Jalani Ritual Sakral, Begini Momen Para Biksu Mengambil Air Suci di Umbul Jumprit

Sebelum merayakan Waisak, para biksu melakukan ritual pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Temanggung. Air suci itu nantinya akan digunakan untuk perayaan Tri Suci Waisak 2023 di Candi Borobudur.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Jalani Ritual Sakral, Begini Momen Para Biksu Mengambil Air Suci di Umbul Jumprit
Pengambilan air suci di Umbul Jumprit. ©YouTube/STAB Maha Prajna Official

Hari Raya Waisak akan jatuh pada Minggu, 4 Juni 2023. Sebelum itu berbagai rangkaian acara sudah digelar hari-hari sebelumnya.

Salah satu rangkaian acara itu adalah pengambilan air suci di Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Air suci itu nantinya akan digunakan untuk perayaan Tri Suci Waisak 2023 di Candi Borobudur.

Ketua II DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah, Tanto Harsono, mengatakan bahwa para biksu yang hadir dalam acara itu tak hanya dari Indonesia, namun juga ada yang berasal dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan Kanada.

Berikut selengkapnya:

Pengambilan air berkah di Umbul Jumprit dilakukan oleh perwakilan Biksu Sangha. Sementara para biksu yang lain mengikuti puja bakti bersama umat Buddha. Dalam ritual ini, para biksu mengambil air berkah dari Jumprit sebanyak 20 kendi. Namun sebelumnya, telah dilakukan pengambilan air 10.000 botol oleh panitia.

“Dengan pengambilan air sebagai lambang ketenangan dan kesucian. Dalam tubuh kita pun sebagian besar adalah air,” kata Tanto.

Sebelumnya, api suci Waisak telah diambil dari sumber api alam Mrapen, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (2/6). Api itu kemudian disemayamkan di Candi Mendut. Nantinya pada puncak Hari Raya Waisak pada Minggu (4/6), air berkah dan api suci akan diarak oleh para biksu dan umat Buddha dari Candi Mendut ke Candi Borobudur.

Sementara itu, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Nyoman Suriadarma mengatakan bahwa pengambilan air berkah menjadi salah satu tradisi yang sudah berlangsung cukup lama oleh umat Buddha.

Ia menyampaikan bahwa air merupakan salah satu unsur alam yang melambangkan kerendahan hati karena sifatnya yang mengalir ke tempat yang lebih rendah. Selain itu, air juga menjadi simbol kejernihan dan salah satu sarana umat Buddha melakukan puja.

Selanjutnya, air dari Umbul Jumprit akan disakralkan di Candi Mendut. Di sana air akan dibacakan parita oleh biksu dan umat Buddha dari berbagai sangha.

Rekomendasi