Melakukan eksfoliasi pada kulit menjadi rutinitas penting yang perlu dilakukan. Dengan eksfoliasi, Anda bisa mengangkat sel-sel kulit mati di permukaan kulit dengan baik, sehingga kulit bisa lebih bersih dan bebas dari kotoran-kotoran yang menempel. Bukan hanya itu, eksfoliasi kulit juga mendorong regenerasi sel kulit baru yang lebih baik.
Meskipun begitu, rutinitas eksfoliasi tidak perlu setiap hari dilakukan. Dalam hal ini, disarankan untuk mengeksfoliasi kulit maksimal 2 kali dalam seminggu. Ini dinilai sudah cukup baik untuk menjaga kebersihan dan kebersihan kulit. Jika dilakukan secara berlebihan, justru akan menimbulkan berbagai masalah kulit yang mengganggu.
Dengan begitu, penting bagi Anda untuk mengetahui sapa saja tanda-tanda over exfoliate pada wajah yang sering kali terjadi. Biasanya, ketika Anda melakukan eksfoliasi berlebihan akan muncul perubahan pada kulit wajah. Ini bisa dilihat dari tekstur, warna, hingga sensasi yang dirasakan pada permukaan kulit.
Dengan mengetahui tanda-tanda over exfoliate, Anda bisa lebih berhati-hati dan tetap memperhatikan saran yang direkomendasikan. Jika sudah terlanjur mengalami over exfoliate, terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek peradangan atau iritasi yang ditimbulkan.
Dilansir dari Healthline, berikut kami merangkum tanda-tanda over exfoliate pada wajah dan cara mengatasinya, bisa Anda simak.
Advertisement
Perlu diketahui, over exfoliate atau mengeksfoliasi kulit secara berlebihan adalah kesalan terbesar dalam perawatan kulit. Umumnya, kulit harus dikelupas hanya satu hingga dua kali seminggu untuk membantu mempercepat pergantian sel kulit tanpa menyebabkan kerusakan.
Sebaliknya, jika Anda melakukan eksfoliasi lebih dari 2 kali seminggu, baik dengan scrub atau bahan eksfoliasi kimia, bukan membuat kulit menjadi sehat, justru akan menimbulkan masalah kulit baru. Dalam hal ini, tanda-tanda over exfoliate secara umum dapat dilihat dari:
- Kulit yang mengalami iritasi
- Kulit terasa terbakar atau mengelupas
- Kulit kemerahan dan terjadi peradangan
- Muncul jerawat, terutama jerawat kecil, kasar, dan bergelombang
- Kulit kering dan bersisik
- Terjadi peningkatan kepekaan terhadap produk skincare lain
Ketika mengalami tanda-tanda tersebut, mungkin sebagian dari Anda tidak tahan dan melakukan eksfoliasi lagi dengan harapan agar masalah kulit tersebut bisa diatasi. Namun, hal ini hanya akan memperparah gejala yang dialami. Oleh karena itu, jika Anda mengalami salah satu atau beberapa dari gejala tersebut, sebaiknya hentikan rutinitas eksfoliasi terlebih dahulu dan berikan waktu agar kulit bisa membaik.
Advertisement
Setelah mengetahuui tanda-tanda over exfoliate yang sering terjadi, berikutnya akan dijelaskan bagaimana cara mengatasi gejala eksfoliasi berlebihan yang dialami. Seperti disebutkan sebelumnya, hal pertama yang perlu dilakukan ketika mendapatkan gejala over exfoliate adalah berhenti terlebih dahulu, baik eksfoliator fisik maupun kimia. Beri jeda untuk tidak melakukan eksfoliasi sementara waktu, hingga kondisi kulit membaik.
Kedua, hentikan semua produk pembersih berbusa dan produk retinol. Disarankan untuk menggunakan pembersih ringan yang bebas pewangi dan lembut di kulit. Selain itu, jangan lupa gunakan pelembap yang serupa, lembut dan tidak mengandung pewangi. Sebab, bahan pewangi yang terkandung dalam skincare dapat memperburuk gejala iritasi atau peradangan yang sedang dialami.
Ketiga, gunakan produk yang kaya emolien, yaitu bahan yang dapat mengunci kelembapan kulit. Jika ingin lebih alami, Anda bisa mengoleskan gel lidah buaya pada kulit yang mengalami iritasi akibat over exfoliate. Gel lidah buaya diketahui memiliki sifat penyembuhan juga. Namun, terkadang dapat menyebabkan iritasi tergantung pada seberapa terbuka dan parahnya bagian kulit yang terititasi.
Jika kondisi kulit mengalami pengelupasan berlebihan, Anda bisa memberikan kompres dingin untuk mengurangi sensasi terbakar pada kulit. Namun, perhatikan cara penerapannya. Sebaiknya Anda tidak menempelkan langsung es baru pada kulit, lebih baik gunakan kain lembut yang dicelupkan pada air dingin, lalu tempelkan secara perlahan.
Advertisement
Setelah memahami tanda-tanda over exfoliate dan cara mengatasinya, tentu Anda bertanya kapan bisa melakukan rutinitas eksfoliasi lagi. Perlu diingat, meskipun Anda mengalami tanda-tanda iritasi akibat eksfoliasi berlebihan, bukan berarti Anda harus berhenti selamanya.
Seperti yang disarankan, beri jeda waktu agar kondisi kulit mulai tenang dan membaik terlebih dahulu. Jika gejala yang dialami sudah mulai reda, maka Anda bisa mulai melakukan rutinitas eksfoliasi lagi. Namun, lebih baik Anda mulai dengan langkah perlahan yaitu eksfoliasi seminggu sekali.
Jika tidak muncul gejala iritasi setelah eksfoliasi tersebut, Anda bisa melakukan rutinitas ini dengan aman. Selalu perhatikan saran yang direkomendasikan, yaitu maksimal eksfoliasi dilakukan 2 kali dalam seminggu.
Jangan lupa gunakan produk skincare yang dapat melembapkan kulit setelah eksfoliasi agar kulit bisa lebih tenang dan elastisitas tetap terjaga. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan kulit wajah yang sehat dan bercahaya.