Masa pandemi COVID-19 yang berlangsung lama menjadi masa-masa berduka bagi banyak orang. Banyak dari mereka yang kehilangan anggota keluarga yang meninggal dunia akibat penyakit mematikan itu.
Kini kondisi makin membaik. Masa yang suram telah dilewati. Begitu pula bagi orang-orang yang kehilangan anggota keluarga mereka karena COVID-19. Bagaimanapun hidup harus berlanjut. Hal ini pula yang dirasakan para siswa di Jateng yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19. Pendidikan mereka tetap harus dilanjutkan.
Gayung bersambut, Pemprov Jateng memberi kemudahan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur afirmasi. Dengan begitu, mereka bisa diterima untuk bersekolah di sekolah dambaan mereka.
Berikut ini adalah kisah-kisah inspiratif mereka:
Advertisement
Jalur Afirmasi
Adanya jalur afirmasi seolah menjadi oasis bagi para siswa yang orang tuanya meninggal akibat COVID-19. Hal inilah yang dirasakan Praia Azzahra Rafisya Putri, siswi SMAN 1 Ungaran.
“Saya merasa cukup senang karena sekolah ini cukup populer di Kabupaten Semarang dan banyak siswanya yang berprestasi. Jadi, saya cukup senang bersekolah di sini,” kata Praia dikutip dari Jatengprov.go.id pada Kamis (14/7).
Menurutnya, kemudahan bisa masuk ke SMAN 1 Ungaran ia alami selama mengikuti proses PPDB beberapa waktu lalu. Terlebih tempat tinggalnya tidak masuk zonasi. Sehingga dari jalur inilah ia bisa bersekolah di salah satu sekolah favorit.
Advertisement
Merasa Bersyukur
Senada, Noverin Zubayda Bourquin, siswa yatim asal Ungaran juga merasa bersyukur bisa diterima di SMAN 1 Ungaran. Begitu pula dengan sang ibu, Ana Fembriani. Dia mengaku jalur afirmasi yatim/piatu karena COVID-19 amat membantu keluarga yang membutuhkan.
“Kami sangat bersyukur sekali karena memang berniat sekali bisa sekolah di sana. Bersyukur, sangat senang sekali,” ungkap Ana.
Advertisement
Harapan Sang Ibu
Tak beda jauh dengan yang disampaikan sebelumnya, Lukman Najib Aldiansyah, siswa SMAN 2 Semarang, tidak menyangka diterima melalui jalur afirmasi. Ibunya, Munaifah, mengaku sangat berterima kasih kepada Pemprov Jateng yang memberikan jalur afirmasi itu.
“Saya bersyukur banget dan tertolong. SMAN 2 kan favorit. Alhamdulillah tertolong sekali. Di luar dugaan, anak saya bisa ke sana,” kata Munaifah.
Ia berharap, di tengah kondisi di mana mereka ditinggal kepala keluarga, sekolah yang dimasuki anaknya bisa ramah anak, tidak ada aksi bully, dan sejenisnya. Hilangnya sosok ayah membuat si anak berharap lingkungan sekolah baru merupakan lingkungan yang baik.
Advertisement
Tujuan Jalur Afirmasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Uswatun Hasanah mengatakan, presentase jalur afirmasi siswa yatim/piatu atau yatim piatu korban COVID-19 adalah sekitar 2 persen di PPDB 2022. Hal itu berdasarkan fakta bahwa pada Juli 2021 lalu banyak orang tua calon peserta didik berpulang karena COVID-19.
“Kalau mereka tidak diberi tempat atau persentase khusus, maka kemungkinan besar mereka tidak sekolah. Jadi jalur afirmasi ini salah satu tujuannya adalah mengurangi angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi anak sekolah menyukseskan wajib belajar 12 tahun,” terang Uswatun Hasanah dikutip dari Jatengprov.go.id.