Pada Jumat sore (17/2), kericuhan terjadi di Stadion Jatidiri Semarang. Kericuhan itu tepatnya terjadi di luar stadion di saat pertandingan BRI Liga 1 antara PSIS Semarang melawan Persis Solo berlangsung.
Pada saat itu, polisi sempat menembakkan gas air mata. Sebagian gas air mata yang masuk ke dalam stadion di menit ke-74 diduga membuat wasit menghentikan jalannya pertandingan.
Lalu apa yang menjadi penyebab kericuhan itu? Dan seperti apa reaksi sejumlah pihak? Berikut selengkapnya:
Advertisement
Suporter Nekat Datang ke Stadion
Sebelumnya, pertandingan antara PSIS Semarang melawan Persis Solo harus digelar tanpa penonton sesuai dengan rekomendasi yang diterbitkan Polrestabes Semarang.
Walau begitu, suporter PSIS tetap datang menyerbu stadion. Tak tanggung-tanggung jumlah mereka mencapai ribuan orang.
Karena peristiwa ini, sempat terjadi kericuhan antara polisi dengan pendukung PSIS di depan pintu masuk Stadion Jatidiri. Dalam kericuhan ini, polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau pendukung PSIS yang memaksa masuk ke stadion.
Alasan Polisi Tembakan Gas Air Mata
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Irwan Anwar mengatakan polisi menembakkan gas air mata pada pendukung PSIS Semarang setelah gagal melakukan upaya persuasif. Menurutnya, tindakan tegas itu dilakukan petugas sesuai dengan tahapan pengamanan yang dilakukan.
Sementara mengenai pelarangan penonton untuk hadir di stadion, Irwan mengatakan bahwa dulu, saat PSIS bermain di Solo, terjadi penyerangan terhadap suporter Semarang dalam perjalanan pulang. Ia menduga akan ada aksi balasan yang dilakukan suporter PSIS Semarang pada suporter yang datang dari Solo.
Advertisement
Reaksi Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turut prihatin akan kejadian ini. Menurut Ganjar, penting bagi para suporter untuk bertemu dan membuat pedoman bagaimana memberikan dukungan yang baik dan menarik bagi tim masing-masing. Ia memahami suasana emosional para suporter ketika tim favoritnya bertanding dan mereka tidak bisa menonton secara langsung.
“Para koordinator suporter ngobrol yuk, ngopi yuk. Kita bikin suasana yang lebih menarik untuk mengevaluasi agar seluruh pertandingan tim kita bisa ditonton. Kita senang bareng dan melihat prestasi. Kita kan sudah belajar banyak dari kejadian sebelumnya,” kata Ganjar dikutip dari ANTARA pada Jumat (17/2).
Sebanyak 16 Orang Diamankan
Sebagai dampak dari peristiwa ini, sebanyak 16 orang diamankan polisi. Irwan mengatakan 16 orang itu diperiksa terkait dengan dampak bentrokan yang mengakibatkan kerusakan fasilitas umum dan kendaraan bermotor yang ada di lokasi kejadian.
“Saat ini masih dalam pemeriksaan. Sejauh mana perannya, kualitas keterangannya, akan dipadukan dengan alat bukti lainnya,” kata Irwan.