7 Fakta Banjir Lahar Dingin di Lumajang, Warga Lari Tinggalkan Motor untuk Selamatkan Diri

Banjir lahar dingin Semeru terjadi sepekan terakhir. Ini fakta terbarunya.

Rizka Nur Laily M
Oleh Rizka Nur Laily M - Reporter
7 Fakta Banjir Lahar Dingin di Lumajang, Warga Lari Tinggalkan Motor untuk Selamatkan Diri
7 Fakta Banjir Lahar Dingin di Lumajang, Warga Lari Tinggalkan Motor untuk Selamatkan Diri (Merdeka.com)

Banjir lahar dingin Semeru terjadi sepekan terakhir.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hujan deras menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang diterjang banjir lahar dingin Semeru sejak Sabtu (1/7/2023) sore. Akibatnya, sungai-sungai yang berhulu di gunung tertinggi Pulau Jawa dipenuhi material vulkanik. (Foto: liputan6.com)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada hari pertama banjir lahar dingin, lima warga yang beraktivitas di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, terjebak di kawasan sungai. Mereka terdiri dari dua petani dan tiga sopir truk. Mereka harus menunggu banjir lahar surut sebelum keluar dari daerah tersebut. (Foto: liputan6.com)

Pada hari pertama banjir lahar dingin, hasil pemantauan petugas teknologi mitigasi dan bencana geologi menunjukkan gunung Semeru mengalami empat kali tremor harmonik dan satu kali getaran banjir lahar. Getaran tersebut memiliki amplitudo maksimal mencapai 24 mm selama 7.680 detik. Status Gunung Semeru berada di level 3 atau waspada.

Curah hujan tinggi di kawasan Puncak Gunung Semeru menyebabkan banjir bandang lahar dingin di sejumlah daerah. Tiga aliran sungai terkena dampak banjir lahar dingin ini.

Jembatan yang menghubungkan Lumajang-Malang di aliran sungai Kali Glitik di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo mengalami kerusakan akibat banjir lahar dingin.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Jembatan gantung Kali Regoyo yang terletak di aliran sungai Desa Sumberwuluh putus akibat terjangan banjir, Jembatan ini merupakan akses utama bagi warga setempat. Akibatnya, warga di sejumlah kampung terisolasi. (Foto: liputan6.com)

Imbauan
Dok. Istimewa

Masyarakat dan otoritas terkait diimbau terus meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan dalam menghadapi potensi bencana alam susulan akibat aktivitas vulkanik. (Foto: liputan6.com)

Rekomendasi