Hari Terakhir Bulan Ramadan Bisa Jauhkan Manusia dari Api Neraka, Simak Penjelasannya

Rabu, 20 Mei 2020 13:31 Reporter : Rizka Nur Laily M
Hari Terakhir Bulan Ramadan Bisa Jauhkan Manusia dari Api Neraka, Simak Penjelasannya Ilustrasi Neraka. diggsjourney.com

Merdeka.com - Saat ini kita berada di penghujung bulan Ramadan. Menjelang berakhirnya bulan suci ini, kita memohon pertolongan kepada Allah supaya Ia menambah kualitas ibadah kita. Diberi kekhusyukan dan keikhlasan untuk meraih ridha-Nya menjelang.

Dikutip dari nu.or.id, Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa puasa Ramadan terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama yakni rahmat (kasih sayang), bagian kedua maghfirah (pengampunan), dan bagian ketiga adalah itqun minan nar (pembebasan dari api neraka).

Pembagian itu merujuk pada 10 hari pertama bulan Ramadan, 10 hari kedua, dan 10 hari terakhir.

1 dari 4 halaman

Pembebasan dari Api Neraka

ilustrasi neraka 001

mattfradd.com

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan diyakini sebagai datangnya Lailatu Qadar atau yang dikenal dengan sebutan malam seribu bulan. Di hari-hari ini pula, umat islam dijanjikan bisa terbebas dari api neraka dengan amalan-amalannya.

Api neraka seperti apa yang dimaksud. Mari kita simak hadis qudsi berikut ini.

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَابْنَ آدَمَ! كَمْ مِنْ سِرَاجٍ قَدْ أَطْفَأَتْهُ رِيْحُ الْهَوَى، وَكَمْ مِنْ عَابِدٍ قَدْ أَفْسَدَهُ الْعُجْبُ، وَكَمْ مِنْ غَنِيٍّ أَفْسَدَهُ الِغَنَاءُ، وَكَمْ مِنْ فَقِيْرٍ أَفْسَدَهُ الْفَقْرُ، وَكَمْ مِنْ صَحِيْحٍ أَفْسَدَتْهُ الْعَافِيَةُ، وَكَمْ مِنْ عَالِمٍ أَفْسَدَهُ الْعِلْمُ، وَكَمْ مِنْ جَاهِلٍ أَفْسَدَهُ الْجَهْلُ. فَلَوْلاَ مَشَايِخُ رُكَّعٌ، وَشَبَابٌ خُشَّعٌ، وَأَطْفَالٌ رُضَّعٌ، وَبَهَائِمُ رُتَّعٌ، لَجَعَلْتُ السَّمَاءَ مِنْ فَوْقِكُمْ حَدِيْدًا، وَالأَرْضَ صَفْصَفًا، وَالتُّرَابَ رَمَادًا، وَلَمَا أَنْزَلْتُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ قَطْرَةً، وَلَمَا أَنْبَتَتْ فِي الأرْضِ مِنْ حَبَّةٍ، وَلَصَبَبْتُ عَلَيْكُمُ العَذَابَ صَبًّا.

Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam! Betapa banyak lampu telah dipadamkan oleh embusan hawa nafsu; betapa banyak ahli ibadah yang dirusak oleh sikap ujubnya; betapa banyak orang kaya yang dihancurkan oleh kekayaannya; betapa banyak orang miskin yang dibinasakan oleh kemiskinannya; betapa banyak orang sehat yang dirusak oleh kesehatannya, betapa banyak orang pandai yang dibinasakan oleh ilmunya; serta betapa banyak orang bodoh yang dirusak oleh kebodohannya sendiri. Jika bukan karena banyaknya orang tua yang masih melakukan rukuk, anak muda yang beribadah dengan khusyuk, bayi-bayi yang masih menyusu, dan hewan-hewan yang digembala, niscaya Aku jadikan langit di atas kalian menjadi besi, bumi menjadi tandus, dan debu menjadi abu. Serta, tak akan Ku-turunkan hujan bagi kalian setetes pun dari langit, tak akan Ku-tumbuhkan di atas bumi satu benih pun, dan akan Aku timpakan kepada kalian siksa yang keras.” (Diriwayatkan oleh Imam Al-Ghazali, dalam kitab Al-Mawaizh fi Al-Ahadits Al-Qudsiyyah).

2 dari 4 halaman

Melepas Api Kesombongan

ilustrasi uang

©2014 Merdeka.com

Berdasarkan hadis qudsi di atas, yang dimaksud dengan api adalah kesombongan. Baik karena ilmu, usia, kekayaan, jabatan, bahkan juga kebodohan. Walaupun sebiji sawi saja kesombongan itu, surga tempat yang suci tidak layak bagi kita sampai kita benar-benar melepaskan api kesombongan itu. 

Menurut Moh Yasir Alimi yang juga Wakil Ketua PWNU Jateng, manusia modern telah menjadi lebih buruk dari Fir'aun dan Namrud. Kalau dulu Fir’aun dan Namrud hanya satu tapi sekarang ada banyak.

Sungguh yang diperlukan di 10 hari yang terakhir ini lebih dari sekadar jungkat-jungkit ibadah tanpa jiwa, akan tetapi juga ratapan yang tulus kepada Allah. Air mata untuk memadamkan api yang akan membakar kita.  

Beberapa hari yang tersisa ini adalah peluang dari Allah untuk mengganti api dalam genggaman dengan rahmat agung berupa Lailatul Qadar yang kadarnya lebih baik daripada 1000 bulan.

Menurut Maulana Syekh Hisyam, malam Lailatul Qadar sejatinya terjadi pada saat Al-Qur'an pertama kali turun.

3 dari 4 halaman

Tips Meraih Lailatul Qadar

ilustrasi berdoa

©Shutterstock

Karena kasih sayangnya pada umat, Rasulullah memohon kepada Allah supaya memberi umatnya dengan suatu pemberian yang agung, yang umat terdahulu belum pernah mendapatkannya.

Allah pun mengabulkan permohonan tersebut. Allah mengirim malaikat Jibril untuk mengabarkan bahwa umat Muhammad akan mendapatkan Lailatul Qadar.

Pengejawantahan agung yang terjadi pada malam pertama kali turunnya Al-Qur’an akan turun hingga hari kiamat. Dikutip dari nu.or.id, Lailatul Qadar tidak terjadi pada malam ini atau malam itu tapi malam waktu pertama kali turunnya Al-Qur’an.

Sehingga, bila hamba mendekati Allah dengan hati yang ikhlas niscaya akan dipertemukan dengan malam yang serupa dengan Lailatul Qadar sejauh kesungguhan dan niatnya yang tulus.

4 dari 4 halaman

Dahsyatnya Lailatul Qadar

ilustrasi salat

©Shutterstock

Pada malam Lailatul Qadar para malaikat dan malaikat khusus Lailatul Qadar turun. Jumlah bilangan malaikat yang turun saat itu sama dengan jumlah pohon dan batu yang ada di alam semesta.   Mereka turun untuk memberkati umat Nabi Muhammad dan mengamini doa mereka. Malaikat Jibril akan menyalami mereka. 

Keutamaan Lailatul Qadar sangat terbuka bagi mukmin siapa saja. Untuk mengganti api di genggamannya dengan kesucian dan keagungan Lailatul Qadar. Dalam ikhtiar itu maka di hari yang tersisa di bulan Ramadan yang mulia ini, para ulama mengajak kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan ibadah, tilawah, dzikir, munajat, dan air mata.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini