6 Jenis KB untuk Pria, Dijamin Aman dan Efektif Cegah Kehamilan
Merdeka.com - Jenis KB untuk pria perlu diketahui setiap orang yang ingin menunda atau mencegah kehamilan. Bagi pasangan yang belum atu ingin menunda kehamilan, alat kontrasepsi menjadi pilihan tepat untuk menurunkan risiko pembuahan. Ada banyak pilihan KB untuk pria yang saat ini sudah bisa digunakan.
Bagi kaum wanita, kontrasepsi hormonal, seperti pil KB atau KB, sudah umum digunakan untuk menunda kehamilan. Namun, kontrasepsi jenis ini belum umum digunakan oleh para pria. Ada banyak efek samping yang ditimbulkan apabila pria menggunakan jenis KB ini, seperti timbulnya jerawat, perubahan suasana hati, nyeri otot, hingga depresi.
Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis KB untuk pria yang bisa digunakan secara aman dan efektif. Dilansir dari Healthline, berikut sejumlah jenis KB untuk pria yang aman dan efektif, antara lain:
Kondom

Shutterstock/chingyunsong
Kondom merupakan salah satu jenis KB untuk pria yang cukup populer di Indonesia. Tidak hanya dapat menunda kehamilan, tetapi jenis kondom ini dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi penyakit menular seksual. Dengan menggunakan kondom, seseorang dapat menekan kemungkinan kehamilan hingga hampir 100%.
Cara menggunakan kondom ini cukup mudah, yaitu dengan menyelubungkannya pada penis yang sedang ereksi. Ada beberapa jenis kondom yang cukup efektif untuk mencegah kehamilan, yaitu kondom lateks dan polyurethane.
Kondom sendiri tersedia dalam beragam bentuk, ukuran, dan warna. Selain itu, beberapa kondom juga dilengkapi dengan pelumas yang bertujuan untuk meningkatkan sensasi dan kepuasan saat berhubungan seksual.
Suntik Testosteron
Testosteron memiliki peran penting dalam memproduksi jumlah sperma. Suntik testosteron bisa Anda pilih untuk mengurangi atau menghilangkan jumlah sperma.
Beberapa penelitian menunjukkan, sejumlah pria yang melakukan suntik testosteron tidak membuahi pasangannya. Kendati demikian, jenis KB untuk pria ini memiliki efek samping munculnya jerawat dan perubahan seksual, mengingat testosteron berperan dalam mengatur tingkat libido pria.
Gel Nestorone-Testosterone
Jenis KB untuk pria selanjutnya, yaitu Gel Nestorone-Testosterone. Cara penggunaan jel ini diaplikasikan ke bahu dan lengan. Jel ini dianggap mampu merangsang hormon gonadotropin untuk berhenti bekerja. Gonadotropin sendiri adalah hormon yang menstimulasi produksi testosteron.
Metode "Pullout"

© huffingtonpost.com
Metode pullout adalah jenis KB untuk pria yang dapat menarik penis sebelum ejakulasi. Ada banyak istilah untuk cara ini, mulai dari “pullout” hingga coitus interuptus. Pada dasarnya, aktivitas mengeluarkan sperma di luar tubuh wanita, yaitu untuk menghindari risiko sperma masuk ke sel telur dan terjadi kehamilan.
Vasektomi
Jenis kondom untuk pria selanjutnya, yaitu vasektomi. Alat kontrasepsi pria ini dilakukan dengan cara memutus penyaluran sperma ke air mani. Nantinya, air mani tidak akan mengandung sperma sehingga kehamilan dapat ditunda.
Prosedur vasektomi sendiri dilakukan melalui operasi bedah minor dengan pemberian anestesi lokal pada area testis dan skrotum. Prosedur ini merupakan saluran yang dilalui sperma dari testis akan dipotong dan diikat guna menurunkan risiko sperma mencapai air mano yang dikeluarkan saat ejakulasi ketika berhubungan seksual.
Untuk menjalani vasektomi, Anda bisa mengunjungi dokter ahli urologi. Biasanya, operasi ini membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit. Sebagai catatan, bahwa vasektomi bersifat permanen, sehingga efek metode kontrasepsi ini tidak dapat dihilangkan.
Vasektomi tanpa Operasi
Vasektomi tanpa operasi atau reversible inhibition of sperm under guidance atau RISUG adalah metode yang memasukkan gel polimer pada vas deferens sehingga sperma tidak dapat berenang lebih jauh. Selain itu, vasektomi tanpa operasi ini juga bersifat tidak permanen. Artinya, ketika ingin berhenti, ada suntikan yang dapat menghancurkan gel sehingga sperma bisa berenang kembali menuju sel telur.
(mdk/jen)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya