Susu Buatan UGM Ini Diyakini Mampu Turunkan Kolesterol, Ini Faktanya
Merdeka.com - Data dari RISKESDAS pada 2018 mengungkapkan bahwa 28,8 persen penduduk Indonesia yang berusia di atas 5 tahun memiliki total kolesterol di atas normal. Mengatasi hal itu, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan produk susu fermentasi yang dinamakan LowKol.
Widodo Hadisaputro, salah satu tim peneliti LowKol, mengatakan bahwa produk itu dibuat dengan memanfaatkan Lactobacillus Casei (L. casei), salah satu probiotik strain lokal dari manusia di Indonesia. Diyakini, strain itu dapat menurunkan kadar kolesterol total dalam tubuh manusia.
“Konsumsi susu fermentasi ini dapat menurunkan kolesterol, meningkatkan sensitivitas terhadap insulin, dan hiperglikemik tipe 2,” kata Widodo dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (19/8). Berikut selengkapnya:
Pengembangan Susu Fermentasi

©2021 Liputan6.com
Widodo mengatakan, pengembangan susu fermentasi penurun kolesterol itu mulai dilakukan setelah ia berhasil mengisolasi L. Casei strai AG dan AP di dalam saluran pencernaan bayi Indonesia yang hanya mengonsumsi air susu ibu (ASI). Dari uji coba itu, in vitro kedua strain tersebut memiliki potensi sebagai probiotik dan kemampuan sintesis SCFA.
Selanjutnya, hasil uji kemampuan strain AG dan AP sebagai kultur starter fermentasi susu menunjukkan ia mampu menurunkan pH susu dari 6,37 menjadi 4,27 dan 4,31 selama fermentasi 8 jam serta peningkatan jumlah sel L. Casei strain AG dan AP.
Dinamai LowKol
Widodo mengatakan, susu fermentasi itu kemudian dilakukan uji produk pada responden pengidap obesitas selama 1 bulan. Dari uji coba itu, susu itu terbukti mampu menurunkan total kolesterol, LDL, dan Trigliserida darah.
“Karena kemampuannya dalam kolesterol darah maka produk susu fermentasi ini dinamai LowKol,” terang Widodo.
Asimilasi Kolesterol

©2015 Merdeka.com/shutterstock/Lukiyanova Natalia/frenta
Menurut Widodo, dari berbagai hasil uji laboratorium, beberapa komponen yang ada di susu fermentasi itu memiliki peran penting dalam menurunkan kolesterol, salah satunya kandungan asam lemak. Ia mengatakan, penurunan kolesterol oleh bakteri probiotik itu juga berkaitan dengan asimilasi kolesterol.
“Asimilasi kolesterol dalam sistem pencernaan melibatkan perlekatan kolesterol pada permukaan membran sel probiotik sehingga menurunkan absorpsi kolesterol diet ke dalam darah,” jelas Widodo.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya