3 Fakta Menarik SIMERONA, Sistem Informasi untuk Hindari Zona Bahaya COVID-19

Senin, 6 April 2020 17:45 Reporter : Rizka Nur Laily M
3 Fakta Menarik SIMERONA, Sistem Informasi untuk Hindari Zona Bahaya COVID-19 Simerona. ©2020 Merdeka.com/hindari-covid-19.com

Merdeka.com - Ketua Grup Riset Geoinformatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (UB) Malang, Fatwa Ramdani membuat Sistem Informasi Persebaran Virus Corona (Simerona). Simerona merupakan sistem informasi berbasis web yang dapat digunakan masyarakat untuk menghindari zona merah atau daerah bahaya yang terpapar COVID-19.

Dikutip dari Antara, Simerona berguna sebagai informasi pendukung dalam penanganan pandemi COVID-19 di Jawa Timur. Fatwa Ramdani menjelaskan bahwasanya Simerona adalah peta pendukung yang tidak dapat dijadikan landasan utama dalam pencegahan COVID-19.

1 dari 3 halaman

Peta Zona Bahaya COVID-19

simerona

2020 Merdeka.com/hindari-covid-19.com


Simerona dapat diakses di https://hindari-covid-19.com/. Sistem informasi ini menampilkan peta yang memvisualisasikan zona merah COVID-19. Peta ini didasarkan pada moda transportasi seperti kereta api, pesawat, kapal laut, dan bus yang datanya diperoleh dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI).

Data tersebut kemudian dibandingkan dengan data kepadatan penduduk yang bersumber dari Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) yang berada di bawah naungan PBB. Hasil yang diperoleh konsisten dengan peta COVID-19 yang dikeluarkan Kominfo Jawa Timur, yakni menunjukkan daerah dengan kepadatan penduduk tinggi memiliki banyak suspect COVID-19.

2 dari 3 halaman

Karantina Wilayah Sebagian

update covid 19 jatim

2020 Merdeka.com/instagram @jatimpemprov

Dikutip dari Antara, berdasar data temuan Simerona, upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah dinilai sudah tepat. Kendatipun demikian, pemberlakuan physical distancing akan lebih baik apabila diimbangi dengan pemberlakukan karantian wilayah sebagian atau lockdown partial.

Karantina wilayah sebagian antara lain dapat dilakukan dengan cara menutup akses ke kawasan zona merah yang potensial menjadi tempat penyebaran COVID-19.

3 dari 3 halaman

Data Terbaru Kasus COVID-19 di Kota Malang

update covid 19 jatim

2020 Merdeka.com/instagram @jatimpemprov

Per Minggu (5/4), di Kota Malang ada 5 kasus positif COVID-19. Sebanyak 3 orang dinyatakan sembuh, sementara 2 orang lainnya masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit.

Sementara itu, korban meninggal sebanyak 3 orang yang statusnya masih Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pasien dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan sehat sebanyak 13 orang, sedangkan PDP yang masih menjalani perawatan sebanyak 33 orang.

Jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 359 orang dengan rincian 290 orang masih dalam pemantauan dan 69 orang telah selesai dipantau, sebagaimana dikutip dari Antara.

[rka]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini