Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dulu Jalur Utama Penyeberangan Surabaya-Madura, Kini Penumpang Kapal di Pelabuhan Ini hanya Pedagang Pasar

Dulu Jalur Utama Penyeberangan Surabaya-Madura, Kini Penumpang Kapal di Pelabuhan Ini hanya Pedagang Pasar

Dulu Jalur Utama Penyeberangan Surabaya-Madura, Kini Penumpang Kapal di Pelabuhan Ini hanya Pedagang Pasar

Pelabuhan ini terpinggirkan sejak ada Jembatan Suramadu

Dulu Jalur Utama Penyeberangan Surabaya-Madura, Kini Penumpang Kapal di Pelabuhan Ini hanya Pedagang Pasar

Sejak tahun 1940-an, Pelabuhan Kamal di Kabupaten Bangkalan merupakan jalur penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Madura dengan Pulau Jawa, tepatnya dengan Pelabuhan Ujung di Kota Surabaya.

Sejarah

Keberadaan Pelabuhan Kamal pertama kali bertujuan untuk operasional kapal-kapal tambang yang berlayar antara Kamal Bangkalan
dan Ujung/Perak Surabaya, serta antara Kalianget dan
Panarukan.

Lalu lintas orang dan barang ke Surabaya dan sekitarnya meningkat pesat setelah jaringan kereta api di wilayah Madura selesai dibangun pada tahun 1913. Tak lama setelah itu, kapal miliki Madura Stoomtram
Matschappij (MSM) beroperasi.

Mengutip asrtikel Pelabuhan Kamal Tahun 1996-2009 karya Arifatul Jannah (Jurnal AVATARA Unesa, 2016), pada tahun 1949 Pelabuhan Ujung-Kamal membangun Dermaga Couster. Ada empat kapal yang beroperasi yakni KMP Bangkalan, KMP Paramaria, KMP Pamekasan, dan KMP Dahlia.

Keempat kapal ini melayani penumpang dan orang dari Pelabuhan Kamal Ke
Pelabuhan Ujung Surabaya. Pada Oktober 1996 Dermaga Hydrolick Ujung dan Kamal selesai dibangun dan diresmikan Gubernur Jawa Timur.

Manfaat

Pelabuhan Kamal meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memberikan akses lebih
baik sehingga dapat memenuhi
kebutuhan melalui jaringan transportasi darat yang dipisahkan oleh Selat Madura. Pelabuhan ini juga mendorong masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan untuk
terus maju. Masyarakat Madura dapat dengan mudah
menyeberang ke Pulau Jawa. Sebaliknya, masyarakat Pulau Jawa dapat dengan mudah
menyeberang ke Madura.

Pelabuhan Kamal juga memudahkan masyarakat pulang ke kampung halaman saat hari raya tiba. Seiring perkembangan zaman
dan semakin banyaknya penumpang, pelabuhan ini dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana. Sejak tahun 1996 hingga 2009, Pelabuhan
Kamal selalu meningkatkan fasilitas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Waktu Tempuh

Waktu Tempuh

Jarak tempuh untuk menyeberang dari Pelabuhan Kamal ke Surabaya (Pelabuhan
Ujung) memerlukan waktu sekitar 25-30 menit menggunakan kapal ferry. Perjalanan kapal ini melintasi Selat Madura.

Pelabuhan ini mempunyai beberapa kapal yang terkenal kecil. Bahkan lebih kecil dibandingkankan kapal ferry yang pelabuhan lain, seperti Merak-Bakahueni ataupun Ketapang-Gilimanuk.

Dulu Jalur Utama Penyeberangan Surabaya-Madura, Kini Penumpang Kapal di Pelabuhan Ini hanya Pedagang Pasar

Mengutip Wikipedia, kapal yang beroperasi di sini memiliki nama-nama cukup unik. Di antaranya, KMP Jokotole, KMP Trunojoyo, KMP Potre Koneng, bahkan KMP Selat Madura 1 dan 2. Mayoritas nama kapal berasal dari nama tokoh terkemuka di Pulau Madura.

Namun, sejak beroperasinya Jembatan Suramadu pada tahun 2009 silam, saat ini tersisa belasan kapal kecil. Kendati sepi penumpang, pihak PT. ASDP (Persero) tetap mengoperasikan pelabuhan ini dengan strategi menurunkan tarif kendaraan dan penumpang.

Pelabuhan Kamal

Kondisi Terkini

Kondisi Terkini

Mengutip Instagram @wecarebangkalanmadura, Jembatan Suramadu menggerus habis kejayaan penyeberangan Ujung (Surabaya)-Kamal (Bangkalan). Saat ini, penumpang kapal yang masih bertahan adalah pedagang pasar tradisional dari Kecamatan Kamal.

Keluhan Pemudik di Merak: Kami Sudah Sabar Semalaman, Tapi Belum Juga Masuk Kapal
Keluhan Pemudik di Merak: Kami Sudah Sabar Semalaman, Tapi Belum Juga Masuk Kapal

Keluhan Pemudik di Merak: Kami Sudah Sabar Semalaman, Tapi Belum Juga Masuk Kapal

Baca Selengkapnya
Mengenang Peristiwa Serangan Umum Surakarta, Bersatunya Rakyat dalam Pertempuran 4 Hari
Mengenang Peristiwa Serangan Umum Surakarta, Bersatunya Rakyat dalam Pertempuran 4 Hari

Serangan yang berlangsung selama 4 hari berturut-turut di Solo ini berhasil menyatukan seluruh elemen masyarakat melawan gempuran pasukan penjajah.

Baca Selengkapnya
Pelabuhan Merak Macet Parah, ASDP Masih Tunggu Izin Pemerintah untuk Jalankan Solusi Ini
Pelabuhan Merak Macet Parah, ASDP Masih Tunggu Izin Pemerintah untuk Jalankan Solusi Ini

kendaraan yang ingin masuk kapal di Pelabuhan Merak bisa ditampung sementara di kantong parkir Dermaga Pelabuhan Indah Kiat.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Cegah Kepadatan di Pelabuhan, Kemenhub Tambah Jumlah Perjalanan ke Jawa
Cegah Kepadatan di Pelabuhan, Kemenhub Tambah Jumlah Perjalanan ke Jawa

Cegah Kepadatan di Pelabuhan, Kemenhub Tambah Jumlah Perjalanan ke Jawa

Baca Selengkapnya
Jaksa Terlibat Kecelakaan Beruntun di Surabaya, Sempat Kabur Dikejar Massa
Jaksa Terlibat Kecelakaan Beruntun di Surabaya, Sempat Kabur Dikejar Massa

Seorang jaksa di Kejaksaan Negeri Tanjung Perak terlibat kecelakaan di Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/2) dini hari.

Baca Selengkapnya
15 ABK Putra Sumber Mas Dilaporkan Hilang Usai Cari Ikan di Pulau Masalembu
15 ABK Putra Sumber Mas Dilaporkan Hilang Usai Cari Ikan di Pulau Masalembu

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Brondong, Lamongan, Jawa Timur.

Baca Selengkapnya
⁠Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman Main Burung di Tengah Sawah, Ternyata Ngelepek Merpati Susah
⁠Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman Main Burung di Tengah Sawah, Ternyata Ngelepek Merpati Susah

Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman tertarik mencoba kegiatan ngelepek burung merpati. Momennya pun jadi sorotan.

Baca Selengkapnya
Punya Kantor Mewah di Surabaya, Santri Pengusaha Tambang yang Tak Pernah Tampil Perlente Ini Dikenal Dermawan
Punya Kantor Mewah di Surabaya, Santri Pengusaha Tambang yang Tak Pernah Tampil Perlente Ini Dikenal Dermawan

Setiap Jumat, ia bersedekah di Surabaya, Gresik, dan Situbondo

Baca Selengkapnya
Dulu Ladang Luas Pemandangannya Indah, Begini Kisah Kampung Bersejarah Hadiah Raja di Tengah Kota Surabaya
Dulu Ladang Luas Pemandangannya Indah, Begini Kisah Kampung Bersejarah Hadiah Raja di Tengah Kota Surabaya

Kampung ini memiliki nuansa bersejarah yang kental.

Baca Selengkapnya