Aqiqah biasanya dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi. Pada saat aqiqah, biasanya orang tua bayi menyembelih seekor hewan, seperti domba atau kambing.
Daging hewan yang disembelih tersebut dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga, teman, dan kaum miskin. Selain bentuk rasa syukur, tradisi aqidah juga mengajarkan umat muslim untuk sedekah atau berbagi kepada sesama.
Advertisement
Dalam beberapa kasus, beberapa orang pun menanyakan bagaimana tata cara aqiqah saat Idul Adha? Oleh karena itu, penting bagi umat muslim untuk memahami tata cara aqiqah saat Idul Adha, hukum, dan syariatnya.
Selain itu juga perlu memahami konsekuensi jika aqiqah dan kurban dilakukan sekaligus. Dengan penjelasan ini, bisa membantu Anda mengambil pilihan yang tepat berkaitan dengan tata cara aqiqah saat Idul Adha.
Dilansir dari NU Online, berikut kami merangkum tata cara aqiqah saat Idul Adha dan berbagai penjelasan lainnya, penting untuk disimak.
Advertisement
Advertisement
Sebelum mengetahui tata cara aqiqah saat Idul Adha, perlu dipahami hukum aqiqah dan kurban. Hukum aqiqah dan kurban ialah sunah. Menurut Mahzab Syafii, selama tidak menjadi nadzar maka setiap aktivitas penyembelihan hewan adalah sunah dalam Islam.
Perbedaan keduanya pada waktu pelaksanaan. Aqiqah dilaksanakan setelah kelahiran seorang bayi sebagai bentuk syukur. Sementara penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, saat Idul Adha.
Lebih lanjut, hukum pelaksanaan aqiqah adalah hak seorang anak dari orang tuanya. Dianjurkan bagi orang tua yang memiliki kelapangan rezeki untuk menyembelih hewan dan membagikannya kepada orang sekitar.
Advertisement
Jika orang tua belum memiliki rezeki untuk aqiqah, bisa melaksanakan dari bayi tumbuh sampai usia baligh. Namun jika hingga dewasa, orang tua belum melakukan aqiqah maka hukum sunahnya menjadi gugur. Aqiqah selanjutnya diserahkan pada sang anak untuk melaksanakan sendiri atau meninggalkannya. (Foto/Pixabay)
Advertisement
Sebelum mengetahui tata cara aqiqah saat Idul Adha, penting dipahami hukumnya aqiqah saat perayaan Idul Adha. Jika terdapat kelahiran bayi bertepatan dengan Idul Adha, kemudian menjadi pertanyaan manakah yang lebih baik didahulukan, aqiqah atau kurban? (Foto/Pixabay)
Advertisement
Aqiqah atau kurban dulu? Dalam hal ini, umat muslim dianjurkan untuk melihat momentum serta situasi dan kondisi. Jika mendekati hari raya Idul Adha, maka kurban lebih diutamakan dibandingkan aqiqah. Mengingat aqiqah memiliki waktu pelaksanaan yang lebih longgar hingga bayi berusia baligh.
Advertisement
Namun, jika menginginkan keduanya, menurut pendapat Imam Ramli, aqiqah dapat dilakukan sekaligus dengan kurban. Pelaksanaan aqiqah dan kurban ini dilakukan dengan dua niat dalam penyembelihan satu ekor hewan.
Advertisement
Tata cara aqiqah saat Idul Adha dilakukan seperti aturan pada umumnya. Syarat hewan yang disembelih untuk aqiqah juga sama seperti kurban, mulai dari aturan usia, jenis hewan, dan ada tidaknya cacat pada hewan tersebut. (Foto/Pixabay)
Hal yang membedakan adalah Aturan sunahnya dianjurkan untuk menyembelih 2 ekor kambing atau domba bagi kelahiran anak laki-laki. Sedangkan untuk kelahiran anak perempuan cukup 1 ekor kambing atau domba saja.
Namun, Islam memberikan kelonggaran. Jika kemampuan finansial hanya mampu menyembelih seekor kambing atau domba untuk bayi laki-laki, maka pelaksanaan aqiqah sudah memenuhi sunah dan dianggap sah.
Advertisement
Advertisement
Tata cara aqiqah saat Idul Adha yang perlu diperhatikan berikutnya yaitu waktu pelaksanaan. Secara umum aqiqah baik dilakukan setelah 7 hari kelahiran bayi. Namun diperbolehkan pula untuk menggabungkan niat aqiqah dan kurban sekaligus dalam penyembelihan satu hewan kurban.
Pendistribusian daging aqiqah biasanya dilakukan dalam bentuk siap saji atau telah dimasak hingga menjadi makanan. Disunahkan untuk tidak mematahkan tulang hewan. Hendaknya daging dipotong tiap ruas atau pesendian tulang sebagai simbol keselamatan. Kemudian menyedekahkan daging aqiqah pada fakir miskin. (Foto/Pixabay)
Advertisement
Setelah mengetahui hukum dan tata cara aqiqah saat Idul Adha, pahami konsekuensi pembagian daging dalam masalah ini. Jika Anda mengikuti pendapat Imam Ramli yang menggabungkan pelaksanaan aqiqah dan kurban, maka konsekuensi ada pada saat pembagian daging.
Advertisement
Sedangkan daging hasil penyembelihan aqiqah biasanya dibagian dalam bentuk siap saji atau telah dimasak dan siap santap.
Advertisement
Sebab, aturan pembagian daging ini hanya untuk meraih keutamaan, tidak berkaitan dengan sah tidaknya pelaksanaan ibadah. Namun, jika ingin lebih lebih bijak, Anda bisa mempertimbangkan momentum serta situasi yang kondisi, apakah ingin mendahulukan kurban atau menggabungkan aqiqah dengan kurban.