Di Kota Semarang, ada warung makan soto yang pengunjungnya selalu ramai. Namanya Soto Sawah. Warung makan itu memang tepat berada di pinggir sawah.
Sepuluh tahun silam, pemilik warung makan itu menamai tempat itu Warung Soto Mbak Tutik. Namun, sejak mengalami perubahan nama, warung makan itu menjadi kuliner legendaris di Semarang.
Tak hanya soal penamaan, kuliner soto sawah memang berbeda dibandingkan soto-soto lainnya. Makanan itupun memiliki cita rasa yang unik.
Advertisement
Bukan Soto Ayam Biasa
Dengan ditaburi resep rempah-rempah, Soto Sawah memiliki cita rasa yang berbeda dibandingkan soto pada umumnya.
Karena namanya sudah dikenal di tengah masyarakat, dalam sekali warung makan itu bisa menjual hingga 1.500 porsi. Sementara saat akhir pekan, mereka bisa menjual hingga 2.500 porsi.
“Kita menambahkan dua varian. Yang satu balungan dan yang satunya lagi ceker. Jadi tidak monoton hanya soto ayam. Selain itu kita juga menambahkan rempah-rempah yang baru seperti laos, sereh, jahe, kunyit, dan segala macam,” kata Zainal Arifin, pemilik warung Soto Sawah, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 SCTV pada Senin (16/5).
Advertisement
Harganya Murah
Selain itu, pengunjung warung makan itu juga disajikan beberapa menu pelengkap seperti sate kerang, sate telur puyuh, sate ayam, sate usus, dan berbagai macam gorengan seperti tahu, tempe, dan perkedel. Sambil menikmati sajian soto, pengunjung juga disuguhkan suasana desa yang asri.
“Saya sudah sering, langganan makan di sini. Selain beli soto saya ini juga beli balungan, biasanya sama sate,” kata Ibah, salah seorang pelanggan Soto Sawah.
Selain soal rasanya yang enak, harga satu porsi soto juga terbilang murah. Untuk porsi kecil harganya Rp5 ribu per mangkuk, sedangkan untuk porsi besar harganya Rp7 ribu per mangkuk.