Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Geng Perempuan Open BO di Malang Diringkus, Tertangkap Basah Layani Tamu

Geng Perempuan Open BO di Malang Diringkus, Tertangkap Basah Layani Tamu Ilustrasi prostitusi artis. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak enam perempuan yang melakukan praktik prostitusi online (open BO) diringkus petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang, Selasa (14/3/2023) malam. Mereka tertangkap basah melayani para pria hidung belang di sebuah penginapan yang ada di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Bahkan, saat ditangkap, tiga dari enam perempuan itu tengah melayani para pria yang sebelumnya memesan layanan mereka secara daring. Saat diamankan, para perempuan itu tak menampik bahwa mereka melakukan praktik prostitusi online.

Petugas Satpol PP melakukan razia dengan mendatangi lokasi penginapan dan mengecek kamar yang menjadi lokasi para perempuan itu melakukan bisnis terlarang di Indonesia itu.

Laporan Masyarakat

Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kota Malang, Rahmad Hidayat mengungkapkan, pihaknya mendapatkan aduan dari masyarakat di sekitar penginapan lokasi open BO terkait kecurigaan mereka.

"Kami bergerak berdasarkan aduan masyarakat sekitar situ. Diduga banyak berseliweran muda mudi  terutama perempuan berpakaian terbuka," tutur Rahmat, dikutip dari akun Instagram @malangraya_info.

Di hadapan petugas Satpol PP, keenam perempuan itu mengakui bahwa mereka tengah melakukan praktik prostitusi online. Meskipun melakukan bisnis prostitusi online di Kota Malang, keenam pelaku justru bukan warga setempat. 

Masing-masing mereka berasal dari Cianjur Jawa Barat, Surabaya Jawa Timur, serta dari daerah Karangploso, Wagir, dan Singosari Kabupaten Malang.

Komentar Warganet

ilustrasi prostitusi online

©2021 Merdeka.com/pixabay.com

Merespons diamankannya enam perempuan pelaku prostitusi online, para warganet berboncong-bondong berkomentar. 

“Gercep banget Satpol PP, padahal ya tidak merugikan. Malang darurat banjir hlo, tapi Satpol PP tidak kelihatan,” komentar pemilik akun Instagram @tiwi1234elektronik.

“Jangan hanya ditangkap, tapi dikasih solusi. Jangan hanya memberikan sanksi, tapi juga harus mengayomi,” tulis @dombolxy.

“Tolong jalannya diperbaiki, daripada sidak (prostitusi online) begini tidak berguna,” celetuk @bibbahhh.

“Undang-Undang baru katanya petugas tidak boleh main grebek-grebek,” komentar pemilik akun Instagram @rizki_firdianto.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP