5 Bahaya Menggelitik Anak saat Masih Usia Balita, Waspadai Sejak Dini
Merdeka.com - Perlu Anda ketahui, menggelitik anak saat masih usia balita ternyata dapat menimbulkan bahaya yang serius. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya 32% responden yang melaporkan menikmati digelitik, dengan 32% memberikan tanggapan netral, dan 36% mengatakan bahwa mereka tidak menyukainya. Kita semua pernah digelitik dari waktu ke waktu sebagai anak-anak, jadi kita menganggapnya normal.
Namun, pada faktanya hal ini ternyata dapat menimbulkan berbagai masalah pada si anak karena menggelitik memiliki anggapan untuk membuat mereka tunduk kepada kita, atau menyiksa, dan bahkan dapat memicu masalah mental.
Maka dari itu, Anda sebagai orang tua ataupun orang dewasa sebaiknya bersikap lebih bijak dan sebisa mungkin jauhi cara ini agar tidak menimbulkan masalah pada anak Anda nantinya.
Melansir dari brightside.me, berikut kami telah rangkum untuk Anda 5 bahaya menggelitik anak saat masih usia balita.
Anak Tertawa Bukan Berati Mereka Menikmati Digelitik
Bahaya menggelitik anak saat masih usia balita yang pertama adalah jangan menganggap anak tertawa saat digelitik merupakan ekspresi kesenangan mereka. Anak-anak, terutama yang geli, tidak bisa berhenti tertawa ketika digelitik, meskipun mereka sangat membencinya. Tawa refleksif ini memberikan ilusi kepada orang tua bahwa anak sebenarnya menikmatinya padahal sebenarnya tidak.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada tahun 1997, para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik tidak menciptakan perasaan bahagia yang sama yang tercipta saat seseorang menertawakan lelucon lucu. Menggelitik hanya menciptakan ilusi lahiriah bahwa seseorang sedang tertawa.
Menggelitik Merupakan Cara untuk Menegaskan Dominasi
Bahaya menggelitik anak saat masih usia balita yang berikutnya adalah hal tersebut merupakan sebuah cara untuk menegaskan sebuah dominasi. Orang digelitik kehilangan kontrol diri.
Perjuangan untuk mendapatkan kendali dapat memalukan bagi anak dan dapat meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan seumur hidup. Saat orang dewasa menggelitik anak-anak, mereka bermaksud bersenang-senang, tetapi bukan berarti hasilnya tidak akan berbahaya.
Menurut Dr. Richard Alexander, Profesor Biologi Evolusi di Universitas Michigan, menggelitik bisa menjadi bentuk dominasi dan tawa yang mengikutinya adalah cara evolusioner untuk menunjukkan sikap tunduk.
Menggelitik telah Digunakan untuk Menyiksa Orang Sejak Lama
Menggelitik telah lama digunakan sebagai cara penyiksaan. Selama Dinasti Han di Tiongkok, menggelitik adalah cara menyiksa bangsawan karena tidak meninggalkan bekas dan korban dapat pulih dengan relatif mudah dan cepat. Itu juga populer di Jepang di mana mereka bahkan menciptakan kata khusus untuk itu: kusuguri-zeme, yang berarti "gelitik tanpa ampun".
Vernon R. Wiehe dari University of Kentucky mempelajari 150 orang dewasa yang dilecehkan oleh saudara mereka selama masa kanak-kanak. Banyak subjek penelitian melaporkan menggelitik sebagai jenis pelecehan fisik. Studi tersebut menyimpulkan bahwa menggelitik dapat memicu reaksi fisiologis yang ekstrem pada korban seperti muntah dan kehilangan kesadaran akibat ketidakmampuan untuk bernapas.
Anak tak Bisa Menyuruh Anda Berhenti
Bahaya menggelitik anak saat masih usia balita berikutnya adalah jika anak Anda masih belum bisa menyuruh untuk berhenti menggelitik. Menggelitik dapat menyebabkan ledakan tawa tak terkendali yang sulit dihentikan.
Tertawa yang disebabkan oleh gelitikan terus menerus dapat mencapai titik di mana orang yang digelitik tidak dapat lagi bernapas dengan benar, juga tidak dapat mengatakan bahwa mereka berada dalam situasi yang sulit. Sesuatu yang awalnya dianggap "menyenangkan" dapat menyebabkan komplikasi medis yang serius.
Dapat Menimbulkan Masalah Kepercayaan Diri Seumur Hidup
Menurut Dr. Alexander, menggelitik keinginan seseorang sebenarnya dapat menyebabkan "rasa sakit mental yang hebat". Terkadang rasa sakit ini bisa bertahan seumur hidup.Patty Wipfler, seorang pakar parenting dan pendiri serta direktur Hand in Hand Organization mengatakan bahwa dari pengalamannya, menggelitik selama masa kanak-kanak adalah penyebab umum tantangan emosional bahkan pada orang dewasa.
(mdk/raf)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya