Timnas Indonesia U-16 dipastikan lolos ke Final Piala AFF U-16. Kepastian itu diperoleh setelah mereka berhasil mengalahkan Myanmar melalui drama adu penalti 5-4 setelah di waktu normal mereka bermain imbang 1-1.
Salah satu sosok kunci dari keberhasilan Timnas Indonesia lolos ke final adalah kiper Andrika Fathir Rachman. Ada satu tips menarik dari Andrika bagaimana ia menghadapi situasi adu tendangan penalti melawan Myanmar.
Andrika mengatakan saat menghadapi adu pinalti, ia senantiasa berzikir. Begini cerita kiper timnas Indonesia U-16 itu.
Advertisement
Berzikir Membawa Ketenangan
Fathir mengatakan, berzikir menjadi bekal dari orang tua serta saudara-saudaranya agar dia diberi rezeki oleh Allah SWT. Saat berzikir, pemain Borneo FC itu mengaku lebih tenang sehingga dapat menghalau tendangan penalti pemain Myanmar, Shine Wanna Aung.
Selain nasihat keluarga, Fathir mengaku kemenangan dirinya muncul setelah mendapat masukan dari pelatih kiper Markus Horison.
Dalam adu penalti itu, seluruh penendang dari Indonesia berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik. Sementara satu dari lima penendang Myanmar gagal.
Advertisement
Tertinggal Lebih Dulu
Dalam pertandingan itu, Myanmar menerapkan strategi bertahan total dan menyerang lewat serangan balik. Namun dengan taktik ini, mereka unggul terlebih dahulu di menit ke-44 lewat gol Nay Min Htet.
Timnas U-16 akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Muhammad Riski Afrisal pada menit ke-70. Pertandingan itu berakhir imbang sampai waktu normal 90 menit.
Setelah itu pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Dalam penalti ini, timnas unggul 5-4. Dengan begitu mereka lolos ke final dan akan melawan Vietnam pada Jumat (12/8) pukul 20.00 waktu setempat.