Tingkatkan Daya Saing Bisnis, Dinkop UKM Sleman Gelar Workshop Business Matching untuk 25 Koperasi

Acara ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara koperasi umum dan KDMP guna meningkatkan daya saing bisnis koperasi di Sleman.

Shani Rasyid
Oleh Shani Rasyid - Reporter
Tingkatkan Daya Saing Bisnis, Dinkop UKM Sleman Gelar Workshop Business Matching untuk 25 Koperasi
Gandeng Indotoko, Dinkop UKM Sleman Gelar Workshop Business Matching untuk 25 Koperasi (Dinkop UMKM Sleman)

Dalam upaya membangun jaringan bisnis koperasi yang berkelanjutan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Kabupaten Sleman mengadakan Workshop Cooperative Business Matching pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Grand Serela Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh 38 pengurus koperasi dari 20 koperasi umum dan 5 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Sleman.

Acara ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara koperasi umum dan KDMP guna meningkatkan daya saing bisnis koperasi di Sleman.

Direktur PT Indotoko Pangan Makmur, Martanto Haris, hadir sebagai narasumber untuk berbagi wawasan tentang bisnis ritel, khususnya di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) atau yang dikenal sebagai toko kelontong.

“Bisnis FMCG sangat mudah direplikasi, terbukti dengan menjamurnya waralaba ritel nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ia menekankan dua hal krusial dalam bisnis ini, yaitu pemilihan barang dan penentuan harga.

"Menurut prinsip Pareto, 80% omzet hanya dihasilkan dari 20% persediaan barang. Jadi, memilih barang yang tepat sangat krusial," jelas Haris.

Ia menambahkan, harga yang kompetitif bisa dicapai melalui subsidi silang antar produk.

Dalam forum ini, Haris berharap KDMP dapat menjadi sumber pasokan barang yang lengkap dan terjangkau bagi masyarakat.

Gandeng Indotoko, Dinkop UKM Sleman Gelar Workshop Business Matching untuk 25 Koperasi
Gandeng Indotoko, Dinkop UKM Sleman Gelar Workshop Business Matching untuk 25 Koperasi Dinkop UMKM Sleman

PT Indotoko Pangan Makmur, yang dikenal dengan brand Indowarung, adalah perusahaan ritel dan distribusi yang fokus pada produk FMCG. Berdiri sejak tahun 2002, Indotoko telah berkembang pesat dan kini menjangkau Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Indotoko menggunakan prinsip Pareto untuk menghadirkan produk prioritas dengan harga kompetitif. Mereka juga menyediakan aplikasi Indowarung untuk membantu koperasi mitra mengelola toko dengan lebih efisien dan modern.Saat ini, Indotoko telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi Bantul dan Koperasi Gunungkidul.

Melalui pendampingan PT Indotoko, dua KDMP di Bantul, yaitu KDMP Srimulyo dan KDMP Bangunharjo, telah berhasil beroperasi dengan ketersediaan barang yang lengkap dan sistem kasir modern.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta kembali memunculkan wacana pembentukan Distribution Center yang menaungi seluruh koperasi di Sleman. Wacana ini, yang sudah ada sejak lima tahun lalu, kembali mengemuka sebagai solusi untuk memperkuat rantai pasokan dan distribusi barang di antara koperasi di Sleman.

Melalui workshop ini, PT Indotoko Pangan Makmur berharap dapat terus berkolaborasi dengan koperasi dan pemerintah daerah untuk membangun ekosistem ritel modern pedesaan yang lebih kuat dan berdaya saing.

Rekomendasi