Kampung Lawang Seketeng di Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur menjadi saksi sejarah penganugerahan gelar Kota Pahlawan untuk Surabaya. Tak hanya itu, Kampung Lawang Seketeng juga merupakan salah satu kampung tertua di Surabaya.
Dikutip dari liputan6.com (24/8/2020), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana memaksimalkan objek wisata budaya di kampung bersejarah itu. Rencana itu bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.
Advertisement
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Kampung Lawang Seketeng menjadi salah satu kampung tertua yang sudah berdiri sejak 1893. Selain itu, di Kampung Lawang Seketeng juga terdapat rumah kayu dengan atap seng yang pernah menjadi sasaran tembakan pesawat tempur.
"Bagaimana tidak, di kampung ini terdapat rumah kayu yang memiliki atap seng yang masih menyimpan bekas tembakan dari pesawat tempur yang diperkirakan didirikan sekitar tahun 1930-an,” jelas Eri, Minggu (23/8/2020).
Banyak Peninggalan Sejarah
Di kampung tersebut juga terdapat cukup banyak peninggalan bernilai sejarah. Beberapa di antaranya yakni Bangunan Cagar Budaya Langgar Dukuh Kayu, terakota atau saluran air yang terbuat dari tanah liat.
Saluran air juga sudah ada pada zaman Hindia Belanda. Ada juga sumur yang diperkirakan sudah ada sejak zaman Majapahit. Serta wisata religi berupa makam Mbah Pitono, guru ngaji Bung Karno.
"Ditemukan pula beberapa benda peninggalan sejarah seperti tombak dan Al Quran bertuliskan tangan,” terang Alumnus Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu, dilansir dari surabaya.go.id.
Advertisement
Di tengah era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19, lanjut Eri, Pemkot akan membuat virtual tour Lawang Seketeng. Dengan demikian, para wisatawan dapat tetap mengunjungi Kampung Lawang Seketeng dan belajar sejarah dari kampung ini dengan menggunakan jalur daring atau online. Mereka pun tidak perlu datang ke Surabaya untuk mengetahui seluk-beluk Kampung Lawang Seketeng.
"Nantinya kawasan sejarah Peneleh itu akan terus kita kembangkan. Karena di sana ada rumah Bung Karno, Langgar Dukuh, di mana Langgar Dukuh juga pernah menjadi tempat ngajinya Bung Karno,” lanjutnya.
Harus Berdampak pada Warga
Pengembangan wisata budaya di salah satu kampung tertua di Kota Pahlawan itu, lanjut Eri, harus memiliki dampak baik bagi warga sekitar. Penataan kampung itu diharapkan memberi manfaat terutama dari segi ekonomi kepada warga Kampung Peneleh.
"Ketika itu sudah menjadi wisata heritage, secara otomatis maka kita harus mengingat siapa yang harus mendapat manfaat, tentunya warga di sekitarnya," ungkap pria asal Surabaya itu.
Advertisement
Tidak hanya melakukan penataan potensi wisata sejarah di kawasan tersebut, Pemkot Surabaya juga melakukan pendampingan guna meningkatkan perekonomian warga sekitar. Misalnya, dalam bentuk pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan usaha kuliner atau suvenir-suvenir khas dari Kampung Peneleh.
“Warga sekitar kita berikan pelatihan membuat souvenir, misal gantungan kunci bentuk rumah Bung Karno. Di sana nanti juga ada makanan-makanan, nah itu siapa yang membuat? Tentunya UMKM di sana, warga di sana,” lanjutnya.
Stan Khusus
Pemkot mengaku juga telah membuat stan-stan khusus untuk memfasilitasi warga Kampung Peneleh berjualan. Diharapkan ketika para wisatawan datang, mereka juga mendapat keuntungan dari segi ekonomi.
"Itu kita buatkan tempat-tempat untuk warga berjualan. Di depan Langgar Dukuh itu kita buatkan stand-stand. Sekaligus nanti kita kumpulkan lagi warga di sana, kita latih warga di sana,” ungkapnya.
Advertisement
Selain itu, di sejumlah titik kampung ada mural dengan berbagai tema menarik. Mural di Gang I mengangkat tema perjuangan. Khususnya perjuangan arek-arek Suroboyo dalam masa perang kemerdekaan.
Selanjutnya, mural di Gang III menggambarkan aktivitas dan kegiatan warga pada masa lalu. Ada yang beraktivitas di sekitar sumur, serta ada pula gambaran penjual sate yang berdagang dengan cara memanggul dagangannya.
“Kampung Lawang Seketeng akan dikembangkan menjadi kampung edukasi sejarah serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan promosi kuliner khas Lawang Seketeng, seperti Sate Manggul,” pungkasnya.