Beberapa tahun terakhir, nama Bayu Eko Moektito atau yang lebih dikenal dengan Bayu Skak semakin menjulang. Sebelumnya ia telah memulai kariernya di dunia digital sejak lebih dari satu dekade lalu.
Salah satu momen bersejarah dalam kariernya adalah ketika ia terjun di industri film. Dari tahun 2018, sampai sekarang ia telah menulis empat sekuel film Yowis Ben.
Sosok Bayu Skak ini juga selalu menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mewujudkan mimpinya. Tak mudah juga baginya mewujudkan mimpi yang sudah lama dirawatnya itu.
Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Suka Gambar
Baru-baru ini, Bayu Skak menceritakan bagaimana perjuangannya dalam mewujudkan mimpinya. Hal itu diungkapkannya dalam video yang diunggah di kanal Youtube Enzy Storia.
Sejak kecil Youtuber dan penulis naskah film ini memang sudah menyukai seni gambar. Lalu ketika ia selesai menyelesaikan tingkat Sekolah Menengah Pertama, dirinya memutuskan untuk melanjutkan menempuh pendidikan animasi di SMK.
"Jadi dari dulu aku kecil itu suka gambar. Terus ketika aku lulus SMP, aku mikir waduh kalau aku masuk SMA biasa, aku ketemu lagi sama pelajaran yang pada umumnya," ungkap Bayu Skak.
"Aku pengen masuk sekolah yang isinya gambar thok! Akhirnya ada tuh setelah dicari, baru dibuka jurusan animasi di Malang. Maksudnya dulu jarang banget jurusan animasi," tambahnya.
Advertisement
Sempat Dilarang
Tak mudah bagi Bayu Skak dalam meyakinkan orang tuanya ketika akan mendaftar di SMK. Perjuangan sangat lama ditekuninya hingga akhirnya ia mendapatkan restu untuk sekolah sesuai dengan rencananya.
"Aku sekolah berdasarkan passion kan nantinya enak. Itu fight-nya (meyakinkan orang tua) lama banget. Terus akhirnya boleh," kata Bayu Skak.
"Itu pun aku daftar sendiri ke sekolah bawa ijazah. Karena awalnya nggak direstuin sama orang tua jadi nggak dianter," imbuhnya.
Advertisement
Berbuah Manis
Perjuangan Bayu Skak dalam meyakini mimpi yang dicita-citakan itu tenyata tak sia-sia. Sekarang, berbekal restu orang tuanya, ia menjadi seorang yang sukses dengan karyanya.
"Terus aku yang ngeyakinin orang tuaku. Aku suka ini, tinggal pilih aku ngelakuin sesuatu yang aku pengen dan aku selalu masuk sekolah, bukan yang bolos karena ngelakuin sesuatu yang aku nggak pengen. Akhirnya direstuin kan," ucapnya.
"Akhirnya sekarang berbuah manis dan aku membuktikan kepada orang tua aku," pungkasnya.