Ini Prestasi Pembalap Legendaris Tjetjep Heriyana di Masa Lalu, Punya Ratusan Medali

Di masa lalu, Tjetjep sudah menorehkan banyak prestasi dengan kemampuannya. Bahkan ia juga turut mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Denny Marhendri
Oleh Denny Marhendri - Reporter
Ini Prestasi Pembalap Legendaris Tjetjep Heriyana di Masa Lalu, Punya Ratusan Medali
Ini Prestasi Pembalap Legendaris Tjetjep Heriyana di Masa Lalu, Punya Ratusan Medali. Sumber Foto : (Foto: Biro Adpim Jabar)

Beberapa waktu belakangan, MotoGP menjadi topik yang paling hangat diperbincangkan. Segala hal dalam balap motor pun juga menjadi bahan pembicaraan.

Seperti sosok Tjetjep Heriyana yang mendapatkan tiket menonton MotoGP secara langsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Tjetjep adalah mantan pembalap motor nasional asa Jawa Barat.

Di masa lalu, Tjetjep sudah menorehkan banyak prestasi dengan kemampuannya. Bahkan ia juga turut mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Lalu, apa saja sederet prestasi yang pernah diperoleh oleh Tjetjep? Ini ulasannya:

Cinta Otomotif

Seperti informasi yang dilansir dari Liputan6.com, Tjetjep sudah mulai menekuni minatnya di dunia otomoitf sejak usia dini. Ia berusaha mempelajari otomotif secara otodidak di usia 13 tahun.

Usahanya dalam belajar otomotif sangatlah gigih. Tjetjep pernah sampai ke Jerman dan Italia untuk mempelajari mesin motor.

Ratusan Medali

Ketika Tjetjep membahas soal perolehan medali, ia menyebutkan pernah mendapat lebih dari seratus medali. Meskipun jumlah tersebut tak begitu pasti, karena ia tak ingat seluruhnya.

Sekarang, medali yang dimilikinya hanya ada sekitar 10. Tentu itu adalah prestasi yang membanggakan di masa lalu.

"Sekitar 110 medali. Tapi, sekarang cuma ada 10 kalau tidak salah," jelas Tjetjep.

Juara Grand Prix Macau 1970

Prestasi yang paling diingat Tjetjep selama berkarier adalah ia pernah menjadi juara 3 di Grand Prix Macau.

Ia mendapatkan prestasi itu di tahun 1970.

Namun setelah 4 tahun berselang, ia memutuskan untuk pensiun. Momen pensiunnya itu dikarenakan Tjetjep mengalami kecelakaan di ajang GP Batu Tiga, Kuala Lumpur, Malaysia.

 

Rekomendasi