Berawal dari tahun 70-an dan sampai saat ini karya-karyanya masih dikagumi oleh seluruh kalangan masyarakat. Karena itulah Warkop DKI menjadi legenda komedi Indonesia yang sukses.
Banyak kelompok komedian yang eksis di industri hiburan tanah air, namun yang paling menempel di benak masyarakat adalah Warkop DKI. Berbagai perjalanan membuat karya pun sudah dilewati oleh Indro, mendiang Dono dan Kasino.
Untuk mengenang karya-karya Warkop DKI, Indro pernah ingin membuat museum Warkop DKI. Sayangnya hal itu dibatalkan karena suatu hal.
Advertisement
Museum Warkop DKI
Baru-baru ini, Indro bercerita impiannya tersebut. Hal itu diungkapkan dalam video yang diunggah di kanal Youtube Tonight Show Net pada Rabu (12/1).
Keinginannya membuat museum tersebut pernah akan menjadi kenyataan. Namun, dibatalkan karena ia dan tim tak sanggup mengumpulkan barang-barang memorabilia yang sangat banyak.
"Itu dulu pernah kita pikirin kayak gitu (buat museum)," ungkap Indro.
"Tapi ya kita ngumpulin poster filmnya aja beberapa kita nggak dapet," tambahnya.
Advertisement
Pengarsipan
Pemilik nama lengkap Indrodjojo Kusumonegoro ini pun mengakui bahwa sistem pengarsipan tim Warkop DKI memang tidak dirancang dengan baik. Bahkan ia pun tak bisa menunjukkan koleksi-koleksi foto lama karena memang tidak menyimpannya.
"Apapun kita, termasuk aku pengarsipan jelek," kata Indro.
"Aku kalau ditanya punya foto lama itu nggak ada," imbuhnya.
Advertisement
Prambors
Lebih lanjut, Indro menceritakan pengalamannya yang tak terlupakan pasca dirinya menjadi penyiar di radio Prambors. Ia pernah bertemu dengan pendengarnya yang selalu merekam sesi siarannya.
"Aku dulu pernah kan di Prambors, mereka bikin sayembara siapa yang ngerekam siaran kita paling banyak," ucapnya.
"Ada yang bawa satu koper isinya kaset. Satu kaset satu sesi siaran," pungkasnya.