3 Fakta Jeruk Dekopon, Buah Beromzet Puluhan Juta yang Dibudidayakan di Magetan
Merdeka.com - Sejumlah warga di Kabupaten Magetan, Jawa Timur membudidayakan jeruk dekopon. Saat panen, tanaman asal Jepang itu bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap bulannya.
Menurut penggagas budidaya jeruk dekopon, Ahmad Baikuni, menanam jeruk dekopon dinilai cukup menjanjikan. Di tengah pandemi COVID-19, permintaan pada buah tersebut tidak surut, bahkan terus meningkat, seperti dikutip dari Antara (16/6).
Banyak Peminat

©2020 Merdeka.com/gardener.id
"Penjualan jeruk dekopon hingga ke luar kota, seperti Jakarta dan Pasuruan. Peminatnya adalah supermarket-supermarket," ujar Ahmad Baikuni di sentra penanaman jeruk dekopon di Desa Duwet, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Selasa (16/6).
Di sejumlah daerah di Kabupaten Magetan terdapat sekitar 5.000 pohon jeruk dekopon. Tanaman jeruk itu dikelola oleh petani setempat.
Masa Panen

©2020 Merdeka.com/gardener.id
Saat usia tanaman hampir 3 tahun, per 100 pohon jeruk petani bisa memanen antara 150 hingga 200 kilogram. Atau sekitar 7 hingga 8 kuintal per bulan.
"Untuk harga, tergolong sangat bagus. Setiap kilogramnya jeruk dekopon dijual seharga Rp50 ribu di tingkat eceran," lanjut Baikuni.
Setiap bulannya, petani bisa merup omzet antara Rp35 juta hingga Rp40 juta. Sementara itu, jeruk dekopon tak mengenal musim alias bisa dipanen kapanpun.
Wisata Petik Jeruk Sendiri

©2020 Merdeka.com/gardener.id
Ahmad Baikuni menambahkan, saat ini pihaknya masih mencari formula supaya bisa meningkatkan pendapatan para petani. Salah satunya dengan membuat konsep wisata petik jeruk sendiri di pohon.
Upaya terus mengembangkan jeruk dekopon termasuk membuatnya menjadi agrowisata diharapkan bisa membuat buah ini semakin dikenal dan diminati. Sebagai informasi, Magetan terkenal dengan keberadaan jeruk pamelo. Jeruk ini bahkan menjadi ikon Kabupaten Magetan.
(mdk/rka)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya