Resmi Beroperasi, Ini 5 Potret Megah Bandara Jendral Soedirman Purbalingga
Merdeka.com - Kamis, 3 Juni 2021 merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Purbalingga dan sekitarnya. Setelah ditunggu belasan tahun, akhirnya Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) resmi beroperasi.
Setelah resmi beroperasi, Citilink menjadi maskapai penerbangan pertama yang mendarat di Bandara JBS. Berangkat dari Bandara Juanda di Surabaya pukul 10.30, pesawat itu mendarat dengan selamat di JBS pada pukul 11.05. Selanjutnya pesawat itu melanjutkan perjalanan ke Bandara Halim Perdana Kusuma di Jakarta pada pukul 11.50.
“Dengan adanya moda transportasi yang lebih cepat dan efisien seperti penerbangan, maka diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, namun juga dapat mengakomodir peningkatan arus barang dan jasa dengan lebih baik,” kata Direktur Utama Citilink, Juliandra, dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (3/6). Berikut selengkapnya:
Dream Come True

©Instagram/@angkasapura2
Peresmian Bandara JBS dihadiri langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dalam sambutannya, Ganjar menyebut momen bahagian itu sebagai the dream come true, mimpi yang menjadi nyata.
“Ini seperti the dream come true. Sejak saya masih anggota DPR RI, sejak Pak Triono jadi Bupati, lima bupati mendukung. Sejarah panjang itu hari ini terwujud. Sudah ada pesawat yang mendarat,” kata Ganjar dikutip dari Liputan6.com pada Jumat (4/6).
Sejarah Berdirinya Bandara JBS

©Instagram/@angkasapura2
Dalam sambutan tersebut, Ganjar juga menceritakan sejarah berdirinya Bandara JBS. Dia mengatakan, pada tahun 2006 saat masih menjadi anggota DPR RI, Ganjar berbincang dengan Bupati Purbalingga kala itu Triono Budi Sasongko perihal membangun bandara komersial di Purbalingga.
Saat itu, gagasan tersebut seakan menjadi ide besar yang tak mudah diwujudkan. Maka perlu dukungan dari bupati lain agar gagasan ini bisa terwujud.
Tanggapan Bupati Purbalingga

©2021 Liputan6.com
Seiring waktu, gagasan itu berlanjut dari bupati satu ke bupati berikutnya. Mulai dari Heru Sudjatmoko, Sukento Marhaendrianto, Tasdi, hingga Dyah Hayuning Pratiwi. Pada akhirnya, gagasan itu terwujud saat Purbalingga dipimpin oleh Bupati Dyah Hayuning Pratiwi yang tak lain adalah putri Mantan Bupati Triono.
“Ini mimpi besar yang sudah ditunggu. Sudah dirintis sejak tahun 2006, artinya sudah 15 tahun. Suatu pencapaian yang luar biasa,” ucap perempuan yang akrab disapa Tiwi itu dalam pidatonya.
Bukan Hanya Milik Purbalingga

©Instagram/@dyahayuningpratiwi
Namun dalam sambutan itu Bupati Tiwi juga mengingatkan bahwa bandara itu tak hanya milik warga Purbalingga semata, melainkan juga warga-warga di wilayah sekitarnya, terutama yang masuk dalam Karasidenan Banyumas.
Oleh karena itu, ia mengajak agar manfaat bandara itu bisa dirasakan bersama. Lebih jauh, ia berharap agar adanya bandara itu bisa meningkatkan taraf perekonomian kawasan Jawa Tengah bagian barat dan selatan.
“Harapannya dalam tiga atau empat tahun bisa mendarat pesawat Boeing,” kata Tiwi dikutip dari Liputan6.com.
Tentang Bandara JBS

©Instagram/@ganjar_pranowo
Dikutip dari akun Instagram Angkasa Pura 2, Bandara JBS ke depannya akan memiliki luas lahan mencapai 9.000 meter persegi. Panjang runaway-nya masih dalam pengembangan dan nantinya mencapai 45x3.000 meter persegi dan memiliki kapasitas terminal yang mampu menampung 500.000 penumpang per tahunnya. Dengan adanya bandara ini, Gubernur Ganjar Pranowo berharap bisa mendatangkan banyak manfaat.
“Ayo sedulur-sedulurku di sekitar Purbalingga, manfaatkan bandara ini dan siapkan mental menghadapi perkembangan. Semoga memberikan banyak manfaat,” tulis Ganjar dalam akun Instagram pribadinya.
(mdk/shr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya