Dulu Jalur Utama Penyeberangan Surabaya-Madura, Kini Penumpang Kapal di Pelabuhan Ini hanya Pedagang Pasar

Pelabuhan ini terpinggirkan sejak ada Jembatan Suramadu

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
Dulu Jalur Utama Penyeberangan Surabaya-Madura, Kini Penumpang Kapal di Pelabuhan Ini hanya Pedagang Pasar
Pelabuhan Kamal Bangkalan (© 2024 merdeka.com/Google Maps)
Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/Dok. ASDP

Sejak tahun 1940-an, Pelabuhan Kamal di Kabupaten Bangkalan merupakan jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Jawa, tepatnya dengan Pelabuhan Ujung di Kota Surabaya.

Sejarah

Keberadaan Pelabuhan Kamal pertama kali bertujuan untuk operasional kapal-kapal tambang yang berlayar antara Kamal Bangkalan
dan Ujung/Perak Surabaya, serta antara Kalianget dan
Panarukan.

Lalu lintas orang dan barang ke Surabaya dan sekitarnya meningkat pesat setelah jaringan kereta api di wilayah Madura selesai dibangun pada tahun 1913. Tak lama setelah itu, kapal miliki Madura Stoomtram
Matschappij (MSM) beroperasi.

Mengutip asrtikel Pelabuhan Kamal Tahun 1996-2009 karya Arifatul Jannah (Jurnal AVATARA Unesa, 2016), pada tahun 1949 Pelabuhan Ujung-Kamal membangun Dermaga Couster. Ada empat kapal yang beroperasi yakni KMP Bangkalan, KMP Paramaria, KMP Pamekasan, dan KMP Dahlia.

Keempat kapal ini melayani penumpang dan orang dari Pelabuhan Kamal Ke
Pelabuhan Ujung Surabaya. Pada Oktober 1996 Dermaga Hydrolick Ujung dan Kamal selesai dibangun dan diresmikan Gubernur Jawa Timur.

Manfaat

Pelabuhan Kamal meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memberikan akses lebih
baik sehingga dapat memenuhi
kebutuhan melalui jaringan transportasi darat yang dipisahkan oleh Selat Madura. Pelabuhan ini juga mendorong masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan untuk
terus maju. Masyarakat Madura dapat dengan mudah
menyeberang ke Pulau Jawa. Sebaliknya, masyarakat Pulau Jawa dapat dengan mudah
menyeberang ke Madura.

Pelabuhan Kamal juga memudahkan masyarakat pulang ke kampung halaman saat hari raya tiba. Seiring perkembangan zaman
dan semakin banyaknya penumpang, pelabuhan ini dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana. Sejak tahun 1996 hingga 2009, Pelabuhan
Kamal selalu meningkatkan fasilitas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Waktu Tempuh

Waktu Tempuh
Dok. Istimewa

Jarak tempuh untuk menyeberang dari Pelabuhan Kamal ke Surabaya (Pelabuhan
Ujung) memerlukan waktu sekitar 25-30 menit menggunakan kapal ferry. Perjalanan kapal ini melintasi Selat Madura.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pelabuhan ini mempunyai beberapa kapal yang terkenal kecil. Bahkan lebih kecil dibandingkankan kapal ferry yang pelabuhan lain, seperti Merak-Bakahueni ataupun Ketapang-Gilimanuk.

Mengutip Wikipedia, kapal yang beroperasi di sini memiliki nama-nama cukup unik. Di antaranya, KMP Jokotole, KMP Trunojoyo, KMP Potre Koneng, bahkan KMP Selat Madura 1 dan 2. Mayoritas nama kapal berasal dari nama tokoh terkemuka di Pulau Madura.

Namun, sejak beroperasinya Jembatan Suramadu pada tahun 2009 silam, saat ini tersisa belasan kapal kecil. Kendati sepi penumpang, pihak PT. ASDP (Persero) tetap mengoperasikan pelabuhan ini dengan strategi menurunkan tarif kendaraan dan penumpang.

Kondisi Terkini

Kondisi Terkini
© 2024 merdeka.com/Google Maps

Mengutip Instagram @wecarebangkalanmadura, Jembatan Suramadu menggerus habis kejayaan penyeberangan Ujung (Surabaya)-Kamal (Bangkalan). Saat ini, penumpang kapal yang masih bertahan adalah pedagang pasar tradisional dari Kecamatan Kamal.

Rekomendasi