Antisipasi Corona, Ini 3 Fakta Kunjungan ke Makam Gus Dur di Jombang Ditutup
Merdeka.com - Dalam rangka mencegah penyebaran virus corona, sejumlah institusi di berbagai daerah di Indonesia mengambil kebijakan-kebijakan antisipatif. Kebijakan itu merupakan upaya preventif untuk mencegah meluasnya penyebaran pandemi corona di Indonesia.
Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur menutup sementara akses peziarah ke kompleks makam di area pesantren. Sebagaimana dikutip Merdeka dari Antara (15/3), keputusan untuk menutup akses ke area makam merupakan upaya preventif untuk mencegah potensi penyebaran COVID-19 di ruang publik. Kebijakan itu merupakan hasil keputusan dari rapat pimpinan dan Majelis Keluarga Pesantren Tebuireng.
Peziarah dari Berbagai Daerah

2020 Merdeka.com/today.line.me
Sejumlah tokoh bangsa dimakamkan di kompleks makam di area Pesantren Tebuireng. Mulai dari pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, mantan Presiden KH Abdurrahman "Gus Dur" Wahid, dan KH Sholahudin "Gus Sholah" Wahid. Tidak heran apabila para peziarah yang datang berasal dari seluruh penjuru Indonesia.
Setiap hari, kompleks makam di area Pesantren Tebuireng selalu ramai. Banyak juga peziarah yang datang secara rombongan dan dalam jumlah besar.
Sudah Dibuat Surat Edaran

Rumgapres/Abror Rizki
Dikutip Merdeka dari Antara, Sekretaris Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Ghofar (15/3) di Jombang, Jawa Timur menjelaskan bahwasanya penutupan lokasi makam sudah dibuat surat edarannya. Surat edaran itu ditandatangani Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz.
Melalui surat edaran itu, Pesantren Tebuireng menyatakan tidak menerima semua kunjungan ziarah ke kompleks makam di area pesantren. Keputusan itu berlaku mulai Senin, 16 Maret 2020 pukul 00.00 WIB sampai dengan waktu yang belum ditentukan.
Langkah Preventif Mencegah Penyebaran Corona

2020 Merdeka.com/antaranews.com
Langkah preventif yang dilakukan Pondok Pesantren Tebuireng dengan menutup akses pengunjung di kompleks makam diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona di ruang publik.
KH Abdul Ghofar atau yang akrab dipanggil Gus Ghofar menjelaskan bahwasanya penutupan akses ziarah ke makam di area Pondok Pesantren Tebuireng juga sesuai dengan kaidah ushul fiqih, yaitu mengutamakan upaya pencegahan mafsadat daripada upaya meraih kemaslahatan. Hal ini dilakukan untuk kepentingan kesehatan dan kebaikan bersama.
Berkenaan dengan pemberlakukan kebijakan penutupan akses ziarah ke kompleks makam, keluarga besar Pesantren Tebuireng Jombang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya