Ia pernah bekerja dengan gaji Rp10 ribu per hari
Slamet Riyadi, warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berkali-kali menyesali kehadirannya di dunia. Ia bertanya-tanya mengapa tidak lahir dengan fisik normal seperti saudara-saudaranya.
Advertisement
Diremehkan
Slamet menyadari dirinya berbeda dengan saudara-saudara kandungnya saat ia berusia tuujuh tahun.
"Saya tidak tahu apa yang membuat (fisik) saya begini, di keluarga hanya saya. Kakak dan adik saya normal," ujarnya, dikutip dari YouTube PecahTelur, Jumat (21/6/2024).
Slamet terlahir dengan kondisi istimewa, tangan kirinya hanya sampai bahu, sementara tangan kanannya hanya memiliki dua jari. Slamet juga terlahir tanpa kedua kaki.
Cacian dan makian sudah didengar Slamet sejak kecil. Kata-kata pedas itu masih ia ingat hingga sekarang.
"Banyak yang mencaci maki saya. Katanya, saya ini cacat, kalau besar pasti akan merepotkan orang lain," ujar Slamet.
Advertisement
Belajar Percaya Diri
Pada usia sembilan tahun, Slamet sempat tidak berani keluar rumah karena malu dan takut dicaci-maki.
Saat usianya 12 tahun, satu-satunya orang yang menyayanginya dengan tulus di keluarga ialah sang ibu. Selepas sang ibu meninggal, ia sangat sedih.
"Ibu saya meninggal, saya jadi tidak punya siapa-siapa, hanya punya diri sendiri. Dari situ saya belajar agar bisa percaya diri," ungkapnya.
Advertisement
Coba Beragam Pekerjaan
Selepas meninggalnya sang ibu, Slamet mencoba berbagai pekerjaan. Ia pernah berperan sebagai suster ngesot di rumah hantu pertunjukan pasar malam.
Advertisement
Bangkit
Bak gayung bersambut, niat Slamet membangun kepercayaan diri didukung dengan pertemuannya dengan Taryaningsih, pendiri Yayasan Naeema yang berfokus pada pemberdayaan difabel di Kabupaten Trenggalek.
Kepercayaan diri Slamet semakin meningkat sejak ia bergabung dengan Yayasan Naeema dan bertemu dengan rekan-rekan difabel lainnya. Mulai 2017, ia mulai serius menjajaki dunia musik dangdut dan campursari.
"Saya mulai main musik, nulis lagu, sekarang bikin konten juga. Asyik gitu bermusik. Nyanyi di hajatan-hajatan," ungkap Slamet.
Advertisement
Saat ini, Slamet sudah menciptakan dua buah lagu. Selain sebagai pencipta, ia juga menjadi vokalis dalam lagu tersebut.
Advertisement
Harapan
Tak hanya menjadi musisi, kini Slamet juga seorang kreator konten. Pengikut akun Instagramnya @cakmet_real tembus angka 21 ribu.
"Saya berharap bisa hidup normal (percaya diri, tidak dicaci-maki) sebagaimana orang lain," tandasnya.