Sempat Terkubur Akibat Letusan Merapi, Ini 4 Fakta Unik Candi Losari
Merdeka.com - Situs Candi Losari terletak di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Melansir dari Kemdikbud.go.id, candi ini ditemukan pada 12 Mei 2004 di sebuah kebun salak milik Muhammad Badri, seorang guru yang mengajar di SMP Negeri 12 Magelang.
Pada dasarnya, Candi Losari sebenarnya merupakan kompleks percandian yang kecil. Menurut peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Baskoro Daru Tjahjono pada 2007, candi Hindu itu sebenarnya masih sezaman dengan Candi Borobudur. Namun dahsyatnya letusan Gunung Merapi membuat candi itu terkubur lahar dingin.
Lalu apa saja keunikan yang terdapat di Candi Losari? Berikut selengkapnya:
Relatif Utuh

©Kemdikbud.go.id
Saat penemuannya, kondisi Candi Losari relatif utuh. Keutuhan struktur candi itu tampak mulai dari bagian tubuh pada puncak candi. Hanya saja, candi ini ditemukan pada kedalaman hingga 5 meter di bawah permukaan tanah. Candi ini diperkirakan dari abad ke-9 hingga 10 Masehi.
“Candi berukuran 2m x 2m pada bagian bilik candi. Total ada empat candi yang ditemukan, satu candi induk dan tiga lainnya candi perwara,” kata Baskoro mengutip dari Liputan6.com.
Hiasan Motif yang Indah

©Kemdikbud.go.id
Dalam penggalian yang dilakukan pada 8-31 Januari 2007, di sepanjang dinding candi terdapat hiasan ukiran bermotif yang sangat indah. Ukiran itupun tampak masih utuh.
“Dinding-dinding candi berhiaskan ukiran bermotif tumbuh-tumbuhan, berbentuk sulur-suluran, terlihat indah serta ukirannya tampak masih utuh. Dari ukiran itu tampak jelas pola goresan pahatannya sangat halus dan berseni tinggi,” ungkap Baskoro.
Ukuran Candi

©2021 Liputan6.com
Melansir dari Liputan6.com, Candi Losari memiliki tinggi sekitar 3 meter dan menghadap ke arah barat laut. Batu untuk membangun candi itu merupakan jenis batu andesit yang diperkirakan berasal dari letusan Gunung Merapi.
Sementara untuk candi perwaranya, masing-masing memiliki tinggi 183cm x 183 cm dengan dasar candi berukuran 250 cm x 250 cm. Bilik candi berukuran 97 cm x 97 cm dan tinggi 97 cm. Di bagian atas pintu candi terdapat hiasan kepala kala yang mempunyai taring dan berambut gimbal. Ukirannya pun masih utuh.
Terendam Air

©2021 Liputan6.com
Pada 1 Maret 2015, Candi Losari terendam air hingga mencapai 2 meter. Surahman, Juru Pelihara Candi Losari, mengatakan bahwa air mulai muncul saat tim Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah menggali tanah sedalam 4,5 meter untuk mencari dasar candi pada Oktober 2013.
Menurutnya, air dari tiga sumber mata air itu selalu keluar menggenangi candi. Air hanya surut saat memasuki puncak musim kemarau.
Anak Muhammad Badri, Halimah, mengatakan bahwa kawasan di sekitar Candi Losari memang memiliki banyak sumber air. Bahkan, jika warga ingin membuat sumur, mereka cukup menggali sedalam tiga hingga empat meter saja.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya