Warga Jogja Protes Jalan Gambiran Dibuat Searah, Ini Alasan di Baliknya
Merdeka.com - Walaupun terkadang sudah dilakukan uji coba maupun peninjauan ulang, setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tetap membawa dampak yang tidak menguntungkan bagi kelompok masyarakat tertentu. Hal ini pula yang berlaku saat pemberlakuan arus lalu lintas searah untuk Jalan Gambiran, Kota Yogyakarta.
Pada Kamis (1/9), belasan warga di sekitar Jalan Gambiran, Kota Yogyakarta, mendatangi Kantor Dinas Perhubungan. Mereka melayangkan protes atas kebijakan penerapan jalan searah itu.
“Kami dan pelaku usaha di Jalan Gambiran merasakan penurunan omzet sejak diterapkan kebijakan jalan searah,” kata Ery Bernadhy, salah satu perwakilan warga yang melayangkan protes itu, mengutip dari ANTARA.
Lantas seperti apa pernyataan yang dilontarkan belasan warga itu terkait kebijakan lalu lintas searah yang berdampak pada kehidupan mereka? Berikut selengkapnya:
Omzet Turun

©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
Menurut Ery, warga tidak menolak kebijakan jalan searah di Jalan Gambiran karena ditujukan untuk kelancaran lalu lintas dan kepentingan yang lebih besar. Namun dia berharap kebijakan itu hanya diberlakukan untuk kendaraan roda empat atau lebih sehingga sepeda motor masih bisa melaju ke arah utara.
“Rata-rata pelanggan kami adalah mahasiswa yang menggunakan sepeda motor. Sehingga dampaknya besar bagi usaha di sepanjang jalan ini jika ada larangan menuju ke utara,” kata Ery.
Hal senada juga disampaikan Anugerah. Ia mengatakan banyak konsumen yang malas memutar hanya untuk fotokopi. Akibatnya omzet menurun.
Akan Terus Dievaluasi

©2019 Merdeka.com
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Yogyakarta, Golkari Made Yulianto mengatakan pihaknya akan menampung aspirasi masyarakat terkait penerapan jalan searah di Jalan Gambiran. Menurutnya, aspirasi itu akan menjadi evaluasi kebijakan jalan searah itu. Ia mengatakan, setiap harinya sudah ada petugas di lapangan yang mengamati bagaimana perubahan pola lalu lintas di jalan itu.
Lebih lanjut, Golkari mengatakan uji coba akan terus dilakukan dan evaluasi akan dilakukan secara bertahap setidaknya hingga hari ke-10 penerapan jalan searah.
“Nanti tentu ada evaluasi. Jika ada metode lain yang bisa diterapkan tanpa mengubah alur, maka bisa diterapkan,” kata Golkari, mengutip dari ANTARA.
Demi Keselamatan Berkendara
Golkari mengatakan, selain untuk meningkatkan kinerja jalan karena arus lalu lintas semakin lancar, perubahan jalan searah di Jalan Gambiran ditujukan untuk meningkatkan keselamatan berkendara. Selama ini, titik antara Jalan Gambiran dan Jalan Pramuka menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan sehingga penerapan jalan searah itu dilakukan untuk semua jenis kendaraan tanpa terkecuali.
Ia menambahkan, keluhan dan protes dari masyarakat terkait kebijakan penerapan jalan searah juga kerap muncul, salah satunya saat penerapan jalan searah di Jalan Letnan Jenderal Soeprapto.
“Warga juga protes karena omzet usaha mereka turun. Tapi kondisi sekaran justru memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha karena parkir kendaraan menjadi lebih leluasa sehingga memudahkan konsumen,” kata Golkari, mengutip dari ANTARA pada Kamis (1/9).
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya