Sebagian dari Anda mungkin pernah mendengar istilah sleep training. Sleep training adalah kegiatan melatih anak untuk tidur sendiri tanpa bantuan dari orang tua. Bagi Anda yang memiliki bayi, tentu ini adalah suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Sebab, anak masih membutuhkan pendampingan dan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.
Namun, setelah umur 6 bulan, banyak ahli menyarankan para orang tua untuk melakukan sleep training. Rentang usia 4 hingga 6 bulan, dinilai ideal bagi bayi karena sudah cukup besar untuk menenangkan diri saat ingin tidur. Sleep training dilakukan tidak lain untuk melatih kemandirian pada anak sekaligus memberikan kesempatan bagi orang tua untuk tidur lebih nyenyak.
Sleep training baik dilakukan sedini mungkin, sebab jika Anda tetap membiarkan anak tidur bersama Anda hingga umur 2 tahun, maka kebiasaan ini membuat anak semakin sulit jauh dari Anda. Meskipun bukan suatu hal yang mudah, namun terdapat beberapa cara melakukan sleep training pada anak yang bisa Anda coba.
Cara melakukan sleep training pada anak bisa dengan membiasakan rutinitas tidur tertentu, beri pemahaman dan yakinkan anak, bersikap tegas, melakukan pemeriksaan, metode “kursi menghilang”, hingga hitungan mundur. Berbagai cara ini membutuhkan kedisiplinan agar bisa memberikan hasil yang baik. Dari beragam sumber, berikut kami merangkum penjelasannya untuk Anda.
Advertisement
Lakukan Rutinitas Tidur
Cara melakukan sleep training pada anak yang pertama bisa dengan melakukan rutinitas tidur. Bangun kebiasaan anak dengan rutinitas baik sebelum tidur, seperti mengenakan piyama, menyikat gigi, buang air kecil di toilet atau mengganti popok, memastikan udara kamar sejuk, meredupkan lampu kamar, membacakan dongeng, dan kegiatan lainnya yang menenangkan.
Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu mempersiapkan diri anak untuk segera tidur. Bahkan dengan kegiatan-kegiatan yang rileks dapat membantu menurunkan detak jantung anak sehingga lebih mudah tidur.
Beri Pemahaman
Cara melakukan sleep training pada anak selanjutnya adalah dengan memberikan pemahaman. Beri pemahaman anak bahwa ini sudah waktunya anak untuk tidur terpisah, dan yakinkan anak bahwa semuanya akan baik-baik saja, termasuk ketika tidak ada orang tua di samping tempat tidurnya.
Ini dilakukan dengan tujuan agar anak bisa mengerti dan bisa melakukan sleep training dengan baik. Mungkin Anda sesekali perlu memeriksa anak, namun jangan berikan terlalu banyak perhatian ketika anak menangis dan memohon untuk tidur bersama. Dengan kata-kata yang lembut, berikan kembali pemahaman pada anak bahwa semua akan baik-baik saja.
Advertisement
Bersikap tegas
Cara melakukan sleep training pada anak berikutnya yaitu bersikap tegas. Saat anak sudah tertidur, cobalah untuk keluar dari kamar anak tanpa membuat keributan. Jika anak seketika terbangun dan mencari Anda, tarik kembali anak pada kamarnya dan dengan tenang ingatkan anak untuk kembali tidur.
Setelah itu pergi dan tutup kembali pintu kamarnya. Dalam hal ini, usahakan untuk tidak menunjukkan ekspresi frustasi dan kesal pada anak. Meskipun begitu, Anda tetap harus bersikap tegas dan konsisten agar sleep training berhasil dilakukan.
Periksa Keluar Masuk
Cara melakukan sleep training pada anak tahap selanjutnya periksa anak keluar masuk. Saat anak mau menetap di kamarnya untuk tidur, periksa sesekali atau beberapa kali. Jika anak belum tidur, katakan dengan lembut bahwa sudah waktunya untuk tidur.
Jika anak meminta Anda untuk tinggal di kamarnya, katakan boleh namun jangan lama-lama, hanya satu atau dua menit, lalu Anda akan keluar dari kamar. Berikan kata-kata yang menenangkan atau bisa juga berikan pelukan hangat pada anak.
Jika anak sudah benar-benar tidur, Anda bisa keluar untuk meninggalkannya tidur sendiri. Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan ini selama beberapa malam untuk mengetahui peningkatan.
Advertisement
Kursi Menghilang
Cara melakukan sleep training pada anak juga bisa dengan metode kursi menghilang. Ini bisa dilakukan saat anak mulai menangis, bahkan sebelum Anda mengucapkan selamat malam dan pergi dari kamarnya. Anda bisa mencoba duduk di kursi samping tempat tidur anak selama beberapa menit, tunggu anak hingga tertidur.
Setelah itu, perlahan cobalah keluar kamar dengan tenang tanpa keributan. Hari selanjutnya, pindahkan posisi kursi lebih jauh, dan lakukan hal yang sama hingga anak tertidur. Secara teori, cara ini melatih anak untuk bisa terbiasa tidur semakin jauh dari Anda hingga akhirnya tanpa pendampingan lagi.
Hitung Mundur
Cara melakukan sleep training yang terakhir bisa dengan metode hitung mundur. Anda bisa membuat kesepakatan pada anak, bahwa Anda akan berada di kamarnya selama 20 menit hingga anak tertidur. Di hari selanjutnya, tetapkan waktu lebih sedikit misalnya 15 menit. Kemudian secara bertahap kurangi waktu hingga semakin sedikit.
Lakukan cara ini dengan konsisten hingga anak mulai terbiasa tidur jauh dan tanpa bantuan Anda lagi. Meskipun tidak mudah, namun jika dilakukan secara teratur dan tegas, maka perlahan anak akan mandiri. Jangan lupa berikan kata-kata yang menenangkan dan pelukan hangat supaya anak tetap merasa aman dan nyaman.