Tessy mengawali karier dengan menjadi seorang anggota Marinir TNI AL pada tahun 1961. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar, setelah dua tahun bertugas di Operasi Pembebasan Irian Barat.
Kemudian Tessy banting setir menjadi pelawak dengan bergabung dengan kelompok Lokaria. Lalu kariernya semakin melambung setelah ia berada di Srimulat pada tahun 1979.
Gaya lawaknya menjadi warna tersendiri jika grup yang berasal dari Solo itu tampil di atas panggung. Namun, gaya lawakannya juga yang menjadi penyebab ia bisa berada di titik terendah.
Advertisement
Dicekal KPI
Baru-baru ini, Tessy menceritakan masa-masa terpuruknya. Hal itu diungkapkan Tessy dalam video yang diunggah di kanal YouTube MAIA ALELDUL TV.
Di suatu momen, KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) pernah mencekal pelawak yang mempunyai nama asli Kabul Basuki ini. Hal itu dikarenakan ia sering memperagakan sosok pria yang berpakaian wanita.
"Banget, bukan turun lagi. KPI lah, saya dilarang pakai pakaian perempuan," kata Tessy.
"Hidup saya kan waktu itu kayak di tv, di film dan sebagainya itu semua nggak ada yang mau makai aku," tambahnya.
Advertisement
Jual Aset
Setelah itu, karier Tessy di industri hiburan langsung merosot selama 6 tahun. Bahkan ia sampai menjual aset-asetnya untuk bertahan hidup.
"Itu enam tahun mati nggak dapat kerjaan gara-gara baju perempuan," kata Tessy.
"Rumah kejual, mobil kejual, habis enggak ada penghasilan sama sekali, (usai) dicekal sama KPI," imbuhnya.
Advertisement
Kehidupan Kelam
Kondisi finansialnya yang hampir tak bisa diselamatkan tersebut membuat Tessy terjerumus dalam lubang hitam kehidupan narkoba. Tak lama setelah itu, ia mulai kembali aktif di dunia hiburan setelah bermain film berjudul 3 Pilihan Hidup.
"Karena pasca-kejadian itu saya stres, frustasi dan sebagainya, saya salah pergaulan," ucapnya.
"Saya merasa berterima kasih. Dengan diangkatnya di film 3 Pilihan Hidup saya bisa diterima lagi di TV, di entertainment," pungkasnya.