Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bikin Haru! Begini Momen Napi Teroris Lapas Ngawi Cium Bendera Merah Putih

Bikin Haru! Begini Momen Napi Teroris Lapas Ngawi Cium Bendera Merah Putih Momen haru napiter Lapas Ngawi cium bendera Merah Putih. ©2023 Merdeka.com/Liputan6.com/Dian Kurniawan

Merdeka.com - Seorang narapidana teroris, Arif Murtopo, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Selasa (13/6/2023). Ikrar setia itu salah satunya disimbolkan dengan mencium bendera Merah Putih.

Acara yang berlangsung di aula Adi Soejatno tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Ngawi, Gowim Mahali. Sejumlah pihak terkait hadir dalam acara tersebut yakni Komandan Kodim 0805/Ngawi, BNPT, Densus 88 anti teror, Polres Ngawi, Kemenag Ngawi, dan Bapas Madiun.

Upacara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, diikuti dengan pembacaan doa. Selanjutnya, narapidana teroris asal Merauke, Papua itu mengucapkan ikrar setia kepada NKRI. Pada momen tersebut, Arif juga melakukan penghormatan dan mencium bendera merah putih, serta membaca Pancasila.

Deradikalisasi

Ikrar setia terhadap NKRI sebagaimana yang dilakukan napiter (narapidana teroris) Arif Murtopo merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Undang-Undang tersebut merupakan hasil ratifikasi konvensi internasional pemberantasan pendanaan terorisme 1999, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkumham Jatim. 

Kakanwil Kemenkumham Jatim, Imam Jauhari, mengungkapkan momen napiter mengucap ikrar setia kepada NKRI menjadi bukti bahwa program deradikalisasi yang dilakukan Lapas Ngawi berjalan baik.

Ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara lapas dan berbagai pihak terkait, seperti BNPT, dalam upaya pembinaan dan deradikalisasi narapidana teroris.

Harapan

momen haru napiter lapas ngawi cium bendera merah putih

©2023 Merdeka.com/Liputan6.com/Dian Kurniawan

Menurut penjelasan Kalapas Ngawi, Gowim Mahali, pihaknya memberikan pembinaan khusus kepada narapidana teroris dengan kerja kolaborasi bersama BNPT. 

Gowim mengungkapkan bahwa dukungan dari rekan sejawat mantan narapidana teroris yang telah bebas mempercepat dan memantapkan keyakinan Arif Murtopo dalam menjalani proses pembinaan.

Momen saat Arif Murtopo mencium bendera merah putih dengan penuh rasa hormat menjadi salah satu momen yang mengharukan. Hal ini menunjukkan bahwa melalui pembinaan dan deradikalisasi yang baik, seseorang dapat kembali setia kepada NKRI. Harapannya, ke depan narapidana teroris dapat kembali menjadi bagian yang produktif dalam masyarakat, setia kepada negara, dan hidup damai.

(mdk/rka)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP