Hantavirus: Kenali dan Cegah Sebelum Menyebar Layaknya Corona

Kamis, 26 Maret 2020 20:15 Reporter : Edelweis Lararenjana
Hantavirus: Kenali dan Cegah Sebelum Menyebar Layaknya Corona ilustrasi tikus ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Beberapa hari terakhir, publik dihebohkan oleh berita mengenai Hantavirus. Belum selesai panik yang disebabkan oleh Corona, telah muncul virus baru yang meresahkan masyarakat.

Kepanikan bermula dari berita mengenai seorang pria di Yunnan, China yang tewas akibat terpapar virus ini. Hantavirus diketahui sebagai virus yang disebabkan oleh hewan pengerat seperti tikus.

Hal ini tentu membuat resah, mengingat kita tinggal di negara dengan kawasan hijau yang cukup lebat dan lembap. Kita juga memiliki saluran-saluran pembuangan yang posisinya sangat dekat dengan perumahan.

Sehingga, melihat tikus-tikus berlarian di sekitaran rumah adalah hal yang 'cukupbiasa'. Jadi, wajar jika berita mengenai Hantavirus menimbulkan kecemasan publik.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah infeksi penyakit yang biasa ditemukan pada keluarga hewan pengerat, yang sebagian besar penyebarannya dilakukan oleh tikus. Seseorang yang terpapar Hantavirus akan memiliki gejala seperti sedang terkena flu.

Contohnya demam dan kedinginan, sakit kepala dan otot, muntah, serta kram perut. Dilansir darithesouthafrican.com, tikus-tikus penyebar Hantavirus cenderung ditemukan di daerah pedesaan dan penyakit yang mereka bawa ditularkan melalui air liur, urin dan kotorannya.

2 dari 4 halaman

Cara Mencegah Kemunculan Hantavirus di Rumah

Terkadang beberapa orang secara tidak sengaja lupa untuk membersihkan dapurnya dan meninggalkan sisa makanan di meja atau konter dapur secara terbuka.

Tikus yang pada dasarnya memiliki indera penciuman tajam, akan menghampiri sisa makanan tersebut dan menggerogotinya. Sesudahnya, tikus penginfeksi ini akan membuang cairan dan kotoran dari dalam tubuhnya di dekat sisa makanan dan perabotan yang ada di situ.

Rumah dengan tikus yang berkeliaran bebas beresiko tinggi terpapar Hantavirus. Hal tersebut karena bisa jadi tikus-tikus telah mengencingi atau membuang kotoran di peralatan dapur dan piring-piring makanan yang dibiarkan terbuka.

Perabotan yang terkontaminasi ini lalu secara tidak sengaja Anda gunakan. Maka virus tersebut akan masuk ke dalam tubuh Anda. Dan jika Anda tidak segera mengambil langkah-langkah pencegahan, resiko serius akan menanti Anda.

Anda dapat mencegah diri dari paparan Hantavirus dengan cara mulai memasang perangkap tikus di rumah. Hindari juga menimbun barang-barang yang sudah tidak terpakai, karena dapat menjadi tempat persembunyian para tikus.

Jangan biarkan ada makanan yang terbuka di atas meja atau di permukaan manapun. Dan pastikan menggosok serta mengelap perabotan makan Anda sebelum menggunakannya. Intinya, jaga kebersihan rumah dan pastikan rumah Anda bebas dari tikus yang berkeliaran.

Ketika tikus yang telah masuk ke perangkap Anda mati, gunakan sarung tangan dan masukkan bangkai tikus tersebut ke dalam plastik lalu ikat kencang.

Masukkan plastik berisi bangkai tikus itu ke dalam plastik lainnya, dan lilit menggunakan lakban plastik. Setelah selesai, buang di tempat sampah dan jangan lupa cuci tangan sebersih-bersihnya.

3 dari 4 halaman

Kapan Gejala Infeksi Hantavirus Muncul?

Infeksi yang disebabkan Hantavirus mulai bersirkulasi dalam tubuh manusia sejak awal terpapar kontak dengan tikus, atau secara tidak sengaja memakan makanan yang sudah terkontaminasi oleh kotoran dan cairan dari tikus.

Gejala Hantavirus mulai nampak dalam 4 hingga 10 hari. Gejalanya akan memburuk dan berubah menjadi Hantavirus Pulmonary Syndrome apabila diabaikan atau terlambat ditangani. MenurutCenter of Disease Control and Prevention(CDC), jenis virus ini mudah diinaktivasi (dimatikan) dengan panas, deterjen, pelarut organik dan larutan hipoklorit (larutan pemutih/clorox).

Hantavirus berdampak pada infeksi paru-paru, menyebabkan kerusakan permanen pada arteriol dan ventrikel pernapasan. Kerusakan ginjal akut juga terlihat dalam banyak kasus dengan efek seperti asam kaustik.

4 dari 4 halaman

Hantavirus Tidak Menyebar Seperti Coronavirus

Alasan utama Corona menghebohkan dunia dan membawa pada keputusanlockdownserta karantina massal bagi masyarakat adalah karena mode penyebarannya terjadi antar manusia ke manusia dengan medium udara.

Sementara, Hantavirus berbeda. CDC mengatakan satu-satunya cara penularan Hantavirus adalah melalui kontak langsung dengan hewan tikus dan kotoran-kotorannya.

Gigitan tikus juga dapat jadi penyebab, namun hal itu langka terjadi. Manusia tidak bisa menularkan Hantavirus ke sesama manusia. Meski terdapat kasusnya, hal ini tergolong sangat sangat langka dan orang tersebut harus melakukan kontak yang sangat dekat dengan pasien yang terinfeksi Hantavirus.

Namun, meski Hantavirus tidak menyebar dengan cepat via manusia layaknya Corona, Hantavirus ternyata lebih berbahaya dan mematikan. Tingkat fatalitas hingga virus ini menyebabkanHantavirus Pulmonary Syndrome cukup tinggi.

Tingkat fatalitas Hantavirus pada manusia pada 2015 adalah sebesar 35%. Sementara, tingkat kematian Hantavirus menurut CDC adalah sebesar 38%.

Hal ini berbeda jauh dengan tingkat kematian COVID-19, yang menurut WHO adalah sebesar 3.4%. Kabar baiknya adalah, vaksin untuk mengobati Hantavirus sudah tersedia.

[edl]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini