Serunya Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas, Empat Pusaka Kebesaran Dikirab Sekaligus

Acara Kirab Pusaka itu merupakan penutup rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Serunya Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas, Empat Pusaka Kebesaran Dikirab Sekaligus
Kirab Pusaka Banyumas (© Instagram/@banyumas24jam)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada 22 Februari 2024 lalu, Kabupaten Banyumas menginjak usia 453 tahun. Namun peringatan hari jadi kabupaten itu baru digelar tiga hari kemudian, tepatnya pada Minggu (25/2).

Sebanyak empat pusaka kebesaran Banyumas dikirab dalam hari peringatan tersebut, yaitu Tombak Kiai Genjring, Keris Kiai Nala Praja, Keris Kiai Gajah Endro, dan Keris Kiai Sempana Bener. Kirab dilakukan mulai dari halaman Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas hingga Rumah Dinas Bupati Banyumas dengan menyusuri Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto, sejauh dua kilometer.

Dok. Istimewa
© Instagram/@banyumas24jam

Mengutip ANTARA, prosesi kirab diawali dengan upacara pemberangkatan yang dipimpin oleh Pejabat (Pj) Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro di halaman Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam upacara itu, Pj Bupati menyerahkan Tombak Kiai Genjring kepada Subamanggala yang diperankan oleh Camat Purwokerto Timur Kristiono untuk dikirab bersama tiga pusaka lainnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sementara iring-iringan kirab terdiri atas pasukan pembawa Panji Lambang Daerah Banyumas, disusul Subamanggala yang bertindak sebagai pembuka jalan untuk memimpin kirab.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di belakang Subamanggala ada pasukan pembawa empat pusaka kebesaran yang melambangkan kekuatan, keagungan, perjuangan, berpegang teguh pada keimanan, dan ketakwaan kepada Tuhan yang telah mengiringi perjalanan sejarah Kabupaten Banyumas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Iring-iringan kirab dilanjutkan dengan kehadiran sosok bupati pertama Banyumas, Raden Djoko Kaiman beserta istri yang diperankan oleh Kakang-Mbekayu Banyumas. Disusul barisan pembawa foto Bupati II hingga Bupati XXXI Banyumas.

Setelah tiba di Pendopo Sipanji Purwokerto, Pj Bupati memimpin upacara Palereman untuk menerima empat pusaka yang baru dikirab dan selanjutnya diistirahatkan kembali dalam ruangan khusus yang berada di Rumah Dinas Bupati Banyumas.

“Masyarakat Banyumas luar biasa. Meskipun di tengah terik matahari, mereka tetap semangat untuk menyaksikan,” ujar Hanung saat ditemui ANTARA pada Minggu (25/2).

Ia berharap kirab pusaka itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Banyumas. 

Dok. Istimewa
YouTube/Indonesia Daily Life

Sementara itu Ketua Panitia Hari Jadi ke-453 Banyumas, Suwondo, mengatakan bahwa acara Kirab Pusaka itu merupakan penutup rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Menurutnya, selain menghibur masyarakat, acara tersebut juga menjadi momen pelestarian budaya Jawa dan penyampaian pengetahuan pada masyarakat seputar Banyumas.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Salah seorang warga Banyumas, Eny Tri Wahyuni, mengaku senang melihat prosesi Kirab Pusaka tersebut.

"Ini sebagai wujud apresiasi masyarakat untuk menyambut Hari Jadi Kabupaten Banyumas," katanya.

Sempat Terjadi Insiden

Sempat Terjadi Insiden
Dok. Istimewa

Acara kirab itu sempat diwarnai insiden seorang penunggang kuda terjatuh di tengah-tengah acara. Pada saat itu kuda yang ditunggangi berjalan pelan. Sehingga penunggang kuda itu tidak mengalami luka serius.

Rekomendasi