Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Chef Arnold Ungkap Cara Penilaiannya saat Jadi Juri, Harus Ada Unsur Ini

Chef Arnold Ungkap Cara Penilaiannya saat Jadi Juri, Harus Ada Unsur Ini Instagram - chef arnold

Merdeka.com - Bagi penggemar program acara kompetisi memasak tentu sudah tak asing lagi dengan sosok Arnold Poernomo. Pria yang akrab disapa Chef Arnold ini dikenal sebagai salah satu juri kompetisi memasak ternama di Indonesia.

Berkat kepiawaian para juri menilai masakan, terlahir para juru masak yang hebat. Ternyata, ada cara tersendiri ketika para juri menilai masakan para kontestan.

Baru-baru ini, Chef Arnold buka-bukaan terhadap fakta di balik proses penjurian tersebut. Ia mengatakan ada beberapa unsur yang harus diperhatikan.

Harus Seimbang

utamakan keseimbangan chef arnold ungkap proses penilaian masakan saat jadi juri

Youtube - BBQ Mountain Boys

Pernyataan itu diungkapkan oleh Chef Arnold dalam video yang diunggah di kanal Youtube BBQ Mountain Boys pada beberapa hari yang lalu. Dalam kesempatannya tersebut, ia bercerita mengenai teknis penjurian.

Juru masak kelahiran Surabaya ini mengatakan bahwa masakan yang baik adalah masakan yang seimbang. Keseimbangan tersebut dilihat dari segi bumbu hingga saat disajikan di atas piring.

"Semua itu harus balance. Di mana membuat suatu hidangan," kata Chef Arnold.

"Seasoning-nya dapet, konsepnya dapet, presentasinya dapet," imbuhnya.

Teknik

Meski tidak begitu menyoroti soal teknik memasak, tak menutup kemungkinan hal itu bisa menjadi poin tambah bagi kontestan. Tetapi hal yang paling penting dari semuanya adalah kepekaan lidah kontestan terhadap rasa masakan, menurut Chef Arnold.

"Teknik, kita boleh ngomongin teknik kalau mereka bisa nunjukin tekniknya," jelas Chef Arnold.

"Tapi kan mereka itu koki amatir, jadi mereka itu yang penting lidah itu harus diasah lagi," tambahnya.

Paham Soal Rasa

Chef Arnold menjelaskan tentang cara kerja lidah yang sudah terbiasa merasakan berbagai rasa masakan.

"Nah kalau mereka palette-nya udah pas, masak udah otomatis ke giude sama lidah kan," ucapnya.

"Orang ngga bisa masak belum tentu dia nggak bisa makan. Tapi kalau orang bisa makan, makanan yang mereka bikin apa aja nih mungkin gagal atau apa akhirnya seasoning-nya bisa lebih mending karena mereka paham," pungkasnya.

(mdk/dem)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP