Bagi pasangan yang hendak menuju pelaminan, tentu menyiapkan pernikahan bukan suatu hal yang mudah. Banyak hal yang harus diatur, mulai dari persiapan lokasi atau venue pernikahan, undangan, baju, hingga catering makanan yang akan disajikan pada acara. Tak sedikit waktu, tenaga, dan uang, tercurahkan untuk mendukung lancarnya acara.
Banyaknya hal yang harus diatur dan dipikirkan, tentu menimbulkan risiko stres tersendiri. Terlebih, jika Anda harus membagi waktu bekerja dengan mengelola berbagai persiapan pernikahan sendiri dengan pasangan, tanpa menggunakan jasa wedding organizer. Pasti ini adalah hal yang cukup menguras fisik dan mental.
Belum lagi, perbedaan-perbedaan pendapat yang muncul antara Anda dan pasangan, atau Anda dan ekspektasi orang tua maupun calon mertua, membuat situasi semakin kompleks. Meskipun rumit, namun Anda harus bisa mengelola stres dengan baik agar acara pernikahan yang akan digelar bisa berjalan dengan lancar.
Dalam hal ini, terdapat beberapa cara mengelola stres menjelang pernikahan yang bisa Anda coba. Mulai dari mengatur perencanaan dengan baik, menyusun prioritas, bangun komunikasi yang baik, hingga meminta bantuan dari orang yang dipercaya. Selain itu, penting juga untuk mempertahankan rutinitas harian sehat yang dapat mendukung kesehatan fisik dan mental Anda.
Dilansir dari Verywell Mind, berikut kami merangkum beberapa cara mengelola stres menjelang pernikahan yang bisa dipraktikkan.
Advertisement
Sebelum mengetahui beberapa cara mengelola stres menjelang pernikahan, perlu dipahami terlebih dahulu gejala atau tanda-tanda apa saja yang sering muncul ketika Anda mengalami stres menjelang pernikahan. Gejala stres ini dapat dilihat dari gejala emosional hingga gejala fisik. Berikut penjelasannya.
Gejala emosional:
- Sulit untuk fokus
- Sulit untuk membuat keputusan
- Merasa lelah dan kewalahan serta tidak mampu mengatasi masalah yang ada
- Sering lupa
- Merasa khawatir dan cemas secara terus menerus
- Suasana hati berubah-ubah
- Lekas marah
- Depresi
- Serangan panik
Gejala fisik:
- Kelelahan
- Sulit tidur
- Perubahan nafsu makan
- Tekanan darah tinggi
- Detak jantung cepat
- Imunitas rendah
- Ketegangan otot
- Sakit kepala
- Sakit perut
- Mengalami gangguan pencernaan
Advertisement
Buat Perencanaan
Cara mengelola stres menjelang pernikahan yang pertama, yaitu buat perencanaan dengan baik. Diskusikan dengan pasangan dan keluarga, konsep pernikahan seperti apa yang akan digelar.
Catat semua kebutuhan yang diperlukan. Susun pula jadwal pengelolaan untuk setiap kebutuhan yang ada. Mulai dari pemesanan baju pengantin, rias pengantin, sewa gedung, dekorasi tempat, catering, undangan, dan lain sebagainya. Anda juga bisa meminta saran teman untuk setiap detail kebutuhan yang diperlukan.
Menyusun Prioritas
Cara mengelola stres menjelang pernikahan berikutnya, yaitu menyusun prioritas. Menyusun prioritas penting dilakukan agar setiap kebutuhan yang sudah Anda catat sebelumnya bisa lebih tertata rapi.
Putuskan prioritas mana yang penting untuk diperhatikan, dan berikan energi dan fokus lebih banyak pada prioritas-prioritas tersebut. Ini akan membantu Anda menyeleksi hal-hal mana yang kurang penting, sehingga bisa mengurangi beban pikiran.
Bangun Komunikasi
Cara mengelola stres menjelang pernikahan selanjutnya, yaitu bangun komunikasi yang baik. Karena bukan acara sendiri, melainkan acara bersama, maka penting bagi Anda untuk terus membangun komunikasi dan berdiskusi dengan pasangan.
Bukan hanya pasangan, Anda juga perlu membangun komunikasi dengan orang tua dan calon mertua tentang rencana pernikahan yang sedang dilakukan. Dengan komunikasi yang baik, Anda bisa mengatasi setiap perbedaan pendapat dengan lebih mudah.
Advertisement
Delegasikan Tanggung Jawab
Cara mengelola stres menjelang pernikahan juga bisa dilakukan dengan mendelegasikan tanggung jawab. Jika Anda tidak sempat mengatur urusan sendiri, maka Anda bisa meminta bantuan teman atau orang yang dipercaya untuk mewakili Anda mengurus keperluan tersebut.
Dalam hal ini, sebaiknya hati-hati dalam memberikan kepercayaan pada orang. Pilih orang yang benar-benar bertanggung jawab dan jujur sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
Pertahankan Rutinitas
Mempertahankan rutinitas juga perlu dilakukan untuk mengelola stres menjelang pernikahan dengan baik. Meskipun banyak aktivitas dan hal yang harus dikerjakan, jangan lupa untuk tetap makan dengan teratur, tidur dengan cukup, olahraga dengan rutin, dan nikmati waktu bersantai walaukan hanya sedikit.
Beberapa hal ini dapat menyeimbangkan kehidupan Anda di tengah segala kerumitan yang ada. Beberapa hal ini juga membantu fisik dan mental Anda tetap sehat sehingga persiapan pernikahan bisa diselesaikan dengan baik.
Tetapkan Batasan
Terakhir, cara mengelola stres menjelang pernikahan yang tidak kalah penting, yaitu menetapkan batasan. Tetapkan batasan-batasan yang jelas, dengan melihat rencana dan tujuan awal dari konsep pernikahan yang akan digelar. Anda juga bisa melihat kembali daftar prioritas kebutuhan.
Pahami bahwa Anda tidak bisa menyenangkan semua pihak. Dengan begitu, tetap fokus pada rencana awal yang sudah Anda buat dan lakukan tugas satu per satu hingga tuntas.