oval di lapisan paling ujung saluran pencernaan yang disebut anus. Gejalanya mirip dengan wasir, seperti pendarahan dan nyeri setelah buang air besar.
Diet tinggi serat yang membuat tinja Anda terbentuk dengan baik dan besar seringkali merupakan pengobatan terbaik untuk kondisi pencernaan yang umum ini. Obat untuk mengendurkan otot sfingter anal, serta anestesi topikal dan mandi sitz, juga dapat menghilangkan rasa sakit. Namun, fisura kronis mungkin memerlukan pembedahan otot sfingter anal.
(mdk/edl)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya