Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Penyebab Cegukan pada Bayi Saat Berada di Kandungan, Wajib Diketahui

5 Penyebab Cegukan pada Bayi Saat Berada di Kandungan, Wajib Diketahui Ilustrasi hamil. ©2012 Shutterstock/Merrill Dyck

Merdeka.com - Pada saat hamil, tentunya akan mengalami berbagai gerakan bayi yang ada di dalam perut, yang juga akan semakin kuat di setiap trimester, misalnya saja tendangan, gulungan, tusukan, hingga dapat merasakan cegukan bayi.

Dan jika hal ini merupakan kehamilan pertama, akan mungkin mengejutkan, membingungkan, hingga menakutkan. Perlu diketahui, Bayi sudah bisa cegukan dalam kandungan di usia kehamilan 8–10 minggu, bersamaan dengan munculnya kemampuan untuk mengisap dan menelan. Namun, Bumil biasanya baru mulai merasakan bayi cegukan dalam kandungan sekitar usia kehamilan 6 bulan.

Dilansir dari MomJunction, berikut ini kami telah rangkum 5 penyebab cegukan pada bayi saat berada di kandungan.

Penyebab Cegukan pada Bayi

ilustrasi hamil

©2013 Merdeka.com

Cegukan bayi dalam rahim adalah gerakan-gerakan kecil yang dilakukan diafragma saat bayi mulai berlatih bernapas.

Saat bayi menghirup, cairan ketuban masuk ke dalam paru-paru menyebabkan diafragma berkontraksi, mengakibatkan cegukan. Kondisi ini bagian normal dari perkembangan janin dan jarang menunjukkan adanya masalah pada tali pusat. Tanda lainnya:

1. Kontraksi diafragma seperti yang dikatakan di atas adalah faktor utama penyebab cegukan pada bayi di dalam rahim. Saat janin mengisap cairan ketuban, diafragma berkontraksi yang menyebabkan efek cegukan.

2. Perkembangan refleks, saat janin mencoba mengisap jari tangan atau ibu jari juga dapat menyebabkan cegukan.

3. Otak merasa perlu untuk mempraktikkan refluks saat menelan makanan atau mengeluarkan kotoran yang mungkin juga menyebabkan cegukan janin. Ini adalah proses yang sehat untuk memperkuat otot jantung dan pernapasan.

4. Kompresi tali pusat juga dapat menyebabkan cegukan ketika tali pusat berputar di sepanjang leher janin, sehingga membatasi aliran oksigen.

5. Bayi cegukan dalam kandungan juga merupakan tanda bahwa saraf tulang belakang dan otaknya telah bekerja dan saling terhubung. Ini berarti saraf bayi berkembang dengan baik dan nantinya dapat hidup di luar rahim.

Cara Menghentikan Cegukan pada Bayi

Penyebab cegukan pada bayi juga sebenarnya tak hanya saat ada di dalam kandungan saja. Saat buah hati telah lahir ke dunia, Anda juga harus bisa melakukan langkah antisipasi dan menghentikan cegukan tersebut. cara yang dapat dilakukan antara lain:

1. Istirahat dan Sendawa

Beristirahat sejenak dari menyusu untuk bersendawa dapat membantu menghilangkan cegukan. Hal ini karena bersendawa dapat menghilangkan gas berlebih yang dapat menyebabkan cegukan.

Bersendawa juga akan membantu karena dapat menempatkan bayi dalam posisi tegak. American Academy of Pediatrics menyarankan agar bayi yang diberi susu botol dibuat bersendawa tidak hanya setelah menyusui melainkan secara berkala selama menyusui.

2. Menggunakan Empeng

Cegukan pada bayi tidak selalu dimulai dari menyusui. Ketika mulai cegukan, coba biarkan dia mengisap empeng karena ini dapat membantu mengendurkan diafragma dan dapat membantu menghentikan serangan cegukan.

Cara Menghentikan Bayi Cegukan yang Lainnya

3. Coba Gunakan Air Gripe

Gripe water adalah kombinasi dari herbal dan air yang diyakini oleh beberapa orang dapat membantu mengatasi kolik dan ketidaknyamanan usus lainnya. Jenis herbal yang digunakan bisa bervariasi.

Mulai dari jahe, adas, chamomile, dan kayu manis. Air ini memang belum terbukti secara klinis sehingga disaranan untuk mendiskusikannya dengan dokter bayi.

4. Biarkan Hingga Berhenti Sendiri

Bayi di bawah satu tahun akan sering cegukan. Jadi membiarkan mungkin bisa jadi pilihan terbaik. Jika cegukan tersebut tidak mengganggu bayi kamu, lebih baik biarkan sendiri hingga ia berhenti sendiri.

(mdk/raf)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP