Sabotase adalah Tindakan Perusakan, Ini Ciri-Ciri dan Contohnya
Merdeka.com - Setiap ada kerusuhan atau perang, kita sering mendengar istilah sabotase. Biasanya, kata ini digunakan untuk menggambarkan suatu tindakan yang menyerang dan menimbulkan kerusakan.
Secara umum, sabotase merujuk pada suatu kegiatan atau aktivitas merusak fasilitas yang dapat mengganggu suatu pihak. Sebagai contoh, tindakan ini biasa dilakukan oleh pemberontak yang tidak puas dengan kinerja pemerintah. Akibat ketidakpuasan tersebut, mereka merusak fasilitas yang dimiliki oleh pemerintah dan sebagainya.
Adapun sasaran sabotase sangat beragam, mulai dari fasilitas umum, infrastruktur, organisasi, dan kegiatan lainnya. Selain itu, sabotase juga menyasar sesuatu yang sangat berharga dan memberikan dampak besar bagi psikologis seseorang atau masyarakat.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sabotase dan apa saja ciri-cirinya? Simak penjelasannya yang merdeka.com lansir dari definitions.net:
Pengertian Sabotase

©Zaporizhzhya NPP via YouTube via REUTERS
Sabotase berasal dari bahasa Prancis, yaitu “sabot” yang artinya sepatu kayu. Istilah ini digunakan pada abad ke-19 saat terjadi PHK besar-besaran akibat industri Prancis. Hal tersebut yang kemudian membuat masyarakat dan pekerja melakukan perusakan terhadap mesin-mesin industri dengan memasukkan sepatu kayu di dalamnya.
Seiring berjalannya waktu, kata “sabot” kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Inggris, menjadi sabotage, yang artinya merusak. Biasanya, istilah sabotage digunakan dalam situasi perang. Hal ini berhubungan untuk mendeskripsikan suatu aktivitas individu atau grup dengan tujuan menghancurkan atau merusak.
Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa sabotase adalah sebuah tindakan yang bertujuan untuk merusak dan merugikan pihak-pihak tertentu. Selain itu, sabotage juga sebuah tindakan yang dilakukan secara terencana, tersembunya, dan disengaja.
Ciri-Ciri Sabotase

©Press service of National Nuclear Energy Generating Company Energoatom/Handout via REUTERS
Sabotase adalah tindakan yang bertujuan untuk menghalangi atau menghentikan upaya yang dilakukan pihak lain menggunakan cara-cara yang destruktif. Biasanya, tindakan ini dilakukan oleh pihak yang paham mengenai apa yang ingin dicegah. Secara umum, berikut ciri-ciri sabotase, di antaranya:
Terencana
Salah satu ciri-ciri sabotase yang paling umum adalah dilakukan secara terencana. Seseorang yang melakukan tindakan sabotase biasanya akan menyiapkan strategi tertentu dengan tujuan merusak. Selain itu, tindakan ini juga dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau bersifat rahasia.
Memberikan Dampak
Tindakan sabotase juga akan memberikan dampak kerusakan. Tidak sedikit fasilitas atau barang berharga yang rusak akibat sabotase. Selain itu, tindakan ini juga akan memberi dampak besar bagi psikologis seseorang atau masyarakat luas.
Kerusakan
Ciri-ciri sabotase selanjutnya, yaitu menimbulkan kerusakan. Umumnya, seseorang yang melakukan sabotase menggunakan bahan peledak untuk merusak fasilitas umum. Hal ini yang kemudian membuat sabotase identik dengan kerusakan.
Selain itu, sabotase juga identik dengan gerakan perlawanan yang dilakukan oleh pemberontak. Biasanya, mereka melakukan sabotase dengan alasan sakit hati atas kerugian yang diderita.
Contoh dan Dampak Sabotase

©SERGEY BOBOK/AFP
Seperti yang sudah diketahui, sabotase adalah sebuah tindakan yang merusak dengan tujuan tertentu. Ada sejumlah penyebab sabotase yang paling umum terjadi, seperti pemerintahan yang otoriter, militer dan keamanan yang represif, perbedaan paham antar kelompok masyarakat, hingga bertujuan untuk menghancurkan rencana golongan tertentu.
Contoh sabotase yang pernah terjadi di beberapa negara, yaitu sabotase perdagangan dan sabotase senjata. Sabotase perdagangan pernah terjadi di negara Timur Tengah. Yang mana kapal tanker minyak dirusak oleh pejabat di Teluk Persia. Sementara itu, sabotase senjata pernah dilakukan pada 2019 oleh Pemerintahan Donald Trump yang menyabotase rudal dan roket Iran.
Tentunya, banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari sabotase, di antaranya sebagai berikut:
• Membahayakan perekonomian negara.
• Membuat suasana tidak aman dan tidak kondusif.
• Terganggunya sistem transportasi.
• Adanya tindakan eksploitasi perusahaan dan properti.
• Gagalnya produksi pertanian atau industri.
(mdk/jen)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya