Ratusan motor trail mengikuti jelajah alam Kabupaten Boyolali di Desa Krasak, Kecamatan Teras. Para pembalap offroad itu harus menghadapi banyak tantangan sepanjang perjalanan jelajah alam. Mulai dari rintangan tiga batang pohon besar yang melintang, area bebatuan, susunan ban, hingga jump track.
Selain itu, peserta juga menerabas area perkebunan, sungai, hingga perbukitan terjal. Rute jelajah alam itu membentang sejauh 40 kilometer.
Ada 14 medan terjal sepanjang rute. Di antaranya ada rute dengan tingkat kemiringan tanjakan mencapai 75 derajat. Begini keseruan para pembalap offroad ini melewati rintangan.
Advertisement
Karena begitu sulit dan banyaknya tantangan yang harus dihadapi, tidak sedikit peserta terjatuh. Karena ini adalah sebuah kompetisi, panitia menyiapkan hadiah khusus bagi mereka yang melewati tanjakan dengan sempurna.
“Tidak bisa dibayangkan dengan waktu. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tapi senang, senang sekali. Yang paling sulit itu di daerah sini, karena batunya licin-licin. Kalau nggak nanjak mungkin masih bisa ditaklukkan, tapi kalau begini (menanjak) ya repot. Oleng sedikit langsung jatuh,” kata Supriyanto, salah seorang peserta motor trail itu, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Kamis (17/11).
Advertisement
Selain sebagai ajang menyalurkan hobi, acara itu juga dijadikan ajang untuk menggalang donasi demi membangun tempat ibadah. Dari hasil penggalangan donasi itu, terkumpul uang Rp125 juta.
“Jadi ini dikemas dalam acara bakti sosial pembuatan masjid yang berlokasikan di Krasak, Boyolali. Hari ini kurang lebih ada 400-an peserta. Jalurnya sebenarnya tidak terlalu ekstrem, tapi sudah menantang bagi para penggemar trabas,” kata Arif Setyono, ketua panitia acara tersebut.