Tren Kasus COVID-19 di Indonesia Menuju Puncak Kurva, Ini Kata Epidemolog Asal Jogja

Sabtu, 6 Juni 2020 15:55 Reporter : Shani Rasyid
Tren Kasus COVID-19 di Indonesia Menuju Puncak Kurva, Ini Kata Epidemolog Asal Jogja Ilustrasi Virus Corona. ©2020 Merdeka.com/ cdc

Merdeka.com - Memasuki bulan Juni, kasus positif COVID-19 di Indonesia makin bertambah. Hal ini begitu memprihatinkan mengingat Presiden Jokowi mengatakan kurva penambahan pasien COVID-18 harus sudah menurun.

Namun nyatanya ekspektasi itu tidak sesuai kenyataan. Bukannya menurun, kasus COVID-19 terus bertambah, terutama di daerah Jawa Timur.

Mengenai hal tersebut, Profesor Hamam Hadi, Rektor Universitas Alma Ata Jogja yang juga merupakan seorang epidemolog mengatakan, tren kasus positif COVID-19 di Indonesia pada awal bulan Juni ini sebenarnya tengah menuju puncak kurva.

“Secara umum tren COVID-19 di Indonesia dalam seminggu terakhir sedang naik menuju kurva epidemi dengan laju lebih lambat dibanding satu sampai dua minggu sebelumnya, yaitu dengan rata-rata 500 sampai 600 kasus baru per harinya,” kata Profesor Hamam dikutip dari ANTARA pada Jum’at (5/6).

Menurutnya, episentrum penyebaran COVID-19 tidak lagi berada di daerah Jabodetabek, melainkan sudah bergeser ke Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Berikut selengkapnya.

1 dari 3 halaman

Masih Bisa Berubah Tergantung Kondisi

bumn gelar 3000 rapid test gratis di banyuwangi

©2020 Merdeka.com

Menurut Hamam, ke depannya, penambahan kasus COVID-19 akan terus meningkat dengan tingkat kenaikan sedang. Namun, penambahan itu masih bisa terus berubah setiap saat, tergantung beberapa variabel yang menentukan di antaranya tingkat mobilitas masyarakat, kedisiplinan menjaga jarak, dan tertib melaksanakan protokol kesehatan.

“Dalam satu minggu terakhir angka potensi penambahannya 10 sampai 13 kasus dari setiap 10 kasus yang terkonfirmasi. Maka ke depannya diproyeksikan akan terus naik dengan tingkat kenaikan sedang,” jelas Hamam.

2 dari 3 halaman

Kategori Pertambahan Kasus COVID-19

penertiban pkl tanah abang saat psbb

©Liputan6.com/Faizal Fanani

Menurut Hamam, pertumbuhan kasus COVID-19 pada 34 provinsi di Indonesia dalam dua minggu terakhir terbagi atas enam kategori. Kategori pertama adalah provinsi dengan laju kenaikan COVID-19 lambat sampai sedang menuju puncak.

Kategori kedua merupakan provinsi dengan laju kenaikan cepat atau tajam menuju puncak. Sedangkan kategori ketiga merupakan provinsi dengan penurunan COVID-19 dari lambat sampai dengan sedang.

Kategori keempat merupakan provinsi dengan laju penurunan kasus cepat, kategori kelima merupakan provinsi dengan laju COVID-19 menuju titik rendah lalu landai. Dan terakhir adalah provinsi dengan kasus corona telah mencapai awal titik landai.

3 dari 3 halaman

Belum Saatnya Relaksasi

salat jumat pertama di masa psbb jakarta

©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Menurut Hamam, dari ke-34 provinsi tersebut, belum ada daerah yang memenuhi persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk merelaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dia juga menyarankan agar pemerintah dan masyarakat mau bekerjasama dalam menekan laju pertumbuhan kasus COVID-19 di Indonesia.

"Yang terbaik adalah upaya bersama pemerintah baik pusat maupun daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menekan laju COVID-19. Selain itu kita juga harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan WHO lebih dulu sebelum melakukan berbagai bentuk kebijakan relaksasi," jelasnya.

[shr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini