UGM Bantu Mahasiswa di Tengah Wabah Corona, dari Sembako hingga Paket Data

Rabu, 8 April 2020 20:17 Reporter : Shani Rasyid
UGM Bantu Mahasiswa di Tengah Wabah Corona, dari Sembako hingga Paket Data Gedung UGM. ©ugm.ac.id

Merdeka.com - Merebaknya virus Corona menciptakan kendala sendiri buat para mahasiswa. Mereka harus belajar di rumah dan di indekos masing-masing. Terlebih bagi mahasiswa yang menjadi perantau dari luar kota, mereka tak bisa pulang karena melalui imbauannya pemerintah menganjurkan para perantau untuk tidak mudik ke kampung halaman masing-masing.

Salah satu kampus di Yogyakarta, UGM, sangat mengerti akan hal itu. Oleh karena itu, mereka membuat skema bantuan agar para mahasiswa dan para dosen yang bekerja dari rumah masing-masing bisa tetap produktif walau berada dalam bayang-bayang ancaman COVID-19. Berikut selengkapnya:

1 dari 4 halaman

Bantuan Paket Data

telkomsel hadirkan paket data khusus aplikasi belajar online

2020 Merdeka.com

Untuk membantu kelancaran para mahasiswa dalam menjalani Work From Home (WFH), UGM memberikan bantuan berupa uang paket data internet mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 150.000 per bulan.

Sementara itu, bantuan komunikasi juga diberikan kepada para dosen dan tenaga pendidik yang menerapkan kerja dari rumah. Untuk mereka diberikan uang sebesar Rp 100.000 sampai Rp 200.000 per bulan. Dalam menerapkan kebijakan ini, universitas itu juga telah melakukan kerja sama dengan operator paket data terbesar di tanah air.

"UGM juga menjalin kerja sama dengan beberapa operator besar Tanah Air seperti Telkomsel, Indosat Ooredo, dan XL," ujar Widyawan, Direktur Direktorat Sistem dan Sumber Daya Informasi (DSSDI) dilansir dari Liputan6.com pada Rabu (8/4).

2 dari 4 halaman

Bantuan Logistik Untuk Mahasiswa Tidak Mampu

logistik ke palu

Liputan6.com/Ditto Radityo

Selain paket data, UGM juga berencana mengirimkan bantuan logistik bagi mahasiswa tidak mampu. Setiap harinya akan ada 500 mahasiswa yang mendapat bantuan. Pemberian bantuan itu dibagi menjadi dua kloter. Pemberian bantuan itu diprioritaskan bagi mahasiswa indekos yang bertahan di Jogja.

"Bantuan ini diberikan terutama bagi mahasiswa indekos yang bertahan di Jogja. Tapi ada juga mahasiswa yang berasal dari DIY dan tidak mampu juga dapat bantuan," ujar Iva Ariani, Kabag Humas dan Protokol UGM dilansir Liputan6.com pada Rabu (8/4).

3 dari 4 halaman

Macam-macam Bantuan Logistik

Dilansir dari Liputan6.com, bantuan logistik yang akan diberikan pada mahasiswa jenisnya beragam. Saat awal masa darurat, mahasiswa mendapatkan nasi kotak, lalu ada pula bantuan sembako berupa beras, mi instan, susu, roti, makanan kaleng, gula, dan juga bantuan alat mandi. Di samping itu, rencananya UGM juga akan memberikan bantuan vitamin.

"Secara umum sampai sekarang belum ada kebijakan pemotongan uang kuliah di UGM. Akan tetapi ada skema bantuan untuk yang memerlukan dan mengajukan diri," kata Iva Ariani dilansir Liputan6.com pada Rabu (8/4).

4 dari 4 halaman

Relawan Membagikan Bantuan

Ir. Dyah Maharani, S.Pt selaku penanggung jawab kegiatan pembagian bantuan logistik Fakultas Peternakan UGM mengatakan bantuan sembako telah disiapkan oleh Plaza Argo dan dibagikan pada empat titik, yaitu wilayah 1 yang meliputi Pogung, wilayah 2 yang meliputi Sendowo, Terban, dan Blimbingsari, wilayah 3 yang meliputi Jetis dan Godean, serta wilayah 4 yang meliputi Kandang Fapet. Dalam menjalankan tugasnya, relawan juga telah melengkapi diri dengan APD yang sesuai prosedur.

"Bantuan dibagikan relawan yang telah mendapat surat tugas dari dekan Fapet UGM. Untuk mengantisipasi risiko penularan COVID-19, relawan akan mengenakan APD standar minimal berupa sarung tangan, masker, jas hujan, dan hand sanitizer. Mereka juga harus memperhatikan physical distancing sejauh 1 meter," ujar Dyah Maharani dilansir dari ugm.ac.id pada Rabu (1/4).

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini