Kabupaten Sleman merupakan salah satu sentra produksi cabai nasional. Pada tahun 2022 lalu, produksi cabai di wilayah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun 2021 produksi cabai adalah 9.923,3 ton, maka tahun 2022 produksinya menjadi 11.406,6 ton.
“Produksi cabai terbesar tersebar di 17 kapanewon dengan daerah sentra produksi berada di Kanapewon Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Turi, Sleman, dan Tempel,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono, dikutip dari ANTARA pada Rabu (1/3).
Ia mengatakan, produksi cabai yang berkembang di Kabupaten Sleman antara lain cabai rawit dan cabai keriting. Berdasarkan data produksi tahun 2022, komposisi cabai rawit mencapai 6.509,3 ton (57,07 persen) dan cabai keriting sebesar 4.897,3 ton (42,93 persen).
Advertisement
Peran Pasar Lelang
Suparmono mengatakan, pasar lelang dan titik kumpul cabai dirasa sangat bermanfaat bagi petani cabai. Keberadaannya sangat penting bagi para petani dalam meningkatkan posisi tawar.
“Di titik kumpul ini, ada lebih dari satu ton cabai per hari jika diambil rata-rata. Perkiraan kami, di bulan puasa ini dan mendekati Idul Fitri, bisa lebih dari dua ton per hari. Itu baru satu titik kumpul, belum titik kumpul yang lain,” kata Suparmono.
Ia mengatakan, titik kumpul ini adalah tempat singgah sementara untuk cabai sebelum dikirim ke pembeli yang sudah memenangi lelang. Cabai hasil lelang kemudian dikirim ke beberapa pasar induk di Jakarta.
Advertisement
Sekolah Lapang
Selain itu, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman mengadakan Sekolah Lapang Budidaya Cabai untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Sekolah ini rencananya akan dilaksanakan sebanyak 30 kali pada tahun 2023. Dalam setiap pelaksanaannya, dikembangkan sebanyak 1,25 hektare lahan cabai.
Dalam sekolah itu, diajarkan berbagai materi di antaranya penanggulangan hama dan penyakit tanaman.
“Dengan kegiatan ini diharapkan produksi cabai di Kabupaten Sleman lebih meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi lebih dalam rangka penyediaan kebutuhan cabai nasional,” pungkas Suparmono.